Rabu, September 30, 2009

71 Jenazah Dievakuasi ke Rumah Sakit Padang

JAKARTA, MP - Sebanyak 71 korban meninggal akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Rabu sore, dievakuasi ke Rumah Sakit Umum M Jamil Padang.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, terdapat 71 korban meninggal dunia yang saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit M Jamil Padang. Seorang anak yang belum diketahui identitasnya hingga saat ini ditemukan meninggal di Hotel Ambacang.

Saat ini Kota Padang diguyur hujan. Kondisi tersebut menyulitkan evakuasi korban yang sebagian besar diduga masih tertimbun reruntuhan gedung dan pertokoan.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar telah menginstruksikan jajarannya untuk menggunakan alat berat guna mengevakuasi korban yang diduga masih banyak terjebak di dalam gedung dan pertokoan yang runtuh tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berada di luar rumah dan berteduh di teras maupun tempat terbuka karena takut terjadi gempa susulan.

Arus lalu lintas di ruas jalan Kalawi, Kecamatan Kuranji, mengalami kemacetan cukup parah. Sebagian warga mengungsi mencari tempat lebih tinggi karena khawatir akan terjadi tsunami.

Satu jembatan yang menghubungkan kampung Kalawi dengan perumahan lainnya, yang panjangnya sekitar 50 meter, runtuh akibat gempa tersebut. Hal ini memicu kemacetan di kawasan "bay pass" sebagai satu-satunya akses jalan yang tersisa ke kampung Kalawi tersebut.

Sementara itu di Rumah Sakit Daerah Sungai Sapih pasien dirawat di luar gedung. Pihak rumah sakit pun mengeluhkan kurangnya bantuan tenda darurat, akibatnya sebagian dari pasien yang kini berada di teras maupun tenda-tenda darurat terkena guyuran hujan.

Di Pariaman, yang berjarak sekitar 60 Km dari Padang banyak rumah yang roboh rata dengan tanah akibat gempa 7,6 SR itu. "Dari empat rumah keluarga besar kami dua di antaranya roboh rata dengan tanah," kata Asmanidar (40 tahun).

Guru salah satu SMP Negeri di Kabupaten Padang Pariman itu mengatakan, seusai gempa penduduk setempat berkumpul di lapangan karena takut dengan gempa susulan.

"Kalaupun ada rumah penduduk yang tidak runtuh tetapi pemiliknya tidak berani kembali karena khawatir gempa sususlan," kata Asmanidar.

Linangan air mata penduduk mewarnai suasana duka masyarakat Pariaman karena derita mereka seakan bertabah saat hujan turun dan lampu listrik padam. Padahal mereka sedang berada di lapangan yang belum ada tendanya, kata Asmanidar.


Terjebak di Gedung Bertingkat

Sebelumnya ratusan warga di kawasan Kampung China, Kota Padang, Sumatera Barat diperkirakan terjebak di tengah reruntuhan gedung bertingkat akibat guncangan gempa yang terjadi pada Rabu, sore.

Dilaporkan, situasi di wilayah Kampung China porak-poranda karena sebagian besar bangunan berupa rumah toko (ruko) rubuh.

Kawasan ini yang merupakan salah satu pusat bisnis di tengah Kota Padang, terdapat berupa "show room mobil, minimarket, dan perkantoran swasta.

Selain gedung rata dengan tanah, banyak juga ruko yang sebelumnya bertingkat tiga runtuh satu tingkat yang mengakibatkan sebagian pekerja yang ketika gempa terjadi terjebak di dalamnya.

Ruang pamer mobil salah satu agen tunggal pemegang merek (ATPM) juga terlihat kendaraan ringsek akibat tertimba beton.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan karyawan pertokoan yang terjebak di gedung masih belum bisa dievakuasi.

Situasi lain yang lebih mengenaskan terlihat di jembatan Andale salah satu jembatan yang membelah kota itu.

Jembatan yang melintasi sungai itu terputus yang mengakibatkan ratusan kendaraan terhenti.

Gempa tektonik berkekuatan 7,6 skala richter itu juga membuat terminal di kawasan Tabing tidak bisa difungsikan.

Secara keseluruhan situasi kacau, hingga malam hari masyarakat masih banyak yang memilih tinggal di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan.

Beberapa saat setelah gempa terjadi, banyak warga yang berupaya melarikan diri dengan menggunakan kendaraan motor dan mobil.

Akan tetapi karena dilanda rasa panik sebagian di antaranya ada yang justru mengakibatkan terjadi kecekalaan.

Sementara itu, Walikota Padang, Fauzi Bahar, langsung berkeliling kota meninjau situasi gempa.

Fauzi Bahar melalui mesjid-mesjid mengimbau warga agar tetap tenang karena gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami seperti yang dikhawatirkan sebagian masyarakat.

Situasi semrawut juga terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah DR M Djamil, Padang.

Banyak pasien yang berhamburan ke luar ruangan perawatan karena takut terjadi gempat susulan.

Selain karena pasien yang panik, rumah sakit juga mulai dipenuhi warga yang dievakuasi untuk mendapat perawatan.(red/*ant)

Gempa, Jalan Padang-Padangpanjang Putus

RIAU, MP - Jalan lintas yang menghubungkan Kota Padang dengan Panjangpanjang, Sumatera Barat, putus akibat longsornya tebing bukit di jalur lintas itu, akibat gempa.

"Tak ada kendaraan yang bisa lewat. Jalan benar-benar putus karena longsor," kata seorang sopir angkutan travel yang melayani rute Pekanbaru-Padang, Rizal Tanjung, Rabu malam.

Ia mengatakan, saat gempa terjadi Rabu petang ia sedang melintasi jalan lintas tersebut, namun akhirnya hingga Rabu malam ia tertahan di jalur satu-satunya yang menghubungkan Padang-Padangpanjang tersebut.

Menurut dia, ratusan kendaraan yang tertahan di jalan tertutup longsor itu berada di Selaying Bawah, lokasi air terjun sampai pasar Padangpanjang, yang jauhnya sekitar 10 kilometer.

"Kondisi jalan sangat parah. Jangankan kendaraan mobil, motor atau pejalan kaki saja tidak bisa lewat," kata Tanjung.

Ia mengatakan, jalur lintas tersebut merupakan satu-satunya jalan dari Padangpang ke Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, yang kondisinya saat ini juga parah akibat digoyang gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter.

"Kami terkurung lama di jalan. Tak ada akses jalan lain mau ke Padang. Lewat Maninjau juga tidak bisa, karena kondisinya parah," ujar Tanjung.

Ia akhirnya balik arah ke Pekanbaru dan menurunkan penumpangnya di jalan tersebut, dengan alasan tidak jelasnya kapan waktu jalan tersebut terbuka lagi.

"Daripada terkurung lama-lama di jalan lebih baik kami balik ke Pekanbaru. Penumpang terpaksa saya turunkan di jalan," katanya.

Sementara itu, kondisi parahnya jalan raya juga terjadi di Pariaman, tempat lokasi terjadinya gempa. Bahkan, beberapa warga Pekanbaru yang ingin pulang ke Pariaman dan Padang dilarang oleh keluarga mereka yang ada di daerah tersebut.

"Lebih baik jangan pulang ke Pariaman atau Padang karena kondisi di sini sangat parah. Tidak hanya rumah yang roboh jalan-jalan juga retak dan tertutup longsor," ujar Arman, mengutip informasi dari abangnya yang bermukim di Pariaman.

Sementara itu, warga Riau yang berasal dari Sumatera Barat dan bermukim di Pekanbaru berduyun-duyun pulang ke Sumatera Barat.

Kondisi tersebut terlihat dari ramainya mobil angkutan pribadi dan umum menuju lintas barat yang menghubungkan Riau-Sumatera Barat di daerah Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.

Banyaknya kendaraan yang melalui jalur tersebut menyebabkan jalan lintas di Bangkinang macet total dan antrean kendaraan juga cukup panjang.(red/*ant)

Polda Sumbar Jadi Tempat Pengungsian

PADANG, MP - Markas Besar Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatra Barat kini menjadi tempat pengungsian sementara ribuan korban gempa menyusul gempa hebat yang berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Kota Padang dan sekitarnya.

"Banyak warga yang kini mengungsi ke markas Polda dan sesuai instruksi kapolda sendiri seluruh kompleks markas Polda termasuk halamannya telah menjadi tempat pengungsian sementara," kata Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar.

Di antara warga yang mengungsi, terdapat sejumlah korban luka-luka ringan akibat gempa tersebut.

Kapolda sendiri turun langsung ke lapangan dan ikut mengatur warga yang mengungsi di Mapolda Sumbar untuk bisa tinggal sementara waktu.

Mengenai kondisi Kota Padang sendiri pihak kepolisian mencatat ratusan bangunan perumahan dan gedung milik pemerintah serta fasilitas umum lainnya ikut hancur seperti yang terjadi pada kantor dinas pendapatan daerah (Dispenda), kantor samsat, ruko-ruko dan perumahan warga lainnya.

Selain itu, separuh gedung kantor Bank Indonesia juga mengalami kehancuran, hotel-hotel dan gedung gedung lainnya.

Sementara kondisi yang terjadi pada bangunan markas Polda sendiri hanya mengalami retak-retak.

Hingga berita ini diturunkan jaringan telekomunikasi di Kota Padang tetap lumpuh dan pihak PT Telkom masih mengupayakan pemulihan jalur komunikasi. Hal tersebut mengakibatkan Kota Padang bagaikan kota mati.

Sementara itu, aparat kepolisian, TNI dan aparat pemerintah daerah masih berupaya untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak diantara bangunan.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan episentrum gempa tektonik berada di dasar laut dengan kedalaman 71 kilometer yang berjarak 57 kilometer arah barat daya Kota Pariaman, Sumatra Barat. Kekuatan gempa mencapai 7,6 pada skala Richter (SR) dan tidak berpotensi tsunami.

Bantuan Tim SAR

Seementara itu tim pencari dan pertolongan (SAR) Pekanbaru mengirimkan personel untuk membantu korban gempa di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

"Personel dari SAR Pekanbaru sudah diberangkatkan sekitar pukul 19.00 WIB ke Sumbar," kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Jhoni Sitorus.

Menurut dia, jumlah personel yang diturunkan mencapai 14 orang. Mereka membawa peralatan seperti dua buah mobil dan satu unit truk penyelamat.

Ia mengatakan tim SAR Pekanbaru akan menuju Kota Pariaman karena menurut informasi daerah tersebut mengalami kerusakan parah akibat gempa. Ia menambahkan, hingga kini koordinasi dengan Kantor SAR Padang agak terkendala karena gangguan telekomunikasi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan episentrum gempa tektonik di Sumbar berada di dasar laut dengan kedalaman 71 kilometer yang berjarak 57 kilometer arah barat daya Kota Pariaman, Sumatra Barat. Kekuatan gempa mencapai 7,6 skala Richter.(red/*ant)

Padang Bagaikan Kota Mati

PADANG, MP - Seusai gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat, kota Padang menjadi kota mati, Rabu (30/9). Informasi yang diterima, arus listrik padam dan telepon terganggu, sementara banyak warga tertimpa reruntuhan bangunan. Pasar Raya dan sejumlah gedung di kota itu terbakar.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar dan wakilnya Mahyeldi Ansharullah memantau kota sambil menenangkan warga melalui stasiun RRI.

Mereka secara bergantian memberikan informasi. Warga diminta mendatangi Kantor RRI untuk mencari informasi mengenai keluarganya. Kantor radio itu menjadi posko informasi dan siaga bencana.

13 Orang Tewas

Sementara itu Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan melaporkan, hingga pukul 20.30 sebanyak 13 orang tewas pasca gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter, yang mengguncang wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (30/9) petang.

"Ada 13 yang dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan, Rustam S Pakaya.

Menurut laporan yang dia terima, sebagian bangunan Rumah Sakit Jamil Padang juga roboh, membuat banyak orang terjebak di reruntuhan bangunan. Pihaknya, kata Rustam, sedang menyiapkan rumah sakit lapangan di Padang, dan sudah menggerakkan tim medis dari Pusat Krisis Regional dan Palembang untuk membantu korban gempa.

"Mereka berangkat malam ini melalui jalur darat membawa dokter, obat, dan kantung mayat," katanya.

Gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada skala richter mengguncang Provinsi Sumatra Barat pada Rabu pukul 17.16. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu berpusat di 0,84 Lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT), kira-kira 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 71 km. (red/*wk)

Pengelola Pabrik Narkoba Diancam Hukuman Mati

MEDAN, MP - Tiga terdakwa pemilik dan pengelola pabrik narkoba diancam hukuman mati dalam tuntutan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu. Tiga terdakwa itu adalah Toni Chandra alias A Yen alias Sofyan, Tjai Jin Ko alias Ahen alias Hendri dan Senianto alias A Hok.

Ketiga terdakwa didakwa dengan Pasal 59 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Sumut.

