Senin, November 30, 2009

Gelapkan Raskin, Warga Minta Sekdes Dipecat

SIDOARJO,MP - Sekitar 20 orang warga Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/11), berunjukrasa di depan kantor kecamatan setempat. Mereka menuntut agar sekretaris desa setempat, Legiman, dicopot dari jabatannya serta dihukum karena telah menggelapkan beras untuk warga miskin (raskin). "Pelaku harus dihukum berat, kami menderita karena kelakuannya," kata juru bicara warga Kusmiadi.

Pelaku, kata Kusmiadi, mengangkut sembilan karung beras raskin masing-masing seberat 15 kilogram. Legiman menyimpan dan menyembunyikan sebagian jatah rakyat miskin itu untuk kepentingan pribadi. Dugaan pencurian raskin ini telah dilaporkan kepada kepala desa dan kepolisian setempat.

Sembilan karung beras tersebut, saat ini disimpan di balai desa setempat sebagai barang bukti. Kusmiadi mengatakan selama dua tahun terakhir, masing-masing warga miskin hanya menerima lima kilogram beras. Bantuan beras miskin hanya diterima dua bulan sekali, padahal program ini diberikan setiap bulan dan masing-masing warga menerima 15 kilogram.

Camat Krembung Kusdijanti mengatakan pelaku yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah menjalani proses hukum oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. Legiman juga telah dicopot dari jabatannya dan kini dipekerjakan di kantor kecamatan setempat hingga proses hukum berakhir. "Kasus ini telah kami laporkan kepada bapak Bupati," ujarnya.

Kepala Kepolisian Sektor Krembung Ajun Komisaris Harto menjamin proses hukum pidana terhadap legiman tetap berjalan. Penyidik, katanya, telah mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari berbagai pihak. Menurutnya, laporan warga telah ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. "Tak ada perlakuan khusus, pelaku tetap diproses sesuai prosedur yang berlaku," ucapnya. (red/*tif)

Becak dan Angkot Ditertibkan di Tangerang

TANGERANG, MP - Wali Kota Tangerang Wahidin Halim meminta kepada Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menertibkan para penarik becak yang melawan arus, pengemudi angkot yang berhenti dan mangkal sembarangan.

"Saya minta dinas terkait bertindak tegas agar ditertibkan. Karena itu membahayakan pengguna jalan," tandas Wahidin, Senin, (30/11).

Tak hanya becak dan angkutan kota yang dianggap masih semerawut, Wahidin juga meminta Satpol PP menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan.

Dengan tertibnya lalu-lintas Kota, diharapkan terwujud Kota Tangerang bersih, tertib dan nyaman.

Terkait dengan kenyamanan dan keindahan, Wahidin juga sudah memerintahkan Dishub mendesain shelter/halte bus agar terlihat bersih dan nyaman. "Syukur-syukur desain halte bisa menjadi contoh proyek nasional,"ujar Wahidin.

Di sisi lain, Wahidin juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memperhatikan pembangunan drainase terutama di musim penghujan ini. Semua saluran air diharapkan tidak terhambat sehingga aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan banjir.

Selain itu, pembangunan jalan lingkungan dengan menggunakan konblok juga harap terus dipantau sehingga betul-betul sesuai dengan spesipikasi yang ada. "Perhatikan, jalan-jalan berlubang segera diperbaiki karena sarana publik harus tetap mendapat perhatian yang utama," ujar Wahidin.

Masyarakat Tangerang yang ditemui Tempo mengaku jika betul becak dan angkot ditata rapi maka lalulintas akan tertib. Salah satunya Wahono.

"Tapi jangan hanya saat diimbau walikota, harus kontinyu. Becak masih sering nyelonong dan melawan arus. Harusnya larangan becak di jalan protokol diterapkan lagi, kan sudah ada peraturan daerah, jangan setengah-setengah," kata Wahono, warga Kenanga, Cipondoh. (red/*tif)

Sabtu, November 28, 2009

JK-Mallarangeng Bicara Santai

MAKASSAR, MP - Wali Kota Makassar Ilham Arif Surajuddin menyatakan bahwa pertemuan Andi Alifian Mallarangeng dengan Jusuf Kalla di kediaman mantan wakil presiden itu di Jalan Haji Bau Makassar, Sulsel, Jumat malam, bukan membicarakan sikap politik keduanya yang bersebrangan saat Pilpres lalu.

Ilham yang disebut-sebut sebagai penghubung pertemuan itu mengatakan, Andi Alifian Mallarangeng dan Kalla berbincang santai mengenai masalah kelistrikan dan beberapa masalah lain di Sulsel.

"Yah, pembicaraan santai, sambil ketawa-ketawa," kata Ilham yang terlibat dalam pertemuan itu, ketika dimintai keterangannya.

Menurutnya, kunjungan keluarga Mallarangeng ke kediaman Kalla lebih bersifat kultur antara seorang anak kepada orang tuanya dan momentum Idul Adha sangat tepat untuk berkunjung.

Ilham mengaku sama sekali tidak mendengar lontaran kata maaf dari Alifian Mallarangeng kepada Jusuf Kalla, terkait sikap politik keduanya yang berseberangan saat kampanye Pilpres lalu.

Pertemuan Andi Alifian dan JK selama 1,5 jam itu berlangsung sangat tertutup. Alifian didampingi Rizal dan Choel Mallarangeng.

Selain Ilham Arif Sirajuddin, pertemuan itu juga dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Anggota DPD Sulsel Aksa Mahmud dan akademisi serta kalangan pengusaha Sulsel.

Sesaat setelah pertemuan, Andi Alifian Mallarangeng mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tak membicarakan soal Bank Century, Pilpres ataupun kasus kriminalisasi KPK.

Mereka hanya membicarakan soal kemajuan infrastruktur poros jalan Sulsel dan soal pengalaman negosiasi Jusuf Kalla di Aceh.

"Beliau salah satu putera terbaik bangsa dan saya putera Sulsel yang baru menjadi menteri, jadi saya meminta pengalaman beliau saat menjabat menteri dan wakil presiden lalu," ujarnya singkat sebelum meninggalkan kediaman JK.(red/*an)

Gawat, 8 Anak Positif HIV/AIDS

TULUNGAGUNG, MP - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Jawa Timur, menemukan sebanyak delapan anak di kabupaten tersebut positif terinveksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome).

"Setelah kami periksa, di tubuh mereka memang positif terinveksi virus HIV/AIDS," kata anggota KPA Tulungagung, Farid Hafifi, di Tulungagung, Sabtu (28/11).

Ia mengatakan, kedelapan anak-anak tersebut berumur di bawah 10 tahun. Mereka rata-rata tertular langsung dari kedua orangtuanya, khususnya dari ibu.

Menurut dia, penularan virus tersebut sangat rentan terjadi, terutama dari ibu. Hal itu dimungkinkan dari si ibu yang sebelumnya diketahui positif terinveksi virus tersebut, hingga proses kelahiran terjadi.

Seharusnya, kata dia, penularan virus dari ibu kepada bayinya dapat dicegah, di antaranya dengan proses kelahiran menggunakan sesar dan tidak minum ASI dari ibunya.

"Dengan operasi sesar, dapat mencegah kulit bayi terluka, dan dengan tanpa minum ASI, dapat mengurangi resiko penularan," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi kedelapan anak tersebut saat ini cukup baik dan relatif sehat. Namun, pihaknya harus memastikan kesehatan, terutama daya tahan tubuh anak tersebut, mengingat virus berbahaya jika daya tahan tubuh anak lemah.

"Untuk itu, kami juga mengupayakan agar untuk anak-anak ada tambahan nutrisi, guna mengantisipasi lemahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit," kata Farid.