Dalam penggrebekan itu, pihak kepolisian berhasil menemukan beberapa beberapa bahan kimia untuk meracik narkoba yang disita sebagai barang bukti.

Diantaranya, sembilan jerigen Methanol, 12 jerigen Aseton, 88 bungkus Methafitamine, lima kilogram soda api, tiga kotak tepung perekat, dua jerigen obat penenang merk HCL dan tiga drum Metilamin.

Polisi juga mengamankan alat pengaduk bahan ekstasi, satu rak pengering cetakan ekstasi, sebuah wadah pengendapan bahan kimia dan sebuah wadah pemisah zat kimia.

Sedangkan narkoba yang telah selesai diproduksi yang diamankan adalah 50 kilogram bahan ekstasi dan 66 butir ekstasi siap edar.

Toni Chandra alias A Yen alias Sofyan dan Tjai Jin Ko alias Ahen alias Hendri didakwa didakwa oleh JPU Dwi Melly Nova, SH sedangkan Seninto alias A Hok melalui JPU Ade Hasibuan, SH.

Dalam dakwaannya, JPU Dwi Melly Nova dan Ade Hasibuan mengatakan, kasus itu berawal dari ditangkap Senianto pada 20 Mei 2009 yang diduga menjadi pemilik dari sebuah rumah di Kompleks Krakatau Centre (KMC) yang dijadikan tempat meracik narkoba.

Dari penangkapan itu, pihak kepolisian melakukan pengembangan dengan menggrebek rumah di kompleks yang berada di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Labuhan tersebut.

Dalam penggrebekan itu, pihak kepolisian berhasil menemukan alat-lat untuk memproduksi narkoba seperti mesin pengaduk zat kimia, mesin penyulingan, pendingin dan pencetak ekstasi.

Polisi juga menemukan beberapa beberapa bahan kimia untuk meracik narkoba yang disita sebagai barang bukti seperti sembilan jerigen Methanol, 12 jerigen Aseton, 88 bungkus Methafitamine, lima kilogram soda api, tiga kotak tepung perekat, dua jerigen obat penenang merk HCL dan tiga drum Metilamin.

Polisi juga mengamankan alat pengaduk bahan ekstasi, satu rak pengering cetakan ekstasi, sebuah wadah pengendapan bahan kimia dan sebuah wadah pemisah zat kimia.

Sedangkan narkoba yang telah selesai diproduksi yang diamankan adalah 50 kilogram bahan ekstasi dan 66 butir ekstasi siap edar.

Di tempat itu, polisi menemukan terdakwa Toni Chandra alias A Yen alias Sofyan, Tjai Jin Ko alias Ahen alias Hendri yang langsung ditangkap setelah ditemukannya barang bukti tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan di Laboratorium Forensik Cabang Medan, bahan-bahan kimia yang ditemukan di lokasi positif dinyatakan zat psikotropika golongan I.

Dalam pemeriksaan polisi, Senianto yang menjadi pemilik alat-alat memproduksi narkoba itu mengaku membeli peralatan itu dengan harga Rp800 juta.

Personil dari Direktorat Narkoba Polda Sumut itu juga melakukan pengembangan kasus dengan mendatangi Hotel Arya Duta yang berlokasi di Jalan Maulana Lubis Medan yang merupakan tempat menginap Toni Chandra dan Tjai Jin Ko.

Di salah satu kamar di hotel itu, polisi menemukan sebuah buku agenda yang diduga memuat catatan tentang rencana pengiriman narkoba, uang Rp5 juta dan beberapa mata uang asing seperti dolar Hongkong, ringit Malaysia, yuan China dan dolar Singapura.

Panusunan Harahap, SH yang juga Ketua PN Medan yang menjadi pimpinan majelis hakim dalam dua persidangan akan melanjutkan pemeriksaan kasus itu pada 12 Oktober 2009 untuk mendengarkan eksepsi penasehat hokum terdakwa.(red/*ant)

Polisi Malaysia Ikut Olah TKP di Solo

SOLO, MP - Kepolisian Diraja Malaysia mengikuti olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penggerebekan gembong teroris Noordin M Top di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Dalam olah TKP yang dilakukan sejak sekitar pukul 13:00 WIB, tampak tiga anggota Kepolisian Diraja Malaysia mengikuti penyelidikan Polri.

Berdasarkan keterangan dari salah petugas kepolisian, ketiga perwira tinggi Kepolisian Diraja Malaysia tersebut berasal dari divisi antiteror dan salah satu dari mereka adalah perwira tinggi.

Tim Mabes Polri yang melakukan olah TKP berjumlah lebih dari sepuluh petugas dari "Indonesia Automatic Fingerprint Identification System" (Inafis) Olah TKP dan Laboratorium Forensik (Labfor).

Dalam olah TKP yang berakhir sekitar pukul 14:30 itu juga diikuti oleh Kepala Pusat Identifikasi Polri, Komisaris Besar Bekti Suhartono, Kadensus 88 Antiteror, Brigjen Pol Saud Usman Nasution, dan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Gories Mere.

Mereka didampingi oleh Kapolwil Surakarta Kombes Pol Erry Subagyo, Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto, Lurah Mojosongo A Sri Wahyono, dan ketua RT setempat, Suratmin.

Olah TKP dimulai ketika petugas Polri membuka tiga lembar seng yang menjadi penutup rumah persembunyian empat tersangka teroris, Noordin M Top, Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Ario Sudarso alias Aji.

Berdasarkan pantauan di lokasi TKP, hampir semua bagian rumah yang disewa Susilo tersebut mengalami kerusakan, bagian tembok banyak sekali terlihat bekas tembakan.

Setelah masuk ke rumah tersebut, sejumlah petugas terlihat memotret di beberapa bagian rumah dan mengumpulkan sejumlah barang yang berserakan.

Selain itu, di bagian luar rumah tampak sejumlah petugas sedang mengukur jalan yang ada di depan rumah lokasi penyergapan Noordin.

Meskipun olah TKP yang dilakukan Polri kali ini boleh disaksikan masyarakat, tetapi Polri enggan memberikan keterangan kepada para wartawan mengenai olah TKP yang dilakukan mereka.

Aparat menyergap anggota teroris di rumah yang disewa Susilo yang berada di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Kota Solo, pada dua pekan lalu.

Penyergapan tersebut mengakibatkan empat orang tewas, antara lain Noordin M Top, Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto, dan Ario Sudarso, serta satu orang lainnya yang luka parah, Putri Munawaroh yang juga istri Susilo. (red/*ant)

Warga Padang Panik Akibat Gempa

JAKARTA, MP - Sebagian besar warga Padang Sumatera Barat panik menyusul gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang dirasakan di kota tersebut pada Rabu sore.

Dari informasi yang dihimpun dari Padang, Rabu petang menyatakan situasi lalu lintas di kota tersebut macet akibat masyarakat menghentikan kendaraannya dan berlindung di tempat yang lebih aman.

Kerusakan juga terlihat di sejumlah bangunan di kota tersebut. Hingga saat ini belum diketahui jumlah korban.Gempa tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu pukul 17.16 WIB.

Keterangan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT).

Pusat gempa itu berada pada 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 71 km. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah seperti Medan, Riau, Bengkulu dan Jambi.

Tenang Setelah Tak Ada Tsunami

Selang beberapa menit kemudian warga Kota Padang mulai merasa aman atau tenang setelah Satkorlak setempat menginformasikan secara luas kepada masyarakat bahwa tsunami tidak terjadi menyusul gempa berkekuatan 7,6 SR pukul 17:16 WIB, Rabu.

Warga sempat berhamburan keluar rumah, kantor dan gedung lainnya dan lari ke arah kawasan pabrik semen Padang, Indarung yang berada pada dataran tinggi sehingga membuat jalanan macet, namun banyak yang kembali ke rumah mereka setelah mendengar pengumuman tersebut.

Sementara itu informasi terakhir dampak akibat gempa itu belum diketahui secara menyeluruh, termasuk korban jiwa dan kerugian lainnya, meski banyak bangunan yang ambruk di beberapa lokasi.

Sejumlah bangunan pemerintahan seperti, kantor Dinas Pendapatan Daerah, Pekerjaan Umum di kawasan Jalan Khatib Sulaiman tampak ambruk, kaca-kaca dan dinding kantor Pusat Telkom di Jalan KH.A.Dahlan juga hancur bahkan hubungan telepon dari dan ke ibukota Sumbar itu sempat terputus.

"Sinyal telepon seluler saja baru muncul dan anda orang pertama yang menelpon saya karena pemancar sempat tidak berfungsi akibat goncangan gempa dan terputusnya aliran listerik, sedangkan kondisi fasilitas telekomunikasi lain belum tahu keadaannya karena masyarakat tampak masih panik mencari tahu keberadaan keluarga mereka," ujar seorang warga yang masih terlihat kalut.

Sejumlah gedung di kawasan Air Tawar juga mengalami kerusakan berat, seperti bangunan mini market, Suka Fajar, Capella, sementara gedung Perwakilan BPKP Sumbar juga rusak, tetapi Rumah Bagonjong, sebutan untuk Kantor Gubernur Sumbar, tampaknya terhindar dari kehancuran.

Bangunan kantor atau rumah-rumah warga kota yang tidak bertingkat tampaknya masih banyak yang aman, tetapi di kawasan sekitar atau pinggiran kota belum terpantau karena suasana maupun informasinya masih simpang siur.

Salah seorang warga asal Minang di Medan mengatakan, dampak gempa di kampungnya, di Sumani, Solok tidak membuat warga panik, tetapi di lokasi lain belum tahu, dan banyak juga warga yang sedang dalam perjalanan pulang dari sawah dan ladang yang tidak tahu terjadinya gempa.

Sebuah keterangan menyatakan, rasa cemas yang besar warga Padang muncul bila terjadi gempa adalah jika disusul tsunami karena itu warga agak lega setelah petugas dengan cepat atau sekitar 30 menit setelah goncangan gempa langsung diberitahu tidak bakal ada tsunami.

Sebagian besar wilayah Kota Padang berada di bibir pantai dengan ketinggian hanya beberapa meter dari permukaan laut, dan gempa dalam beberapa tahun terakhir sudah berulangkali mengguncang kota tersebut hingga membuat warga lebih waspada, kata seorang warga Medan yang baru mengunjungi kota itu.(red/*ant)

Selasa, September 29, 2009

Bayi Kembar Empat Lahir di Medan

MEDAN, MP - Tim dokter RSU Dr Pirngadi Medan, Selasa, berhasil melakukan operasi Cesar membantu kelahiran bayi kembar empat pasangan Dermawan Boru Manurung dan Suaminya bermarga Siregar warga Jalan Lumban Tanjung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.

Kondisi keempat bayi kembar perempuan yang lahir dalam keadaan normal itu masing-masing dengan berat 2,8 kg panjang tubuh 48 cm, bayi kedua 2,4 kg (45 cm), ketiga 2,2 kg ( 43 cm) dan keempat 2,5 kg (45 cm).

Salah seorang tim dokter yang merawat bayi tersebut, Dr. Leon Agutian SPA mengatakan, kelahiran bayi kembar empat saat itu tergolong langka, umumnya kelahiran bayi kembar hanya dua orang.

Ia mengatakan, salah satu faktor kehamilan ganda umumnya disebabkan gen orang tua maupun keluarga si anak.

Ditegaskan Dr. Leon, proses kelahiran bayi kembar yang saat ini dirawat di ruang Perinatologi rumah sakit tersebut, berjalan normal dan lancar, namun pihaknya akan terus memantau perkembangan bayi kembar itu.

Salah seorang tim dokter lainnya, Dr. Elida R Sidabutar mengatakan, sebelum dilakukan proses persalinan, pihaknya memperkirakan bayi dalam kandungan wanita itu kembar tiga.

"Berdasarkan USG (ultrasonografi) awal, bayi yang dalam kandungan pasien diperkirakan kembar tiga, namun setelah dilakukan operasi ternyata empat orang," katanya.

Ia mengatakan, usia kehamilan sang ibu yang mengandung empat bayi tersebut memasuki 38 minggu.

Megawati Boru Pardede nenek bayi kembar tersebut mengungkapkan, kelahiran bayi kembar empat tersebut merupakan kelahiran ketiga dari anak perempuannya itu, sedangkan anak pertama dan kedua tidak ada yang kembar.

Ia mengatakan, salah seorang dari keluarga mereka ada yang lahir dengan kondisi kembar, namun kelahiran bayi kembar empat merupakan yang pertama dalam keluarganya.

Saat usia kehamilan bayi kembar itu memasuki tiga bulan, ayah dari anak keempat itu tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Ia mengaku, merasa gembira ketika mendengar bayi kembar empat tersebut atau cucunya lahir dalam keadaan sehat. (red/*ant)

Senin, September 28, 2009

Mobil Tabrak Pohon Tujuh Balita Luka Parah

KULONPROGO, MP - Tujuh balita terluka parah setelah mobil Toyota Kijang yang mereka tumpangi menabrak pohon dan langsung masuk ke persawahan di jalan Brosot - Purworejo, Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (28/9) siang.

Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Kulonprogo, Ipda Risky mengatakan mobil dengan nomor polisi AB 8971 YE yang dikemudikan Igzanudin warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman itu ditumpangi isteri dan tujuh balita yang merupakan anak dan keponakannya.

"Saat itu mobil yang melaju kencang dari barat berusaha mendahului sebuah truk di depannya. Namun, entah karena apa, tiba-tiba sopir justru membanting stir ke kanan, sehingga menabrak pohon dan kemudian terperosok ke sawah dalam posisi nyaris terguling," katanya.

Menurut dia, akibat kejadian tersebut sopir bersama isteri dan tujuh anak balita itu mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan di Klinik `Riski Amelia Medika`, Lendah, Kulonprogo.

"Seluruh penumpang mobil tersebut mengalami luka serius, di antaranya patah tulang, lecet, dan memar-memar. Tidak terkecuali tujuh balita itu," katanya.

Pengemudi Igzanudin mengaku tidak tahu persis kejadian yang menimpanya, karena semua berlangsung sangat cepat.

"Kejadiannya sangat cepat, dan saya tidak tahu pasti mengapa saat mendahului truk saya tiba-tiba membanting stir ke kanan, dan kemudian menabrak pohon, hingga akhir kendaraan masuk sawah," katanya.

Ia mengatakan dirinya bersama isteri serta tujuh anak dan keponakannya berencana menghadiri syawalan di rumah saudaranya di Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

"Rencananya kami akan menghadiri syawalan keluarga di Kebumen, tetapi karena mendapat musibah ini, kami batalkan, apalagi isteri, anak dan keponakan, semuanya mengalami luka," katanya.(red/*ant)

Diserang Gajah, Dua Warga Tewas

JAMBI, MP - Serangan puluhan gajah Sumatra di areal pemukiman di perbatasan Kabupaten Tebo, Jambi dan Kabupaten Indragiri Hulu, Riau yang telah berlangsung sepekan masih berlanjut, bahkan dua warga tewas akibat amukan gajah tersebut.

Kepala Dusun Seranggeh, Kecamatan Penanap, Indragiri Hulu, Tapa ketika dikonfirmasi, Senin, menyatakan tewasnya dua warga tersebut terjadi sehari sebelum dan setelah Lebaran, namun ia tidak merinci nama-nama korban.

"Desa Seranggeh sebenarnya sudah rutin diserang gajah, namun pada tahun-tahun sebelumnya gajah masih bisa diusir ke luar desa," katanya.

Akibat serangan puluhan gajah pada Minggu (27/9) malam, satu rumah warga Desa Seranggeh, juga rusak, sebelumnya lima rumah permanen serta puluhan hektare kebun karet dan sawit masyarakat juga hancur.

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, sebagian warga desa di sekitar lokasi amukan gajah terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

"Semalam saya sedang bersilaturahmi ke rumah paman di Seranggeh, saya melihat banyak kotoran gajah di jalan poros. Kebun karet dan sawit warga di sepanjang jalan juga banyak yang dirusak," kata Tapa.

Hingga Minggu malam belum ada aparat berwenang yang turun ke lokasi untuk mengamankan warga dari amukan gajah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Wildilife Protection Unit (WPU), unit kerja sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan Frankfurt Zoological Society (FZS), kawanan gajah Sumatra (elephas maximus sumatranus) ini termasuk dalam kelompok gajah Riau.

Kelompok ini terpantau sering berada di areal eks hutan produksi PT Industries et Forest Asiatiques (IFA) yang merupakan habitat gajah karena topografinya yang landai dan banyak sumber makanan.

Namun, pemerintah mengubah jalur perlintasan gajah yang terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) ini menjadi lokasi transmigrasi dan hutan tanaman industri (HTI) kepada PT Tebo Mandiri Agro (TMA) untuk diubah menjadi tanaman monokultur yaitu ekaliptus dan akasia.

Hampir seluruh jalur lintasan gajah kini sudah berubah menjadi pemukiman dan perkebunan. Penduduk menanami area tersebut dengan tanaman karet dan sawit.

Pada saat kawasan eks PT IFA ini dibuka, gajah-gajah sempat menghilang selama tiga tahun, namun ketika tanaman sawit mulai tumbuh, gajah kembali melintas.

Gajah keluar dari hutan produksi eks PT IFA di bagian utara, menuju perbatasan hutan hingga ke perkebunan sawit. Pucuk-pucuk sawit muda yang tingginya belum sampai dua meter menjadi makanan favoritnya.

Konflik satwa liar dengan manusia merupakan buah dari kecerobohan pemerintah dalam mengeluarkan izin pengelolaan hutan, kata Counterpart FZS-BKSDA Jambi, Krismanko Padang.

Aspek ekologi mutlak diperhatikan dalam menentukan peruntukan suatu kawasan hutan, untuk mencegah konflik terulang, pemerintah harus mengalokasikan suatu kawasan khusus untuk gajah Sumatera.

Masih ada hutan alam di Blok Punti Anai dan eks PT IFA, perbatasan Kabupaten Inhu, Riau dan Kabupaten Tebo, Jambi yang kondisinya cocok untuk habitat gajah.

Jika area ini dikembangkan dapat menjadi penghubung antara koridor TNBT dan Taman Nasional Tesso Nilo, kata Krismanko.

Bila dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan korban di kedua belah pihak terus berjatuhan. Gajah Sumatra yang merupakan sub-spesies gajah Asia ini hanya tinggal di Pulau Sumatra.

Jumlahnya kini kurang dari 3.000 ekor dan lebih kurang 120 ekor berada di blok Bukit Tigapuluh. Sebagian besar gajah Sumatera mati dibunuh oleh manusia dengan berbagai cara.

Pembukaan hutan secara agresif untuk perkebunan telah merenggut 80 persen habitat gajah Sumatra, tambahnya.(red/*ant)

PNS Diminta Tidak "Mendownload" Situs Porno

MAKASSAR, MP - Pemerintah Kota Makassar meminta kepada pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak "mendownload" situs-situs porno karena kemajuan teknologi yang semakin canggih memungkinkan warga maupun PNS mudah mengaksesnya.

Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur di Makassar, mengatakan, pesatnya teknologi yang kian hari semakin canggih membuat penasaran para pengguna internet untuk mengakses situs-situs terlarang seperti film dan gambar porno.

"Kita tidak bisa nafikan kemajuan teknologi juga dibarengi dengan kecerdasan penggunanya untuk mengakses, meskipun sudah dilakukan pemblokiran situs internet namun tetap saja masih ada warga yang bisa mengaksesnya," ujarnya.

Ia mengatakan, banyaknya tindak kriminalitas khususnya pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh remaja bahkan para orang dewasa merupakan efek dari rasa ingin tahu dan mencoba yang tinggi.

Semua itu dilakukan karena sugesti dari banyaknya gambar-gambar dan film porno yang bisa setiap saat diakses melalui internet.

Karena itu, dirinya secara tegas meminta kepada setiap PNS Pemkot Makassar untuk tidak mengakses gambar-gambar dan film yang berbau porno.

"Saya minta kepada semua PNS Makassar untuk tidak mengakses situs-situs yang berbau porno baik itu gambar maupun film karena berefek pada psikolog individunya," katanya.

Ia juga menambahkan, bagi para PNS hendaknya memberikan pendampingan kepada anak-anaknya karena saat ini anak yang masih dianggap balita pun bisa mengaksesnya karena itu peran orang tua sangat diharapkan dalam pembelajaran teknologi informasi bagi setiap anak.

Selain itu, ia juga menegaskan akan memberikan sanksi kepada PNS yang ketahuan mengakses gambar maupun film porno.(red/*ant)

Sekeluarga Tewas Terjebak Kebakaran

PEKANBARU, MP - Satu keluarga yang terdiri atas suami-istri dan seorang balita, Senin tewas mengenaskan karena terjebak kebakaran yang menghanguskan enam kios di Pasar Pagi di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebagian besar bangunan yang terbakar adalah kios sembako.

Korban tewas adalah pasangan suami-isteri, Pendi (27) dan Rika (22). Sedangkan seorang korban lainnya anak dari pasangan tersebut diketahui bernama Sawil, bocah berusia empat bulan.

Seorang pedagang yang juga menjadi saksi mata, Siman, mengatakan bahwa api pertama terlihat dari toko sembako berlantai dua yang ditempati korban.

Siman mengatakan, warga sempat melempari batu kerikil untuk membangunkan korban, namun api cepat membesar sehingga penghuni tak sempat menyelamatkan diri.

"Mereka terjebak di dalam toko dan tak sempat keluar. Sedangkan toko itu tidak memiliki pintu keluar dari belakang gedung," ujar Siman.

Ia mengatakan, sekitar tujuh mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian tak lama setelah api berkobar. Namun, enam kios yang ada sudah terlanjur dilalap api karena mayoritas bangunan terbuat material kayu.

"Pedagang tak sempat membawa keluar barang dagangan mereka," ujarnya.

Seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran, Selly, mengatakan, tiga kios sembakonya ludes terbakar. Menurut dia, nilai kerugian yang dideritanya mencapai ratusan juga rupiah.

"Saya hanya sempat mengeluarkan uang tunai dan lemari es saja," katanya.

Sementara itu, Kapolsekta Sukajadi AKP Jonnedi mengatakan, jenazah ketiga korban baru bisa dievakuasi setelah dua jam terjadi kebakaran. Tiga korban ditemukan meninggal dunia ditemukan di dua lokasi berbeda.

Jenazah Pendi berada di lantai dasar, sedangkan istri dan anaknya ditemukan di lantai dua dalam kondisi berpelukan.

"Istri dan anaknya ditemukan di lantai dua, meninggal dalam kondisi ibu memeluk erat bayinya," kata Jonnedi.

Seluruh korban dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan telah dikembalikan ke kerabatnya. Sampai sekarang jenazah ketiganya masih di sana. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki.

Ia menambahkan, kebakaran ini merupakan yang pertama terjadi di Pekanbaru setelah Hari Raya Idul Fitri 1430 H. (red/*ant)

Jangan Terpancing Doktrin Aliran Sesat

MAMUJU, MP - Sejumlah tokoh Nasrani di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat mengimbau agar jemaat kristen tidak terpancing dengan doktrin aliran yang dapat menyesatkan umat yang ada di wilayah itu.

"Saya imbau kepada seluruh jemaat Nasrani yang ada di Mamuju agar jangan mudah terpengaruh terhadap ajaran sesat seperti salah satu Yayasan Pekabaran Injil Kemuliaan Allah pimpinan Herman Kemala di Manado, Sulawesi Utara," kata Pdt. Markus Lp.MDiv di Mamuju, Senin (28/9).

Menurut dia, di zaman sekarang ini tidak mengherankan jika banyak muncul aliran-aliran yang sesat karena itu telah digariskan dalam Firman Tuhan sesuai dengan ajaran Kristiani.

Namun demikian, sebagai umat Nasrani yang harus dilakukan adalah tetap mendekatkan diri kepada Tuhan dan jangan terpengaruh dengan organisasi yang dapat merusak tatanan agama sendiri.

"Organisasi keagamaan di Manado yang dinilai sesat itu sudah digariskan sesuai Firman Tuhan. tergantung manusianya apakah akan terpengaruh dengan ajaran itu atau tidak," tuturnya.

Ia mengungkapkan, kejadian-kejadian di beberapa wilayah di Indonesia seperti yang terjadi di Manado ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, jemaat Nasrani diharapkan supaya lebih jeli dan berhati-hati dalam menyikapi setiap kelompok baru yang bermunculan.

Markus yang juga anggota DPRD Mamuju ini menambahkan, munculnya organisasi agama yang dinilai sesat di kota Manado tersebut akibat pihak departemen agama yang kurang teliti dalam mengeluarkan legalitas eksitensi organisasi kegamaan.

"Kami menyesalkan kepada Departemen Agama, karena tidak teliti dalam mengeluarkan Legalitas eksistensi organisasi keagamaan," ujarnya.

Seharusnya kata Markus, pihak Departemen Agama berhati-hati dalam mengeluarkan legalitas sebuah organisasi karena akibatnya dapat menimbulkan keresahan di tengah-tengah ummat Nasrani itu sendiri.

Dia menambahkan, sebagai upaya menyikapi kejadian di kota Manado tersebut, pihaknya akan menyurat ke Departemen Agama RI di Jakarta agar legalitas setiap aliran-aliran yang tidak jelas itu segera dicabut, apalagi jika membawa dan mengatas namakan salah satu dari agama yang dampaknya dapat meresahkan masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan sebuah pemicu konflik baru.

"Kejadian di Manado telah memunculkan konflik baru yang kini telah meresahkan masyarakat," ucapnya.