Menyinggung penggunaan obat antiretroviral, untuk pencegahan virus menguat, Farid mengatakan, hal itu sudah dilakukan ketika ibu yang diketahui positif teriveksi hamil. Namun, untuk proses kelanjutanya, menunggu hingga tubuh anak tersebut bisa menerima obat dari luar.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Tulungagung, kata Bahrudin untuk kalangan anak dan umum cukup banyak. Untuk kalangan anak, sejumlah sekitar delapan itu, dan untuk umum hingga Oktober 2009 mencapai 277 pasien dan 53 di antaranya sudah meninggal dunia.(red/*an)

Korban Situ Gintung Tak Dapat Hewan Kurban

TANGERANG, MP - Sebanyak 316 kepala keluarga (KK) penghuni relokasi Kertamukti I dan II, korban Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tak mendapatkan jatah satu ekor hewan kurban dari pemerintah daerah setempat.

"Satu ekor sapi dan kambing pun tidak disumbangkan Pemerintah Kota Tangsel kepada korban bencana Situ Gintung pada Idul Adha," ungkap Ketua Forum Komunikasi Korban Tragedi Situ Gintung, Ari Lastario, di Tangerang, Sabtu (28/11).

Kata Ari, penghuni relokasi korban bencana Situ Gintung telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Tangsel, agar korban bencana mendapatkan seekor hewan kurban seperti sapi atau kambing.

Selama dua minggu menunggu kabar tersebut, pemerintah daerah setempat tidak juga memberikan informasi kepada korban bencana.

Ia menyayangkan, sikap pemerintah daerah yang tidak menganggap keberadaan korban bencana, padahal penghuni relokasi membutuhkan bantuan hewan kurban.

"Korban bencana Situ Gintung kecewa, mengapa sumbangan hewan kurban kepada mereka tidak diberikan," ujar Ari.

Dia mengaku, pada hari Raya Idul Adha, korban Situ Gintung hanya mendapatkan pembagian hewan kurban dari pusat pemberdayaan masyarakat dan para donatur.

Jumlah hewan kurban yang disumbangkan kepada korban Situ Gintung sekitar tiga ekor sapi dan 20 ekor kambing yang akan dibagikan, Sabtu besok.

Salah seorang penghuni relokasi kertamukti I Bachtiar mengatakan, kabarnya Pemkot Tangsel membagikan 41 ekor sapi dan puluhan kambing, namun tidak satupun hewan kurban diberikan kepada korban Situ Gintung.

"Seharusnya kita juga diberikan hewan kurban, kita jangan dianak tirikan seperti ini," ungkap Bachtiar.

Terpisah, Wakil Ketua Penanggung Jawab Korban Situ Gintung Ahadi mengutarakan, pihaknya telah memberikan jatah hewan kurban melalui tujuh kecamatan di Tangsel.

Hewan kurban tersebut akan dibagikan pihak kecamatan kepada kaum duafa, termasuk korban bencana Situ Gintung.

"Camat Ciputat yang bertanggung jawab membagikan hewan kurban itu, Pemkot Tangsel tidak memberikan hewan kurban. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas pejabat yang juga Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel itu.(red/*an)

Ketua MUI Surabaya : "2012" Menyesatkan

SURABAYA, MP - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya menilai Film "2012" menyesatkan masyarakat, kata Ketua MUI Surabaya, K.H. Muchid Murtadlo, di Surabaya.

Ia menyebutkan, jika seseorang yang mempunyai keimanan yang kuat, maka tidak akan ada niat untuk melakukannnya karena hal tersebut bersifat haram.

"Begitu juga dengan film kiamat 2010, jika seseorang mempunyai iman dan takwa pastilah tidak akan mempercayainya," katanya.

Muchid menilai masyarakat tipis iman akan mempercayai film itu, padahal itu dosa besar karena hari akhir tidak ada satupun orang yang tahu.

Namun, ia menambahkan tanda-tanda kiamat atau hari akhir sudah ada didepan mata, diantaranya adalah banyaknya nabi palsu dan keimanan orang yang semakin menipis.