Hal senada dikatakan Pdt. Kalvin Kalambo yang menyesalkan ajaran yang dilakukan oleh Herman Kemala yang ada di Manado yang sudah membuat umat Nasrani resah.

"Umat Nasrani sekarang mulai dirundung resah dengan ajaran Saudara Herman yang dapat memicu konflik internal agama nasrani sendiri," katanya.

Ia mengutuk ajaran tersebut dan meminta agar organisasi Yayasan milik Herman segera ditutup dan dicabut legalitasnya oleh Depag.

"Saya minta dicabut izin legalitasnya berdirinya ajaran yang diterapkan oleh Herman yang dinilai telah menyesatkan umat," pinta Kalvin yang juga anggota DPRD Sulbar ini. (red/*ant)

Gempa 5,5 SR Guncang Sukabumi

SUKABUMI, MP - Gempa berkekuatan 5,5 skalarichter (SR), Senin pagi, mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat,menyebabkan sebagian warga Kota dan Kabupaten Sukabumi berhamburan keluar rumah.

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, gempa yang cukup besar itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.26 WIB di lokasi 8.17 LS-107.23 BT (143 km Tenggara Sukabumi-Jabar) dengan kedalaman 10 Kilometer.

Salah seorang warga Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Hesti (26), mengaku dirinya langsung lari keluar rumah setelah gempa mengguncang Sukabumi.

"Saat itu saya sedang memasak dan ketika gempa terjadi saya langsung keluar rumah. Saya khawatir gempa tersebut dapat merubuhkan rumah saya," katanya.

Hesti menambahkan, tidak hanya dirinya yang keluar rumah tetapi saudaranya dan para tetangganya juga berhamburan keluar rumah.

"Saya dan suami saya baru masuk ke rumah setelah gempa tidak terasa lagi," katanya seraya mengatakan gempa hanya terasa beberapa detik saja.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, M Akasah, bahwa dirinya sangat merasakan gempa yang terjadi sebanyak dua kali itu.

"Getarannya cukup terasa, tapi tidak separah gempa yang terjadi pada Rabu (2/9) lalu," katanya.

Ia mengaku, gempa yang terjadi sebanyak dua kali dengan waktu 10 hingga 15 detik itu membuat dirinya dan keluarganya yang lain berhamburan keluar rumah.

"Meski guncangannya tidak sebesar gampa yang lalu, namun saya tetap khawatir guncangan gempa dapat merusak rumah," ucapnya.

Sementara itu, Camat Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Yana Mulyana, mengaku getaran gempa cukup terasa, tetapi tidak ada kerusakan rumah.

"Getaran gempa memang terasa tapi tidak terjadi kerusakan rumah seperti gempa yang terjadi pada awal September 2009," katanya seraya menambahkan pada gempa yang lalu sedikitnya 500 rumah warga rusak berat dan ringan.(red/*ant)

Feri Dumai Bocor, 260 Penumpang Panik

PEKANBARU, MP - Sekitar 260 penumpang hari Senin terpaksa dievakuasi dari Feri Dumai Ekspress setelah kapal tersebut mengalami kebocoran dalam perjalanan dari Dumai, Riau, menuju Batam.

Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Dumai, AKP Ariri, ketika dikonfirmasi dari Pekanbaru, Senin, mengatakan, laporan mengenai kebocoran kapal tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 08.30 WIB.

Ariri mengatakan, ratusan penumpang berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa.

"Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 260 orang, dan semuanya berhasil dievakuasi dengan selamat," katanya.

Menurut Ariri, feri tersebut merapat ke Pulau Rupat yang masih berada di wilayah Dumai setelah mengalami kebocoran. Kapal tersebut kini mulai merapat di pelabuhan setempat.

Upaya evakuasi penumpang, ujarnya, menggunakan lima kapal speed Satpolair Dumai yang berangkat dari Dumai. Tim penyelamat juga melibatkan TNI AL dari Lanal Dumai.

"Seluruh penumpang direncanakan akan dibawa kembali ke Dumai," ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab kebocoran belum bisa dipastikan. Berdasarkan informasi sementara, lanjutnya, air masuk dari bagian belakang feri. (red/*ant)

Minggu, September 27, 2009

Pegunungan Dieng Semburkan Lumpur Panas

BANJARNEGARA, MP - Kawah Sileri di Pegunungan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyemburkan lumpur panas dengan ketinggian yang tidak terukur dan radius lemparan material sejauh 200 meter.

"Kejadiannya semalam (Sabtu malam, red.), sekitar pukul 20:00 WIB dan hanya terjadi beberapa saat karena lumpur panas tersebut segera dingin dalam kurun waktu 30 menit," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Dieng, Tunut Pujiarjo di Banjarnegara, Minggu (27/9).

Akibat kejadian tersebut, kata dia, bibir kawah mengalami kerusakan dan beberapa material semburan merusak sebagian kecil lahan pertanian di sekitar Kawah Sileri.

Meski demikian, lanjutnya, peristiwa semburan lumpur tersebut tidak berbahaya karena merupakan letusan freatik yang sering terjadi, yakni pada 1944, 1964, 1984, dan 2003.

Disinggung kemungkinan adanya gas beracun yang dikeluarkan bersamaan semburan lumpur panas, dia mengatakan, hal itu belum terdeteksi meski kemungkinan tetap ada dengan konsentrasi yang sangat kecil.

Terkait letusan tersebut, dia mengatakan, kunjungan wisata di Kawah Sileri sebaiknya ditutup untuk sementara waktu, sedangkan kawah lainnya tetap dibuka untuk wisatawan.

"Kalau pun ada wisatawan yang hendak berkunjung ke sini (Sileri, red.), mereka hanya boleh melihat dari jarak 500 meter," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Banjarnegara, Agus Hermawan mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kondisi di lokasi kejadian.

"Peristiwa seperti ini memang sering terjadi dan tidak mengeluarkan gas beracun. Akan tetapi kami selalu mengingatkan wisatawan untuk tidak mendekati kawah," katanya.

Seperti yang diketahui, Kawah Sileri yang pernah beberapa kali meletus tersebut merupakan salah satu kawah aktif dan terluas di Pegunungan Dieng yang luasnya mencapai dua hektare, sehingga wisatawan hanya diperbolehkan melihat kawah dari jarak beberapa ratus meter. (red/*ant)

Penampungan Yatim Piatu Tangerang Terbakar

TANGERANG, MP - Penampungan yatim piatu, Yayasan Cut Nyak Dien yang terletak di jalan Raya KH Hasyim Ashari, Kelurahan Narogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten terbakar Minggu dini hari sehingga menyebabkan ratusan penghuni berhamburan ke luar gedung.

Penjaga tempat penampungan yatim piatu Yayasan Cut Nyak Dien Tangerang, Slamet dihubungi Minggu membenarkan adanya peristiwa kebakaran sehingga para penghuni harus dievakuasi ke tempat lain.

"Kami harus memindahkan ratusan anak yatim piatu ke lokasi lain seperti di mushalla dan sekolah dasar terdekat," katanya.

Menurut dia, diduga sumber api dari bangunan yang berada di belakang tempat penampungan tersebut akibat arus hubungan pendek listrik sehingga api dengan mudah menyambar ke gedung lainnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun atap tempat penampungan yang berlantai dua itu hancur dan sebagian gedung rusak.

Warga setempat juga berupaya membantu petugas pemadam kebakaran untuk menjinakan kobaran api dengan menyiram mengunakan peralatan seadanya.

Empat unit mobil kebakaran dari Pemkot Tangerang dan didukung dua kendaraan dari Pemkot Jakarta Barat mampu menjinakkan kobaran api sehingga tidak dapat menjalar ke lokasi lain.

Setelah berhasil menjinakan api, maka petugas Polsek Metro Cipondoh Tangerang berupaya untuk melarang warga untuk tidak berada di lokasi kejadian dan memasang garis polisi.

Slamet mengatakan, pihaknya saat ini berupaya untuk menenangkan para yatim piatu agar mereka tidak ke lokasi kebakaran karena ingin melihat sebagian pakaian dan perlengkapan sekolah yang hangus terbakar. (red/*ant)

Jafar Hafsah Calonkan Diri Sebagai Ketua KKSK

MAKASSAR, MP - Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Jafar Hafsah maju mencalonkan diri sebagai calon ketua kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) nasional periode 2009-2013.

Juru bicara Jafar Hafsah, Adnan Bachtiar Kusumah, di sela-sela musyawarah besar KKSS di Makassar, Minggu, mengatakan, pencalonan Jafar didukung 12 badan pengurus wilayah (BPW) setingkat provinsi dan delapan badan pengurus cabang (BPC) atau pengurus kabupaten se Indonesia.

"Pihak kami sudah mengadakan pertemuan dengan 12 ketua BPW dan delapan BPC Sabtu (26/9) malam. Diantaranya, pengurus dari Papua, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Batam. Mereka sepakat mendorong Jafar," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah pengurus KKSS daerah menilai, Jafar sudah memiliki pengalaman banyak di organisasi KKSS dengan latar aktivis dan pengurus organisasi kemasyarakatan tersebut sejak 1981.

Sehingga dengan begitu, Jafar yang merupakan Ketua DPP PAN diharapkan mampu menjembatani hubungan beberapa pihak di tubuh KKSS yang selama ini terkesan kurang harmonis.

"Jafar ingin menjadikan KKSS sebagai rumah bagi Sulsel. Selama ini ada kesan bahwa KKSS adalah milik kelompok-kelompok tertentu. Jadi ia ingin menghapus kesan itu," ujarnya.

Keberadaan mantan Dirjen Tanaman Pangan tersebut, kata Adnan, akan membuat KKSS tidak lagi menjadi milik sebuah partai tertentu, transparan dan mengakomodir semua kepentingan dan kemaslahatan warga Sulsel, baik yang ada di Sulsel maupun di perantauan.

Namun kendati optimistis dapat terpilih, beberapa kalangan di KKSS yang sedang melaksanakan musyawarah besar di Makassar, 26-27 September berpendapat, pencalonan Jafar akan menimbulkan resistensi tinggi sebagian pengurus.

Sebab, pada pemilihan presiden lalu, Jafar menjadi salah satu tim sukses Presiden Yudhoyono, sementara saat itu sebagian besar pengurus KKSS sepakat terus mendukung Jusuf Kalla. (red/*ant)

Jusuf Kalla Gelar "Open House" di Kampung

MAKASSAR, MP - Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar open house dan halal bihalal di kediamannnya jalan Haji Bau, No 16 Makassar sekitar empat jam, Minggu.

Dalam acara yang digelar setiap tahun tersebut, selain menerima warga, Wapres juga mengundang para pejabat daerah. Undangan yang tampak hadir antara lain Gubernur Sulsel, Walikota Makassar, Pangdam VII Wirabuana, dan Ketua DPRD Sulsel.

Dari pantauan di Makassar, Baik undangan maupun warga yang datang semuanya disambut oleh JK dan keluarga di ruang tamu kediaman sejak pukul 09.00 wita. Namun bedanya, undangan tidak perlu mengantri seperti warga.

Selain itu, undangan dijamu di halaman belakang rumah sementara warga usai bersalaman langsung diarahkan untuk menerima paket makanan dan lainnya di lokasi yang disiapkan tepat di sebelah kediaman.

Sebelumnya, JK dan keluarga dijadwalkan menerima undangan dan warga diterima secara terpisah. Undangan diterima pukul 10.00-11.00 wita dan warga pukul 11.00 - 13.00 wita.

Namun, warga sudah tampak mulai mengerumuni kediaman JK sejak pukul 07.00 pagi dan dengan setia menunggu kedatangan Wapres yang sempat melayat ke rumah duka almarhum mantan Hakim Agung RI, Prof Dr H Kaimuddin Salle di jalan Kakatua, Makassar, pukul 08.00 Wita.

Wapres dan istri hanya sekitar lima menit berada di rumah duka, kemudian langsung kembali ke kediamannya dan mulai menggelar halal bilhalal bersama warga.

Para undangan dijamu dengan berbagai jenis makanan khas Makassar serta penampilan dari dua grup musik perkusi dan rampak gendang.

Jusuf Kalla dan rombongan dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta pukul 16.45 wita.

Sebelumnya, Sabtu, 26 September 2009, Wapres membuka pertemuan Saudagar Bugis-Makassar, Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), menghadiri peresmian gedung Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan pengukuhan profesor di kampus Universitas Negeri Makassar. (red/*ant)

Sabtu, September 26, 2009

Boediono Dielu-elukan Masyarakat Banda

MALUKU, MP - Wakil Presiden terpilih Boediono dielu-elukan masyarakat Banda seusai meninjau rumah pengasingan tokoh nasional Muhammad Hatta di Desa Dwi Warna, Banda Naira, Provinsi Maluku, Sabtu.

Ratusan ibu-ibu yang sejak Sabtu pagi telah berjubel di pinggir jalan dr. Muhammad Hatta, terlihat bergembira sambil meneriakkan "Boediono-Boediono".

"Kami pendukung yang memenangkan Boediono dan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Presiden dan Presiden periode 2009-2014 di Banda," teriak ibu-ibu.

Bahkan sebagian ibu-ibu sambil menggendong anaknya mencoba menerobos barisan pengamanan karena ingin berjabat tangan dengan Boediono yang berada di mobil bersama Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.

Boediono yang ada di dalam mobil DE 15 KR lalu menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan kepada warga yang memaksa menerobos barisan pengamanan.

Petugas keamanan termasuk sejumlah personel Paspampres tidak bisa menghalangi niat kaum ibu itu, sehingga beberapa di antara mereka berhasil berjabat tangan dengan Boediono yang meladeni dengan senyum dan tetap berada di dalam mobil.

Ny. Indrayani (33) setelah berjabat tangan dengan Boediono terlihat bergembira ria sambil mencium tangannya. "Saya ini pendukung Boediono jadi merasa bangga bisa berjabat tangan langsung dengan pemimpin Indonesia lima tahun ke depan," katanya.

Rombongan Boediono setelah meninjau rumah pengasingan Muhammad Hatta langsung menuju penginapan Maulana dengan mendapat tepuk tangan dan sambutan meriah serta teriakan gembira masyarakat Banda yang berjubel di sepanjang jalan yang dilalui.

Di penginapan Maulana yang lokasinya persis di tepi laut Banda dan berhadapan dengan Gunung Api Banda, Boediono dan rombongan disambut sejumlah kora-kora berhiaskan bendera merah-putih dan penumpangnya memakai pakaian tradisional setempat.

Boediono yang terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden dalam kunjungannya selama dua hari di Banda, akan dianugerahi gelar adat tertinggi Banda, yang biasa disebut Kepala "Oranglima" Utama, serta melakukan penyelaman untuk menyaksikan langsung keindahan alam bawah laut Kepulauan Banda.

Boediono juga dijadwalkan mengunjungi Pulau Hatta dan Pulau Ssyahrir, mengunjungi istana mini yang menjadi replika Istana Bogor, gereja tua Banda, rumah budaya, agrowisata pala, gunung api, benteng Belgica dan tabur bunga di teluk Lautaka berkaitan dengan heroisme pejuang perempuan Boy Kerang saat melawan penjajah.(red/*ant)

Togel Tetap Tumbuh Subur

MALANG - Peredaran totohan gelap alias togel,atau lebih dikenal kupon putih (kupu) tetap tumbuh subur di daerah Kepanjen dan Malang bagian Selatan Jawa Timur.

Permainan judi terselubung yang memasyarakat ini menjadi salah satu alternatif dan harapan bagi orang-orang yang ingin capat kaya,tanpa banyak usaha dan modal dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti saat ini.

Di masyarakat pedesaan permainan ini menjadi favorit,karena apa,dengan hanya uang seribu rupiah, apabila tebakan jitu dua angka sang petaruh mendapatkan enam puluh ribu rupiah, tiga angka mendapatan tiga ratus ribu rupiah dan empat angka mendapatkan dua juta rupiah. Permainan ini dibuka selama lima hari dalam seminggu non stop satu bulan penuh.

Dari pantauan di lapangan, di setiap pengepul atau bandar kecil, dalam sehari omset mencapai empat ratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah sekali setor.

Banyangkan berapa perputaran uang dalam satu bulan di bursa judi gelap ini. Betapa besarnya, cukup untuk membantu korban bencana gempa bumi dan membangun rumah sakit internasional.

Penanganan kegiatan ilegal dan judi gelap ini harus menjadi perhatian khusus dari pihak berwenang terutama Kepolisian Daerah Jawa Timur, hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata atau tidak mau tahu. Karena apabila dibiarkan berlarut larut,bukan kesehjateraan yang didapat masyarakat, tapi kehancuaran ekonomi dan akhlak bangsa. (red/cok)

Bayi Terbesar Itu Bernama Muhammad Akbar Risuddin

MEDAN, MP - Bayi besar "raksasa" jenis kelamin laki-laki mencapai berat 8,7 kg dan panjang 62 cm yang lahir di RSU Abdul Manan Simatupang Kisaran, Sumatera Utara harus tetap diberikan air susu ibu (ASI).

"Dengan pemberian ASI itu, maka bayi tersebut akan tetap tumbuh dan selalu sehat dan dapat terhindar dari berbagai jenis penyakit," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, dr.Nur Rasyid Lubis di Medan.

Bayi besar yang diberi nama Muhammad Akbar Risuddin lahir di RSU Abdul Manan Simatupang, Senin (21/9) melalui operasi.

Muhammad Akbar merupakan anak ketiga dari pasangan Ani (30) dan Hasanuddin (32) warga Dusun I Desa Bulan Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumut.

Bayi pertama dari pasangan tersebut, juga dilahirkan mencapai berat badan di atas normal. Anak pertama mereka lahir dengan berat 5,3 kg dan anak kedua 4,4 kg.

Rasyid mengatakan, pemberian ASI secara teratur juga dapat menambah perkembangan bayi tersebut, sehingga dia (bayi) dapat dengan cepat tumbuh dewasa.

Pemberian ASI itu tetap dianjurkan bagi setiap ibu-ibu yang beranak kecil, selain mendapat asupan gizi yang baik dan memiliki protein yang terjamin dan begitu juga kesehatannya.(red/*b8)

Jumat, September 25, 2009

Maluku Diguncang Gempa Besar 5,9 SR

BENGKULU, MP - Wilayah Maluku pada sekitar pukul 16.06 WIB atau 18.06 WIT diguncang gempa besar berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR), terasa cukup kuat di Saumlaki dan berpotensi akan tsunami.

Informasi yang didapat dari Badan Meteolorogi Kelimatologi dan Geiofisika (BMKG), Jumat, mengatakan, gempa berkekuatan besar itu berada pada episentrum 6.4 Lintang Selatan (LS) atau 130.40 Bujur Timur (BT).

Gempa besar itu berada sekitar 202 Km Barat Laut Saumlaki-Maluku dengan kedalaman 90 Km dan sangat berpotensi timbulnya gelombang pasang besar (Stunami).

Guncangan gempa besar itu dirasakan antara II-III Modified Mercall Intensity (MMI) di Saumlaki dan sekitarnya.

Pada hari yang sama sebelumnya juga terjadi guncang gempa ber kekuatan 4,3 SR di berpusat di Barat Laut Nabire-Papua.(red/*ant)

Kapal Tim SAR Terbalik Saat Evakuasi Jenazah

PELABUHANRATU, MP - Nasib naas dialami oleh enam tim Search And Rescue (SAR) Kabupaten Sukabumi, pasalnya saat evakuasi jenazah korban, kapal yang ditumpangi tim SAR tersebut terbalik.

Dari informasi yang himpun Jumat, terbaliknya kapal milik Tim SAR diduga karena hempasan ombak yang cukup tinggi saat akan mengevakuasi korban kecelakaan laut. Namun pada kejadian tersebut, seluruh anggota Tim SAR yang berjumlah enam orang yang dipimpin oleh Humas SAR Kabupaten Sukabumi, Ucok, selamat.

Kejadian tersebut, sempat membuat panik anggota tim SAR lainnya, saat itu arus dan gelombang ombak Palabuhanratu, Sukabumi cukup besar. Keenamnya yang menggunakan "life jacket" langsung tercebur ke laut dan berusaha membalikkan kembali kapal yang terbalik tersebut. Tidak lama berselang akhirnya mereka berhasil membalikkan kembali kapal tersebut.

Pada kejadian tersebut, beberapa anggota SAR hanya lecet tetapi, kapal untuk evakuasi rusak dan beberapa bagian kapal retak-retak. Sehingga untuk sementara waktu kapal tersebut tidak bisa digunakan untuk mengevakuasi, karena kondisinya yang kurang baik dan tidak layak layar.

Humas SAR Kabupaten Sukabumi Ucok mengatakan, kejadian tersebut sempat membuat panik pihaknya, namun karena terlatihnya mereka kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. "Kami hanya mengalami luka lecet saja tapi kapal kami rusak," kata Ucok.

Kejadin tersebut tidak membuat semangat para anggota SAR mengendur, pihaknya akan kembali mencari korban laka laut yang belum ditemukan pada esok hari (Sabtu, 26/9).

Tetapi, dalam melakukan pencarian korban, pihaknya tidak akan menggunakan kembali kapal tersebut, rencananya pihaknya akan meminjam kapal milik Sat Polair Polda Jabar atau kapal milik nelayan."Kami akan memperbaiki dahulu kapal itu, namun kami terkendala minimnya dana untuk perbaikan kapal itu," tandasnya.

Korban Kembali Ditemukan Tim SAR


Tim Search And Rescue (SAR) Kabupaten Sukabumi, Jabar, Jumat menemukan lagi seorang korban kecelakaan laut yang terjadi pada Kamis (24/9) lalu.

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kecelakaan di daerah pantai Taman Dewata, Karanglaya, Palabuhanratu-Sukabumi sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban diketahui bernama Nuriadi (19) warga Cilangkap-Depok, pada saat ditemukan jenazah korban sudah mulai membengkak. Tim SAR yang mengevakuasi korban langsung membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu.

Keluarga korban tidak menyangka Nuriadi bisa menjadi korban keganasan laut selatan tersebut. Salah seorang keluarganya yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pada saat kejadian sebenarnya korban tidak jauh dari bibir pantai. Tetapi tiba-tiba datang ombak dan langsung menggulung korban. "Kami tidak menyangka Nuriadi meninggalkan kita begitu cepat," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim SAR Kabupaten Sukabumi Okih Pajri mengatakan pihaknya tidak sulit menemukan jenazah korban, karena untungnya tubuh korban tidak tersangkut di karang dan bebatuan.

"Tidak lama kami melakukan pencarian tubuh korban langsung terlihat mengambang di pantai Taman Dewata atau berjarak dua mil laut dari TKP, yakni Pantai Karanglaya," katanya.

Pihaknya menambahkan, sehingga saat ini sudah menemukan dua korban yakni Nuriadi dan Abdullah, kedua jenazah tersebut saat ini sudah dievakuasi dan sudah dibawa oleh keluarganya masing-masing setelah dilakukan visum dari rumah sakit.

"Untuk sementara kami hentikan pencarian satu korban lagi yakni Rusdibin warga Parungdengdek, Bogor karena waktu sudah mulai gelap," katanya.(red/*ant)

Wartawan dan Polisi Ricuh di Sulbar

MAMUJU, MP - Kericuhan antara puluhan wartawan dan polisi mewarnai acara pelantikan 45 anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang berlansung sekitar pukul 14.00 Wita, di Hotel Srikandi Mamuju, Kamis (24/9) kemarin.

Kericuhan antara aparat kepolisian dari Polres Mamuju dan wartawan terjadi ketika puluhan wartawan yang terdiri dari media cetak harian, mingguan dan elektronik hendak memasuki Hotel Srikandi Mamuju tempat acara pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulbar untuk melakukan peliputan.

Saat para wartawan mencoba memasuki pintu Hotel untuk melakukan peliputan mereka dihadang puluhan aparat Polres Mamuju yang melakukan pengamanan di depan hotel itu.

"Wartawan dilarang meliput jika tidak memiliki undangan, karena di dalam sudah ada wartawan dari TVRI Sulbar untuk menyiarkan acara pelantikan ini," kata Kepala Kurs Ops Reskrim Mamuju, Nur Iksan Nurdin yang memimpin pengamanan di depan Hotel Srikandi tersebut.

Para wartawan yang tidak menerima dilarang meliput akhirnya nekad menerobos barikade yang dibentuk aparat Polres Mamuju karena para wartawan beralasan mereka telah dibekali kartu identitas (Id Card) dari Humas DPRD Provinsi untuk meliput acara pelantikan tersebut.

Para wartawan yang sebelumnya hanya melakukan aksi adu mulut dengan polisi akhirnya terlibat aksi saling dorong yang menimbulkan kericuhan di luar gedung tempat pelantikan itu.

"Kami tidak terima dihalangi meliput acara pelantikan anggota DPRD Sulbar, karena kami juga memiliki Id Card sebagai izin untuk meliput acara ini dari Humas DPRD Provinsi Sulbar," teriak salah seorang wartawan mingguan, Mustamin, kepada polisi dengan nada menantang.