"Banyaknya perzinaan, semakin tingginya riba, banyaknya wanita yang sudah tidak punya malu dan semakin sulitnya mencari orang ikhlas merupakan indikasi semakin dekatnya hari akhir," jelasnya.

Bahkan dengan tanda-tanda yang disebutkannya itu, tanda-tanda datangnya hari kiamat sudah mencapai 50 persen.

"Di dunia ini tidak ada yang mampu memprediksi datangnya kiamat. Hanya Allah yang tahu. Namun, rasullullah dulu pernah dijelaskan tentang tanda-tanda kiamat oleh Jibril, dan saat ini tanda-tanda tersebut sudah terlihat hampir 50 persen," katanya.

Da mengimbau masyarakat lebih mengedepankan iman dan takwa, dalam menyikapi ini.(red/*an)

Belasan Orang Garut Terserang "Kaki Gajah"

GARUT, MP - Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, hingga 18 Nopember 2009, di daerah ini sekurang-kurangnya 19 warga menderita penyakit filariasis (kaki gajah), demikian Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Eman Suherman, Sabtu (28/11).

Mereka berusia 15 tahun ke atas, terdiri dari tiga laki-laki dan 16 perempuan, yang seluruhnya dirawat di puskesmas namun seorang diantaranya meninggal dunia akibat serangan penyakit lain, kata Eman.

Wilayah-wilayah yang tertular penyakit ini adaah Karangpawitan (dua kasus), Bayongbong (dua kasus), dam kecamatan Cigedug (dua kasus), dan masing-masing satu kasus di kecamatan Singajaya, Leuwigoong, Malangbong, Pakenjeng, Cibatu, Samarang, Sucinaraja, Sukaresmi, Cilawu dan Balubur Limbangan.

Mereka sudah ditangani pihak kesehatan, diantanranya memberi satu jenis obat dengan dosis 3 x 1 tablet masing-masing 100 mg selama 10 hari, serta paracetamol.

Seorang penderita kaki gajah dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi jenis penyakit lainnya, terjadi di kecamatan Singajaya di mana korban menjalani perawatan.

Meski bukan kategori kejadian luar biasa (KLB), namun masyarakat diimbau hati-hati dan memelihara lingkungan tetap bersih dan sehat, antara lain dengan menghilangkan media yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. (red/*an)

Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap

CIANJUR, MP - Jalur Puncak-Cianjur terlihat padat merayap karena sejak Kami (26/11) lalu sudah mulai dipadati pendatang yang hendak menghabiskan libur Idul Adha di kawasan itu. Begitu juga Sabtu (28/11) menjelang siang masih terlihat antrian panjang kendaraan dari dua arah terlihat sepanjang 5 kilometer.

Termasuk jalan alternatif di kawasan itu, mengalami lonjakan arus kendaraan. Kendaraan yang hendak mencari jalan pintas menuju Cipanas dan sekitarnya, tertahan di jalur itu, selama beberapa puluh menit.

Pantauan di lokasi, antrian panjang kendaraan terjadi dari arah Cianjur tepatnya di Jalan Raya Pasekon dimana terdapat banyak restoran dan rumah makan serta factory outlet yang banyak dikunjungi pendatang.

Begitu pula dari arah sebaliknya, laju kendaraan sempat terhenti selama puluhan menit mulai dari Ciloto-Puncak, hingga Pasar Cipanas Indah.

Puluhan petugas dari satuan lantas Polres Cianjur, diturunkan untuk memutus mata rantai kemacetan di sepanjang jalur itu.

Menjelang siang puluhan petugas terpaksa mengarahkan kendaraan dengan tujuan Bogor, Jakarta dan seterusnya ke jalur alternatif Jongol dari arah Cianjur.

"Sedangkan kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju Cipanas, Cianjur dan seterusnya, kami arahkan ke jalur Hanjawar-Pacet," kata Arief petugas di Pertigaan Hanjawar.

Ia menambahkan, volume kendaraan yang masuk ke wilayah Puncak-Cipanas, telah terjasi sejak dini hari kemarin. Saat ini volume kendaraan terus bertambah, diperkirakan akan terus melonjak menjelang malam.