"Pelantikan ini adalah peristiwa kenegaraan yang harus di publikasikan kepada masyarakat, kalau kami betul tidak boleh meliput, mana aturannya bahwa wartawan dilarang meliput setiap acara seperti ini," ujarnya lagi

Ia mengaku kecewa dengan tindakan aparat pengamanan yang sangat berlebihan dilakukan aparat Polres Mamuju yang melarang kebebasan berdemokrasi yakni dengan melakukan penguburan terhadap undang undang Pers No.40 tahun 1999 tentang kekebasan wartawan dalam mencari berita

"Kami dilarang meliput berarti ini adalah pelecehan terhadap profesi wartawan dan undang undang pers," ujarnya

Kapolres Mamuju AKBP Anreas Hermanto yang disangka wartawan turun untuk menengahi kericuhan antara aparatnya dengan wartawan justru kembali meminta kepada wartawan agar dapat memahami bahwa wartawan dilarang meliput acara pelantikan anggota DPRD Sulbar tersebut karena sebelumnya sudah ada wartawan TVRI Sulbar yang meliput acara itu."Jangan salahkan kami karena hanya yang memiliki undangan yang boleh meliput," ujarnya.

Lalu kembali timbul kericuhan antara polisi dan wartawan tersebut. Namun kericuhan tersebut tidak berbuntut panjang dan berhasil direda ketika Kepala Bagian Humas DPRD Provinsi Sulbar, Mahyuddin kemudian memberikan penjelasan kepada polisi bahwa wartawan yang akan meliput acara pelantikan itu memang telah dibekali dengan Id Card yang sudah diberikan Humas DPRD Provinsi Sulbar

Polisi akhirnya mengalah dan membiarkan puluhan wartawan memasuki Hotel Srikandi Mamuju untuk meliput acara pelantikan anggota DPRD itu. Waduh, masih saja polisi kita over acting, masa wartawan dilarang ngeliput. (red/*ant)

Masyarakat Diminta Beri Masukan untuk Tim Lima

MEDAN, MP - Masyarakat dapat berpartisipasi dalam penyeleksian pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK dengan memberikan saran dan masukan kepada tim lima, termasuk kelebihan dan kekurangan calon yang akan diusung.

"Sikap itu lebih baik dari pada terus menghujat kebijakan yang diambil pemerintah," kata Gurubesar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Pro Dr Runtung Sitepu, SH, MHum di Medan, Jumat (25/9).

Sitepu menilai, kebijakan pemerintah dalam menyeleksi calon Plt pimpinan KPK merupakan langkah positif dalam memperkuat kinerja instansi pemberantas korupsi tersebut.

Apalagi tim yang bertugas melakukan penyeleksian itu terdiri dari lima personil yang berkualitas di bidangnya masing-masing dan memiliki kapabelitas yang tidak diragukan.

Di tim itu ada Menko Polhukkam Widodo AS, Menkumham Andi Mattalatta, mantan ketua KPK Taufiequrahman Ruki, anggota tim Wantimpres Adnan Buyung Nasution dan tokoh hukum Todung Mulya Lubis.

"Secara umum, tim itu sudah dapat dikatakan refresentatif dari masyarakat," terang Sitepu yang juga Dekan Fakultas Hukum USU tersebut.

Karena itu, kata dia, masyarakat tidak perlu memperpanjang polemik dengan menyebutkan pemerintah terlalu ikut campur dalam penegakan hukum, khususnya internal KPK.

"Justru, pembentukan tim lima untuk menyeleksi calon pimpinan KPK itu bukti pemerintah amat peduli terhadap penegakan hukum," ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat dapat berpartisipasi dan mengawasi proses penyeleksian itu dengan memberikan masukan dan data tentang kelebihan serta kekurangan sosok yang akan diusung tim lima.

Masukan dan data itu harus disampaikan ke tim lima agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses memilih dan menentukan calon Plt KPK tersebut.

"Jadi, jangan terus dipermasalahkan tetapi harus tetap diawasi," tandasnya.(red/*b8)

Pemudik Bersepeda Motor "Mengalir" ke Jakarta

KARAWANG, MP - Pemudik bersepeda motor yang hendak balik ke Jakarta dan sekitarnya terus "mengalir" di jalur Pantura Karawang pada H+4 Lebaran atau Kamis malam.

Pada arus balik Lebaran, para pemudik bersepeda motor yang melintasi jalur Pantura dari arah Cirebon ke Jakarta dan sekitarnya itu tetap melewati simpang Jomin, karena tidak bisa melalui jalur khusus sepeda motor, seperti selama arus mudik lebaran lalu.

Pemudik bersepeda motor yang melintas jalur Pantura dari Cirebon menuju Jakarta itu harus menyeberang jalan arah berlawanan atau jalur dari Jakarta ke Cirebon, untuk melintasi jalur khusus sepeda motor.

"Jalur khusus sepeda motor pada arus balik ini tidak diberlakukan, karena khawatir akan mengganggu arus lalu lintas di sekitar jalur Pantura Cikalongsari, Karawang," kata Kapolwil Purwakarta, Kombes Pol Jodie Rooseto, di Cikampek, Kamis.

Atas hal tersebut, pemudik yang balik ke Jakarta itu tetap melintasi simpang Jomin, kemudian lurus ke arteri Karawang hingga ke Jakarta.

Sesampainya di pertigaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Klari Karawang, petugas mengalihkan pemudik bersepeda motor itu melintasi jalan Bypass Karawang yang tembus ke Tanjungpura.

Sehingga pemudik bersepeda motor itu tidak melintasi daerah perkotaan Karawang.

Sementara itu, para pemudik bersepeda motor dari jalur Purwakarta-Bandung tujuan Jakarta tidak bisa melewati pertigaan Cikopo, karena petugas mengalihkan arus ke kawasan industri Kota Bukit Indah.

Sesampainya di pertigaan Cinangka, bisa belok kiri sampai pertigaan Dawuan atau ketika di pertigaan Cinangka, belok kanan yang tembus di daerah sekitar Cikopo, Cikampek.

Hingga kini, pemudik bersepeda motor masih melintasi jalan arteri Karawang. Sedangkan cuaca di sepanjang jalur sepeda motor itu masih cerah dan belum ada tanda-tanda akan turun hujan.(red/*ant)

Samarinda Berpotensi Jadi Persembunyian Teroris

SAMARINDA, MP - Kota Samarinda yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa memiliki potensi untuk menjadi tempat persembunyian teroris. Mengingat karakter masyarakat begitu terbuka serta tingginya jumlah pendatang ke "Kota Tepian" itu.

Hal itu diakui oleh Pemkot Samarinda serta lurah di Samarinda, Jumat (25/9).

Walikota Samarinda, Achmad Amins mengingatkan bahwa meskipun gembong teroris di Indonesia Nurdin M.Top telah menemui ajal di Surakarta pada 17 September 2009 namun warganya jangan lengah terhadap ancaman terorisme karena jaringannya diperkirakan belum lumpuh.

Pemkot Samarinda berharap agar pihak kecamatan, lurah, kepala desa dan RT lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama jangan mudah memberikan kartu tanda penduduk bagi warga pendatang.

"Termasuk di kelurahan kami, jumlah pendatang sangat tinggi, serta sikap warga yang sangat terbuka bagi orang asing, sehingga mengantisipasi masuknya teroris bersembunyi di daerah ini, kami melakukan berbagai upaya," kata Lurah Pelita, Muhammad Fahmi.

Ia menjelaskan bahwa mulai aparat kelurahan hingga satuan Rukun Tetangga (RT) sudah diintruksikan agar lebih meningkatkan koordinasi dengan warga masing-masing agar siaga terhadap kemungkinan masih adanya komplotan teroris.(red/pat)

Kamis, September 24, 2009

Sejumlah Pejabat Tangsel Belum Masuk Kerja

TANGERANG, MP - Sejumlah pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, tidak masuk pada hari pertama kerja, Kamis (24/9), usai libur Idul Fitri 1430 Hijriah.

"Ada kepala dinas, pejabat, dan beberapa pegawai pada hari pertama kerja tidak masuk," ujar Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), M Shaleh ketika melakukan inspeksi mendadak.

Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan ,Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP), Didi S Wijaya, dan Asisten II Kota Tangsel Ayi Ruhiyat, serta tiga staf pegawai Dinas Pendidikan Kota Tangsel adalah pejabat dan PNS yang tidak masuk.

"Kadis Kebersihan minta izin karena sedang sakit dan ada surat keterangan dari dokter, termasuk asisten daerah dan tiga pegawai yang meminta izin," kata wali kota.

Sidak Wali Kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, bersama jajaran pemerintahan daerah setempat dilakukan dengan mendatangi 20 kantor dinas serta kantor badan Kota Tangsel. Sidak dilakukan antara lain di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, DKPP, Badan Lingkungan Hidup Daerah.

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah, serta kantor Protokol berada di kompleks perkantoran Witanaharja, Pamulang, Tangsel. Sidak kemudian dilanjutkan ke kawasan Serpong, Tangsel, di antaranya ke kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Sekretariat Dewan.

"Semua PNS sudah masuk dan bagi mereka yang tidak masuk hari ini karena izin kita maklumi. Tetapi yang tidak memiliki izin akan diberikan sanksi tegas bahkan pemecatan," ancam wali kota.

Selain melakukan sidak, wali kota bersama Sekda Kota Tangsel juga melakukan pengecekan dengan teliti daftar hadir pegawai dari tiap-tiap dinas dan kantor badan Tangsel.

Sementara itu Asisten Daerah I Kota Tangsel Ahadi menyatakan, PNS di kantor kecamatan dan kelurahan seluruhnya hadir pada hari pertama kerja.

"Tujuh camat Tangsel dan 54 kepala kelurahan hadir pada apel pertama, begitupun dengan 600 PNS Tangsel hadir pada hari pertama kerja setelah libur Lebaran," katanya. (red/*wk)

Bus Terperosok di Tol Purbaleunyi

BANDUNG, MP - Sebuah Bus "Primajasa" jurusan Jakarta-Bandung di Tol Cipularang terperosok ke bahu jalan di KM 96 Tol Purbaleunyi, Kamis."Benar ada bus terperosok di KM 96 dekat daerah Gunung Hejo Purwakarta, bukan terguling tapi hanya terperosok," kata petugas jaga sentra komunikasi Tol Purbaleunyi, Saeful Jaka, ketika dihubungi wartawan.

Ia menjelaskan, salah satu ban pada bus tersebut terselip sehingga membuat bus tersebut terperosok.

Ekor bus di bahu jalan dan kepalanya di rumput. Tak ada korban jiwa ataupun luka, katanya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata petugas tersebut.

Dikatakannya, kecelakaan ini tak membuat arus lalu lintas tersendat karena body kendaraan berada di pinggir.

Para penumpang bus tersebut, kata Saeful, sudah diangkut oleh bus lainnya yang kebetulan lewat.

Sementara itu, berdasarkan data Posko Siaga Mudik RSHS Bandung, selama arus mudik Lebaran 2009, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menangani lebih dari 155 kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama arus mudik Lebaran 2009.

"Dari H-7 hingga Lebaran hari pertama (Minggu, (20/9) tercatat 155 kasus kecelakaan lalu lintas yang masuk di Instalasi Gawat Darurat(IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS)," kata salah seorang petugas IGD RSHS Bandung, dr Siti.

Ia menjelaskan, kasus kecelakaan lalu lintas paling terjadi pada hari pertama lebaran, yakni mencapai 47 kasus dari 159 kasus kunjungan IGD RSHS Bandung.

"Hampir sepertiga kasus yang masuk ke IGD pada saat Lebaran ialah kecelakaan lalu lintas. Angka tertinggi sejak IGD kita dijadikan Posko Siaga Mudik H-7 lalu," katanya.(red/*ant)

Ikan Pari Raksasa Kejutkan Wisatawan Tanjung Bira

BULUKUMBA, MP - Wisatawan pantai Tanjung Bira, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dikagetkan dengan munculnya seekor ikan pari raksasa jenis Manta Ray (Manta birostris), Kamis (24/9). Ikan yang memiliki dua sirip kepala berbentuk tanduk dengan panjang mencapai 6 meter ini diperkirakan memiliki berat ratusan kilogram.

Kehadiran ikan pari ini menjadi pusat perhatian dan objek photo pengunjung yang sedang menikmati masa liburan di pantai yang terkenal dengan keindahan pasir putihnya itu.

Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara yang tengah berlibur ke daerah itu terlihat bergantian mengabadikan peristiwa yang langka tersebut.

Ikan pari itu ditemukan terperangkap di jaring milik seorang nelayan Bulukumba bernama Mohammad (41) yang diperkirakan ditemukan di sekitar kawasan wisata pantai Bira.

Mohammad sempat mengalami kesulitan saat akan menarik hasil tangkapannya itu ke bibir pantai, meski dia telah dibantu oleh puluhan pengunjung pantai Tanjung Bira dengan menarik tali.

Rekan-rekan nelayan berencana akan melepaskan kembali ikan pari tersebut ke laut namun ikan yang ditemukan itu dalam kondisi lemah dan banyak luka. Akhirnya, para nelayan ini terpaksa memutuskan memotong daging ikan tersebut menjadi beberapa bagian untuk dijual.

Menurut nelayan setempat, dalam beberapa tahun terakhir ini jarang sekali nelayan yang berhasil menangkap ikan pari berukuran raksasa di sekitar pantai Tanjung Bira.