"Sebagian besar pendatang dengan nomor polisi Jakarta, hendak menghabiskan liburan di kawasan ini. Untuk itu kami mengimbau agar mereka menggunakan jalur alternatif," ucapnya.

Sementara itu, ratusan pendatang terlihat, memadati kawasan Cipanas. Hal itu terlihat dari tingkat hunian hotel dan vila yang meningkat tajam serta tamu restoran yang terus meningkat.

"Untuk hari ini hingga minggu dari 112 kamar yang kami sediakan terisi penuh. Ini terjadi sejak sore kemarin," kata Noni resepsionis salah satu hotel di Jalan Raya Pasekon-Cipanas.

Hal senada terucap dari pemilik Rumah Makan Padang Sati di Jalan Pasekon, Devri. Di mana saat ini, ungkapnya, tingkat kunjungan meningkat tajam, dibandingkan lebaran tahun lalu.

"Sangat meningkat, terlihat dari areal parkir yang kami sediakan, dapat menampung 200 kendaraan, saat ini terisi penuh. Meja yang kami sediakan, hampir setiap jamnya penuh pula," katanya.(red/*an)

NTT Diguncang Gempa 5,3 SR

JAKARTA, MP - Gempa berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) terjadi di 10,76 Lintang Selatan-118,97 Bujur Timur, dengan pusat 188 kilometer Barat Daya Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (28/11), gempa dengan kedalaman 25 kilometer tersebut terjadi pada pukul 07:04 WIB, serta tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada pada 255 kilometer Tenggara Raba-NTB, 271 kilometer Barat Daya Labuhanbajo-NTT, 292 kilometer Barat Daya Ruteng-NTT, dan 304 kilometer Tenggara Sumbawabesar-NTB. (red/*mtn)

Jumat, November 27, 2009

Tanah Longsor dan Angin Kencang Landa Minahasa

MANADO, MP - Tanah longsor serta pohon-pohon bertumbangan melanda sejumlah desa di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (27/11) menyebabkan jalur transportasi darat sempat terputus sementara.

"Untung saja sejumlah titik longsor sudah dibersihkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan sejumlah warga, sehingga tidak ada lagi warga yang terisolasi," kata Kabag Humas Pemkab Minahasa, Vecky Tanor, di Manado.

Sejumlah titik longsor terjadi di jalur lalu lintas yang menghubungkan Kombi dengan kecamatan Lembean Timur sejak 26 November 2009 lalu, sudah dapat dilalui sejumlah kendaraan setelah sejumlah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum diterjunkan ke lokasi bencana.

Tanah longsor serta pohon bertumbangan akibat curah hujan tinggi selang seminggu disertai angin kencang melanda Sulut, sehingga warga diminta waspada dengan fenomena alam itu.

Bahkan salah satu rumah milik warga yang ditinggal kosong di Desa Tulap, sempat porak poranda akibat angin kencang dengan kecepatan hingga 30 knot melanda daerah itu.

"Memang setiap akhir tahun selalu ada fenomena alam yang bisa mengancam keselamatan manusia, sehingga warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun lereng gunung untuk waspada," katanya.

Salah satu tokoh masyarakat di kecamatan Kombi Donald Warouw mengatakan, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang sempat membuat warga panik, namun sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

"Kerugian materi memang ada namun tidak terlalu besar. Yang diharapkan masyarakat agar pemerintah daerah selalu memantau kondisi setiap daerah seiring fenomena alam itu," katanya. (red/*kcm)

Kamis, November 26, 2009

Siswi SMA Bikin Video Mesum

GRESIK, MP - Gresik yang dikenal sebagai kota santri kecolongan dengan beredarnya video mesum yang dilakoni siswi SMA swasta di Menganti. Ironisnya, dalam video mesum berdurasi 2,18 menit dan beresolusi 907 KB itu diduga dilakukan di rumah sang cewek di Kecamatan Kedamean pada siang hari, saat kedua orangtuanya tidak di rumah.

Informasi yang beredar, pelaku perempuan Mis, siswi kelas XI. Sedangkan lelakinya Eef, tetangga Mis, karyawan pabrik di Gresik selatan. Diduga Eef bertindak selaku sutradara film itu dengan menggunakan ponsel. Video mesum ini beredar September 2009, diperkirakan dibuat sekitar bulan Agustus.

“Saya mendapatkan video tersebut dari teman sejak September 2009, pemeran perempuannya saya kenal maka sampai sekarang kami koleksi,” aku seorang warga Kedamean.

Kendati sempat membuah heboh dan dicari banyak orang, tetapi dalam video itu sama sekali tidak memperlihatkan adegan hubungan intim keduanya. Diduga sebelum melakukan adegan mesum, Eef sengaja merekam gerakan sensual Mis dan kemolekan tubuhnya dari berbagai sudut secara vulgar, sambil diselingi suara cekikikan Mis dengan desahan mesra mengundang.

Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Khusnan Ali mengecam aksi tersebut, apa pun alasannya. Sebab, Gresik merupakan kota santri yang dikenal kental dengan tradisi santri.

Dia berharap kepada semua elemen masyarakat Gresik untuk tetap waspada dengan memerhatikan pergaulan muda-mudi.

“Bukan hanya guru, masyarakat juga harus ikut aktif menjaga lingkungan. Jangan hanya terdiam, membiarkan yang terjadi di sekitarnya,” kata KH Khusnan Ali.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ernesto Seiser mengaku belum berani berkomentar karena masih menelusuri dan mengumpulkan bukti.

Pihaknya saat ini sedang memburu pengedarnya. “Penyebarnya bisa dikenakan Pasal 282 KUHP tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” ujarnya. (red/*kcm)

Ritual Tolak Bala, 3 Guru Bugil di Pasar

MOJOKERTO, MP - TIGA guru SD jalan-jalan di pasar dengan tubuh bugil selama berjam-jam. Mereka meyakini tindakannya itu merupakan ritual tolak bala sesuai dengan perintah bupati. Lima guru lainnya terbebas dari ritual unik ini. Peristiwa menggemparkan ini terjadi di sebuah pasar di Mojokerto, Jawa Timur.

Ketiga guru itu bersedia berkeliling pasar dengan tubuh bugil karena percaya kepada penelepon yang mengaku sebagai Asisten I (Bidang Pemerintahan) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mojokerto. Diduga terhipnosis (gendam), ketiganya menuruti saja perintah sang pejabat yang belakangan diketahui gadungan. Beruntung lima rekannya urung melakukan ritual yang sama karena keburu sadar.

Uniknya lagi, sang sekkab gadungan mengarahkan agar para guru itu melumuri sekujur tubuhnya dengan cat serta memakai anting-anting dari rentengan koin rupiah yang dilubangi.

Penggendam yang mengaku-aku sebagai Asisten I Sekkab Mojokerto itu mengatakan kepada mereka bahwa ritual bugil ini dilakukan untuk membuang sial—alias tolak bala—Bupati Mojokerto H Suwandi, yang bakal maju lagi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2010.

AR, salah seorang korban yang juga guru olahraga di sebuah SDN di wilayah Kembangsri, Kecamatan Ngoro, menuturkan, sekitar pukul 21.00 dia menerima telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai Asisten I Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.
Si 'Akh Djazuli' itu mengatakan bahwa dirinya diminta Bupati Mojokerto untuk memerintahkan AR agar telanjang dan keliling Pasar Tandjung Anyar, Kota Mojokerto, pada hari Minggu (22/11) lalu mulai pukul 19.00 hingga 21.00. Alasannya, itu sebagai ritual tolak bala sekaligus wujud rasa syukur dari para guru atas rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Bupati Suwandi untuk maju lagi dalam Pilkada Mojokerto tahun 2010.

”Penelepon juga meminta saya untuk melumuri tubuh dengan cat hitam serta memakai anting dari koin-koin Rp 100 yang direnteng saat bugil,” kata AR.