Tanjung Bira sendiri terletak sekitar 40 kilometer dari pusat kabupaten Bulukumba, atau sekitar 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan mobil angkutan umum.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel.(red/*ant)

Tol Jakarta-Cikampek Macet

KARAWANG, MP - Petugas mengalihkan arus lalu lintas ke jalan arteri Karawang menyusul terjadinya kepadatan kendaraan hingga memacetkan beberapa titik jalan Tol Jakarta-Cikampek jalur B atau jalur dari Cikampek menuju Jakarta, Kamis (24/9).

Di antara titik kemacetan yang terjadi di jalan Tol Jakarta-Cikampek itu ialah di sekitar KM 66 atau titik pertemuan arus antara kendaraan dari gerbang Tol Cikampek dan Tol Cipularang. Faktor lainnya ialah meningkatnya volume kendaraan yang melintas, dan lain-lain.

Berdasarkan pantauan, kendaraan dari jalur Pantura tujuan Jakarta yang melalui gerbang Tol Cikampek sudah dialihkan di simpang Jomin menuju jalur arteri Karawang oleh petugas setempat.

Di simpang Jomin itu, petugas mengalihkan agar para pengendara roda empat, termasuk bus yang melintasi jalan layang Jomin, untuk selanjutnya ke jalan arteri Karawang.

Dari jalan arteri Karawang tersebut, pengendara dari jalur Pantura tujuan Jakarta tidak bisa masuk ke jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui gerbang Tol Kalihurip, karena petugas sudah memblokir jalan menuju gerbang Tol Kalihurip itu.

Para pengendara tujuan Jakarta yang dialihkan ke jalan arteri Karawang dari simpang Jomin tersebut baru bisa masuk ke jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan memasuki gerbang Tol Karawang Timur.

Kapolwil Purwakarta, Kombes Jodie Rooseto, mengatakan, pihaknya memiliki beberapa cara dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan di gerbang Tol Cikampek hingga ke dalam jalan tol pada arus balik lebaran 2009.

Bentuk antisipasi kepadatan kendaraan yang dilakukan itu ialah dengan mengalihkan kendaraan yang melintas dari jalur Pantura tujuan Jakarta ke gerbang Tol Kalihurip.

Jika gerbang Tol Kalihurip tidak bisa menampung arus lalu lintas, maka kendaraan tujuan Jakarta akan dialihkan melalui gerbang Tol Karawang Timur, dengan melintasi jalan arteri Karawang dari jalur Pantura.(red/*ant)

Kendaraan Roda Dua Banjiri Suramadu

BANGKALAN, MP - Kendaraan roda dua Rabu malam mulai "membanjiri" pintu masuk tol jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sisi Madura tepatnya di Desa Sekar Bunguh, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Antrean kendaraan roda dua terlihat memanjang diperkirakan mencapai sekitar 600 meter. Pengendara sepeda motor tampak berdesak-desakan untuk membeli tiket tol di loket. Bahkan ada pengendara yang hampir jatuh ketika saat berebut membeli tiket.

Menurut Kapolsek Sukolilo AKP Mustadji, kepadatan arus lalu lintas di Suramadu mulai Rabu sore, akan tetapi waktu itu tidak membludak sebagaimana saat ini.

Polisi sudah melakukan pengaturan di loket Suramadu dengan menerjunkan semua petugas yang memang sedang melakukan piket.

"Sebab kalau tidak diatur para pengendara motor dengan seenaknya masuk ke loket tanpa memperhatikan pengendara lain," terang AKP Sutadji, Rabu malam.

Meski terjadi kepadatan kendaraan di pintu tol Suramadu sisi Madura, Sutadji memprediksi hal itu tidak akan berlangsung lama.

"Paling tiga sampai empat jam. Kondisinya kan berbeda dengan di dermaga Kamal. Kalau disana antrian akan berlangsung lama. Soalnya bongkar muat penumpang membutuhkan waktu lama," katanya.

Menurut Sutadji, kepadatan arus lalu lintas di jembatan Suramadu, bukan hanya kali ini akan tetapi juga terjadi Rabu siang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kalau siang tadi antrean di Suramadu ini hingga mencapai 800 meter. Sekarang sudah lebih sedikit. Kami mengimbau kepada para pemudik agar lebih berhati-hati agar selamat sampai tujuan," ujarnya.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Mustafa, mengatakan, dirinya kembali setelah Idul Fitri karena cuti bersama telah habis.

"Daripada berangkat besok terburu-buru, lebih baik balik sekarang agar bisa istirahat," ucap Mustofa.(red/*ant)

Banjir Melanda Ruas Jalan di Samarinda

SAMARINDA, MP - Hujan yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu sore sejak pukul 15.00 WITA - 16.00 WITA mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang air.

Dilaporkan, hujan deras disertai angin kencang melanda kota Samarinda sejak pukul 15. 00 wita hingga pukul 16. 10 wita.

Pantauan, di Jalan Cendana, ketinggian air mencapai 20 hingga 30 centimeter.
Puluhan pengendara terpaksa berbalik arah karena takut terjebak banjir. Sementara, beberapa kendaraan terlihat mogok akibat nekad menerobos banjir.

"Padahal, hujan beberapa saat saja tetapi air langsung menggenangi sebagian jalan di Jalan Cendana," ungkap seorang pengguna jalan.

Banjir yang melanda Jalan Cendana sepanjang 300 meter tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup panjang akibat banyaknya pendendara yang memutar haluan.

Bahkan, banjir yang melanda Jalan Cendana mulai di depan SDN. 11 hingga di simpang tiga Jalan Banggeris, juga menggenagi puluhan rumah warga.

"Kami khawatir genangan air akan terus bertambah sebab biasanya banjir yang terjadi di Samarinda juga kiriman dari daerah Sempaja," ujar seorang warga Jalan Cendana.

"Memang, jalan ini sudah menjadi langganan banjir. Selain sistem drainase yang kurang baik juga akibat rendahnya jalan sehingga hanya dengan hujan sedikit saja, air pasti tergenang di jalan," ujar warga tersebut.

Genangan air sepanjang 500 meter juga terlihat di Jalan P. Antasari. Ketinggian air di kawasan ini mencaai 10 hingga 20 centimeter.

Banjir juga melanda sebagian Jalan Juanda. Walaupun ketinggian air hanya 10 hingga 15 centimeter namun air juga terlihat menggenangi halaman Kampus Universitas 17 Agustus Samarinda.

Genangan air juga melanda simpang empat Mall Lembuswana hingga di Jalan Yamin dan sebagian Jalan dr. Sutomo.

Ketinggian air di pusat Kota Samarinda tersebut mencapai 20 hingga 30 centimeter.

"Kami berharap air segera surut sehingga banjir tidak meluas hingga ke kawasan pemukinan," ungkap seorang warga Jalan dr. Sutomo.

Namun, sebagian warga tetap khawatir banjir yang melanda Kota Samarinda beberapa bulan lalu akan kembali terulang.

"Kami sudah trauma dengan banjir yang berulang-ulang terjadi di Samarinda. Jadi, kami berharap semoga air yang menggenangi jalan segera surut dan sehingga tidak meluas," harap seorang warga Samarinda, Sari.(red/pat/*ant)

Hotel Termewah Palangkaraya Dibobol Pencuri

PALANGKARAYA, MP - Aquarius Boutique Hotel, penginapan termewah di Palangkaraya berhasil dibobol pencuri dengan perkiraan total kerugian sebesar 353 juta rupiah.

"Pencurian itu baru ketahuan Selasa (22/9) pagi dan setelah itu dilakukan pengecekan barang di setiap lantai baik kamar maupun tempat hiburannya," kata salah seorang pegawai Hotel yang namanya tidak mau disebutkan, di Palangkaraya, Kamis (24/9).

Menurutnya, barang-barang yang berhasil dicuri itu adalah peralatan sound sistem dan elektronik seperti mixer, LCD Projektor, serta peralatan lainnya.

Ruangan yang barangnya kehilangan itu berada pada lantai satu di Vino Club dan lantai tiga di aula serba guna.

Dia mengatakan, pihaknya baru tahu ada peralatannya yang dicuri setelah pegawai hotel melakukan pengecekan barang saat ingin menggunakannya.

"Kami baru tahu ada pencurian di lantai tiga, dan langsung melakukan pengecekan di setiap lantai baru ketahuan bahwa Vino Club yang berada di lantai satu juga kehilangan barang yang sama," ucapnya.

Dijelaskannya saat ini yang menjadi tersangka adalah dua orang teknisi pegawai hotel itu sendiri.

Dua orang pegawai itu setelah diteliti sudah tidak pernah masuk terhitung sejak tanggal 19 September 2009, sehari sebelum Lebaran, ucapnya.

Diperiksa ke tempat tinggal kedua orang itu juga sudah kososng tidak ada yang menempati, namun nama, wajah dan ciri-ciri pelaku sudah dikantongi pihak kepolisian.

Sampai saat ini pihak management hotel dan kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan karena kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.(red/*ant)

Puncak Arus Balik H+6 Hingga H+7

GILIMANUK, MP - Meskipun kondisi arus balik di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai meningkat, namun kondisi itu belum pada puncaknya.

Manager Operasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk, Ospar Silaban ketika dikonfirmasi dari Denpasar, Kamis (24/9), memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada H+6 (26/9)hingga H+7 (27/9) Lebaran tahun ini.

Hal tersebut karena banyak warga yang masih memanfaatkan libur lebaran hingga akhir pekan ini.

Mengenai arus balik wisdom yang memanfaatkan libur Lebaran di Bali, Ospar mengatakan sudah mulai meningkat namun tidak sampai terjadi antrean panjang.

"Arus balik wisdom ke Jawa terus meningkat, namum arus tersebut tidak terlalu riskan, mengingat sebagian besar wisdom yang datang ke Bali menggunakan kendaraan roda empat, sehingga pengaturnya lebih mudah," jelasnya.

Terkait sistem pengamanan yang dilakukan, Ospar mengatakan, bahwa untuk sistem pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk masih cukup ketat.

"Pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk masih ekstra ketat, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyusupan orang yang berniat melakukan tindak kejahatan dengan memanfaatkan situasi arus balik lebaran," ucapnya.

Ospar mengharapkan bagi yang akan menggunakan jasa penyebrangan Gilimanuk, diimbau untuk selalu mengikuti aturan dan petunjuk yang ada. sehingga tercipta situasi aman dan nyaman.(red/*wk)

Busyet 600 PNS Pemprov Jabar Bolos

BANDUNG, MP - Sebanyak 600 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jabar serta 42 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bolos pada hari pertama kerja pasca Lebaran 2009.

"Jumlah pegawai yang bolos pada hari pertama kerja ini sekitar empat persen dari, sebagian besar tanpa alasan yang jelas," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satpol Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat, M Hidayat di Bandung, Kamis (24/9).

Menurut Hidayat, jumlah PNS di lingkungan Pemprov Jabar dan 42 SKPD berjumlah sekitar 15.750 orang. Sebanyak empat persennya masih belum masuk kerja, diduga masih berada di kampung halamannya setelah Lebaran 2009 lalu.

Pada hari pertama kerja itu, Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan, Kasatpol PP Jabar M Hidayat serta pejabart Pemprov Jabar lainnya menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat.

Hasil sidak itu, rata-rata jumlah PNS yang bolos dari hasil pengecekan daftar absensi sekitar empat persen.

"Jumlahnya tidak signifikan, namun tetap akan dilakukan tindakan administrasi berupa teguran hingga sanksi administrasi," tegasnya.

Menurut dia, PNS yang bolos kerja akan dicek trek rekor kehadirannya, termasuk pula pada hari pertama kerja pada Lebaran 2008 lalu. Bila didapati pada tahun lalu juga bolos, makan akan dilakukan sanksi administratif sesuai dengan aturan yang ada.

"Dari dan rekaman kehadiran PNS setahun lalu itu ada di file BKD dan di kantor masing-masing, bila Lebaran tahun ini kembali bolos kerja, jelas akan ketahuan. Bila terus-terusan bolos seperti ini sanksinya bisa penurunan pangkat," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya meminta agar PNS yang bolos dimintai keterangan alasan mereka tidak masuk kerja pada hari pertama pasca Lebaran itu.(red/*b8)

Ratusan Rumah Mewah di Tangsel Tak Berizin

TANGERANG, MP - Ratusan rumah mewah di sejumlah perumahan elite Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

"Kita belum memiliki data angka pasti. Namun diperkirakan terdapat ratusan rumah mewah yang berdiri di beberapa perumahan tertata di Tangsel tidak mengantongi IMB," ucap Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel Mursan Sobirin di Tangerang, Kamis (24/9).

Mursan menyatakan, rumah-rumah dimaksud sebelumnya hanya lantai satu, namun kemudian dirombak menjadi rumah lantai dua oleh pemiliknya, tanpa melaporkannya kepada BP2T Tangsel.

"Banyak pemilik rumah tidak perduli dengan kepemilikan IMB dan ini jelas melanggar ketentuan yang berlaku," ujar Mursan.

Ia mengungkapkan, rumah mewah yang berdiri tanpa IMB, di antaranya berada di Perumahan Vila Serpong, Vila Dago Tol, Giri Loka I dan II Bumi Serpong Damai, Bintaro Jaya, Perumahan Celesta dan Verona, Serpong, Tangsel.

Tidak hanya itu, di perumahan Serua Indah Ciputat, Vila Mutiara Ciputat serta rumah mewah Alam Sutera, diakui Mursan, banyak pemilik rumah yang membangun rumah dua dan tiga lantai tanpa memiliki IMB.

Dia menganjurkan, pemilik rumah untuk segera mengurus IMB bila ingin membangun rumah dua lantai agar nyaman ditempati.

"Jika pemilik rumah dua lantai tidak memiliki IMB, BP2T akan menginstruksikan kepada Satpol PP untuk membongkar rumah itu tanpa terkecuali," ujar Mursan.

Selain itu, Mursan mengatakan, puluhan rumah elite yang tersebar di Tangsel telah beralih fungsi dari bangunan rumah menjadi tempat usaha.

Rumah elite tersebut sejatinya dilarang untuk dijadikan tempat usaha, karena izin rumah tersebut hanya dijadikan tempat tinggal, bukan untuk tempat usaha.(red/*b8)

Kasus Perselingkuhan Picu Perceraian PNS

BANGKALAN, MP - Kasus perceraian bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dipicu perselingkuhan.

"Tapi, faktor perselingkungan dari salah satu pasangan, hanya sebagian kecil," kata Kepala Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Imam Muljadi, Kamis (24/9).

Disamping perselingkungan, sambung Imam, penyebab lain keretakan rumah tangga para PNS juga karena faktor ekonomi. Sehingga para PNS memilih mengakhiri rumah tangganya daripada mempertahankan keutuhannya.

"Sebab, pendapatan antara istri dan suami tidak sama. Jika pendapatan sang istri lebih besar dari suami, biasanya keretakan rumah tangga mereka mulai terjadi. Sebelum akhirnya muncul perceraian," ucapnya.

Menurut Imam, paling besar penyebab kasus perceraian PNS yakni sudah tidak adanya lagi kecocokan dari masing-masing pasangan. Sehingga mereka memilih bercerai tanpa memikirkan masa depan putra-putrinya.

"Dari ketiga faktor inilah yang paling besar penyebab kehancuran rumah tangga para PNS adalah ketidakcocokan dari masing-masing pasangan," ujarnya.

Imam menambahkan, dalam setahun angka perceraain PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan terjadi sebanyak 12 kasus. Bila dirata-rata setiap bulan ada satu kasus perceraian bagi PNS.

"Dan angka itu belum ada penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu yang sama-sama 12 kasus perceraian dalam setahun," ungkapnya.

Imam berharap, bagi para PNS supaya tidak mengambil sebuah keputusan yang gegabah dalam rumah tangga. Sebab, akibatnya akan fatal seperti perceraian dan yang menjadi korban adalah anak-anak mereka.

"Seharusnya orang dalam berumah tangga harus saling pengertian. Supaya perceraian dapat dihindari," katanya. (red/*ant)

Korban Tewas Pelabuhanratu Semuanya Mahasiswa

PALABUHANRATU, MP - Tiga korban tewas terbawa arus laut Palabuhanratu, Sukabumi diduga adalah mahasiswa yang sedang liburan.

Dari informasi yang dihimpun, tiga korban tersebut adalah Nuriadi (19) warga Cilangkap-Depok, Abdullah (20) warga Cimanggis-Depok dan Rusdibin (21) warga Parungdengdek, Bogor. Ketiga jasad korban saat ini masih dalam pencarian pihak Search and Rescue (SAR) Kabupaten Sukabumi.

Tim SAR yang diturunkan berjumlah 6 personel, selain itu petugas Sat Polair Polda Jabar turut membantu dalam pencarian jasad korban. Diduga korban masih tersangkut karang dan belum ada tanda-tanda ditemukannya jasad korban.

"Kami masih melakukan pencarian terhadap ketiga korban, saat ini pencarian difokuskan ke tengah, karena pada saat tenggelam korban berada di tengah laut, dan mungkin jasad korban tersangkut karang sehingga jasad korban tidak muncul," kata Humas SAR Kabupaten Sukabumi Ucok kepada ANTARA News, Kamis.

Ia menambahkan, selain itu, pihaknya juga melakukan penyisiran ke beberapa pantai terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP) yakni di Pantai Karangnaya dan Pantai Citepus.

"Kamo terus menyisir pantai, dan kami tetap bersiaga khawatir ada korban lain," tambah Ucok. (red/*ant)

Jenazah Adib 'Sang Teroris' Dimakamkan di Solo

SOLO, MP - Keluarga Susilo alias Adib, seorang yang tewas dalam penyergapan Noordin M Top pekan lalu, akan memakamkan jenazah Adib di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Meskipun mendapat tentangan dari sebagian masyarakat Kota Solo, keluarga belum berencana memakamkan jenazah Adib di kota lain," kata salah satu anggota kuasa hukum keluarga Adib, Muhammad Saifudin di Solo, Kamis.

Akan tetapi, dia mengatakan, keluarga Adib belum bisa memastikan tempat pemakaman jenazah Adib.

"Saat ini Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimoloyo, Kagokan, Kota Solo, masih menjadi alternatif pertama tempat pemakaman jenazah Adib karena belum ada aksi penolakan di daerah tersebut," kata Saifudin yang berasal dari Tim Pembela Muslim (TPM).

Selain itu, kata dia, pihak keluarga juga masih mempertimbangkan sejumlah TPU lainnya untuk dijadikan tempat pemakaman jenazah Adib.

"Jika aksi penolakan terus berlanjut, TPU di Kecamatan Kalijambe, kabupaten Sragen, yang sebelumnya dijadikan tempat pemakaman Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono, akan dijadikan alternatif lain," kata dia.

Hingga saat ini, kata dia, aksi-aksi tersebut belum berpengaruh pada rencana dimakamkannya jenazah Adib.

"Aksi penolakan yang ada tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab,".

Muhammad Saifudin mengatakan, pihak keluarga dan kuasa hukumnya akan melakukan rapat Kamis malam (24/9) untuk memastikan tempat pemakaman Adib.

Sementara itu, keluarga Adib yang diwakili kakak Adib, Sugiyanto, dengan disertai kuasa hukumnya, Anies Prijo Ansharie, berangkat ke Jakarta untuk menjemput jenazah Adib dan melihat kondisi istri Adib, Putri Munawaroh, yang sedang dirawat di Jakarta.

Mereka dijadwalkan datang di Mabes Polri pada Jumat (25/9) pukul 10:00 WIB.

Aparat menyergap anggota teroris di rumah yang disewa Susilo yang berada di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Kota Solo, pada Kamis (17/9).

Penyergapan tersebut mengakibatkan empat orang tewas, yaitu Noordin M Top, Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto, dan Ario Sudarso, serta satu orang lainnya yang luka parah, Putri Munawaroh yang juga istri Susilo. (red/*ant)

Tabrakan di Tuban Tujuh Tewas

BOJONEGORO, MP - Tabrakan antara bus Jaya Utama dengan mini bus Susuki Carry di jalur pantura di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar Tuban, Jawa Timur, Kamis pukul 10.45 WIB mengakibatkan tujuh orang tewas.

"Kami masih belum penyebab pasti terjadinya kecelakaan itu," kata Kasubag Lantas Polwil Bojonegoro, Kompol Gufron LI, Kamis. Dua kendaraan tersebut berjalan dengan kecepatan tinggi dan beradu muka.

Jaya Utama dengan No. L 8985 NO yang dikemudikan Nasri (24), asal Desa Modo, Kecamatan Modo, Lamongan, yang berjalan dari arah timur, bertabrakan dengan Susuki Carry dengan No. N 1882 AC yang dikemudikan Mashuri (47), asal Malang.

Dari keterangan yang diperoleh, ketika itu, kendaraan Susuki Carry dari arah barat berjalan oleng dan melaju mengambil jalur di jalan kendaraan dari arah berlawanan.

Mashuri dengan keluarganya baru berlebaran dari Kudus, Jawa Tengah dan dalam perjalanan pulang ke Malang.

"Tujuh korban yang tewas sekarang dirujuk ke RSUD Dr. Koesma Tuban, termasuk yang menderita luka-luka," kata Gufron menjelaskan.

Mereka yang tewas, dari satu keluarga yakni pasutri Mashuri (47) dan Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9) dan dan seorang balita berusia tujuh bulan, Naswa. Mereka semua, warga jalan Kolonel Sugiono 5 Malang.

Korban meninggal lainnya yakni Paeman (40), asal Sragen, Jawa Tengah, dari awak bus Jaya Utama. Selain itu, ditemukan tiga korban luka parah dari penumpang bus dan sekarang ini terpaksa harus menjalani rawat inap di RSUD Dr. R.Koesma, Tuban, M. Kholiq (38), Rotun (25) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, Intan Nurcahyati.(red/*ant)

Rabu, September 23, 2009

KA Pengangkut BBM Terguling di Lawang

MALANG, MP - Kereta api (KA) pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang baru kembali dari Stasiun Kotalama Malang, Jawa Timur, dengan tujuan Surabaya, Rabu, (23/9) terguling di dekat Stasiun Lawang.

Wakil Kepala Stasiun KA Kotabaru Malang, M Irfan, menyebutkan, rangkaian gerbong sebanyak 18 itu berangkat dari Stasiun Kotalama sekitar pukul 12.30 WIB menuju Surabaya, namun ketika mendekati Stasiun Lawang sekitar pukul 13.05 WIB tiba-tiba oleng dan tujuh gerbong di antaranya terguling dan menabrak sebuah rumah toko di kawasan itu.

"Saat ini kami masih konsentrasi mencari penyebab tergulingnya rangkaian KA pengangkut BBM yang kosong itu. Sedangkan kru KA yang terluka yakni Devi dan Jeremi sudah dievakuasi ke RS terdekat agar mendapatkan perawatan intensif," katanya.

Hanya saja, katanya, dirinya masih belum tahu kondisi masinis KA yakni Suparmanto, serta asisten masinis dan teknisi KA. Oleh karena itu, pihaknya berupaya secepatnya melacak keberadaan mereka.

"Mudah-mudahan saja mereka selamat seluruhnya dan rangkaian gerbong yang keluar dari relnya juga bisa segera dievakuasi agar arus lalu lintas (lalin) bisa lancar kembali," tegasnya.

KA pengangkut BBM yang terguling di dekat Stasiun Lawang Kabupaten Malang itu dalam kondisi kosong, karena baru "setor" BBM ke Depo pengisian Pertamina di Malang. KA dengan 18 rangkaian gerbong tersebut, tujuh gerbong di antaranya terguling dan keluar dari rel.

Akibat tergulingnya beberapa rangkaian gerbong KA pengangkut BBM tersebut, arus lalin di kawasan Kecamatan Lawang macet total, terlebih jalur tersebut merupakan jalur poros yang menghubungkan wilayah Malang dengan Pasuruan dan Surabaya. (red/*ant)

Borobudur Targetkan 190 Ribu Pengunjung

MAGELANG, MP - Jumlah wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), selama libur lebaran ditargetkan sekitar 190 ribu orang.

Untuk mengatasi lonjakan jumlah pengunjung, pihak pengelola menyediakan sarana pendukung, antara lain hiburan tambahan dan tempat parkir.

"Target 190 ribu pengunjung naik dari libur lebaran tahun sebelumnya yang mencapai 140 ribu pengunjung," terang Direktur Umum Personalia PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko, Retno Hardiasiwi, Rabu (23/9).

Pada H+1 dan H+2, kunjungan wisatawan ke candi peninggalan Wangsa Syailendra ini mencapai puncaknya. Kondisi ramai ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir pekan. Hiburan tambahan yang disiapkan pihak pengelola wisata, antara lain berupa balon udara yang bisa dinaiki pengunjung serta atraksi budaya, seperti kesenian rakyat, rebana, dan wayang kulit.

"Untuk balon udara bisa memuat dua orang. Harga tiketnya Rp20 ribu per orang. Balon udara ini bisa naik ke ketinggian 10 meter selama 10 menit, tidak bisa bergeser, hanya naik turun saja sembari menikmati keindahan pemandangan di sekitar candi," terang Kepala Unit Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno.

Sedangkan untuk harga tiketnya, selama libur lebaran naik menjadi Rp22.500 per orang. Sebelumnya, harganya hanya Rp12.500 pada hari biasa dan Rp15 ribu pada Sabtu dan Minggu. (red/*mi)
Related Posts with Thumbnails

Pengikut