Berdasarkan penelusuran, ada juga korban yang diminta si penggendam untuk memakai anting dari rentengan lembaran uang ribuan. ”Penelepon meyakinkan saya bahwa saya orang yang pas untuk melakukan ritual tersebut. Dia bilang orang yang dipilih melakukan ritual ini hanyalah yang berbadan tegap dan tinggi. Dia sempat telepon lagi malam hari untuk meyakinkan saya,” tutur AR.

Bersama seorang rekannya yang senasib, kemarin AR menanyakan langsung kebenaran perintah lewat telepon itu kepada Asisten I Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.
”Jelas ini penipuan. Ini sangat sensitif karena mencatut nama Pak Bupati yang bakal maju lagi dalam pilkada mendatang,” tandas Akh Djazuli seusai menerima dua guru korban penipuan itu, Selasa (24/11) pagi, di pendapa kabupaten.

AR tidak habis mengerti mengapa pesan si penelepon itu begitu mengiang-ngiang di telinganya dan dirinya juga patuh saja. Waktu itu, yang terlintas di pikiran dia adalah bahwa karena si penelepon Asisten I Sekkab, pastilah itu perintah resmi dan bertujuan baik. Apalagi, Akh Djazuli adalah mantan kepala dinas pendidikan, sehingga dianggapnya peduli terhadap guru.

Oleh karena itu, meskipun istrinya sempat mempertanyakan rencana aneh itu, AR tak menggubris. Esok harinya, Minggu (22/11) sekitar pukul 17.00, AR sudah berada di Pasar Tanjung Anyar yang berada di tengah kota Mojokerto.

”Di pasar itu, saya belum sampai mencopot pakaian hingga telanjang tapi sudah melumuri badan dengan cat hitam sebanyak 1 kilogram, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebab, kata si penelepon, jika ada bagian tubuh yang tak tersiram cat, suara saya akan hilang,” ucap AR.

Telinganya dia pasangi anting-anting dari koin Rp 100 sebanyak 10 keping yang dilubangi dan direnteng ke bawah. Ternyata, ritual yang sama juga sedang dilakukan oleh sejumlah guru lain di tempat yang sama.

AR mulai sadar ada yang tak beres setelah dia tak melihat apa yang telah dijanjikan oleh si penelepon. Saat menelepon, si penggendam mengatakan bahwa di Pasar Tandjung Anyar akan dijumpai kiai berjubah putih yang bakal memberi doa-doa sehingga 'menutup' mata para pengunjung pasar, dan AR bakal terlihat seperti tidak telanjang.
”Perintahnya, setiba di pasar saya harus langsung mencopot seluruh pakaian dan kemudian keliling pasar mencari si kiai,” kata AR.

Hingga kemarin, cat hitam yang melumuri sekujur tubuhnya belum hilang meski AR telah membersihkannya dengan 5 liter bensin. ”Untung saya keburu sadar sehingga dari pasar tidak menuju pendapa kabupaten. Padahal perintahnya (dari penelepon), setelah dari pasar saya harus pergi ke pendapa dan di sana katanya baju pengganti akan disediakan oleh Pak Bupati,” katanya.

Selain AR, pelaku ”ritual” yang sama di Pasar Tandjung Anyar itu adalah Poniman dan Minto, sesama guru olahraga. Setelah tersadar, di pasar tersebut AR menjumpai kedua sejawatnya itu, yang kondisinya sama dengan dirinya.

Sejumlah pedagang di Pasar Tandjung Anyar mengaku melihat para guru itu beraksi sekitar pukul 17.00 hingga pukul 21.00. Beberapa pedagang mengatakan, Minggu petang dan malam itu ada beberapa orang telanjang bulat lalu lalang di pasar dan beberapa lainnya hanya memakai cawat dengan tubuh kehitaman. ”Saya pikir mereka orang gila. Saya nggak tahu kalau itu ritual orang kena gendam,” kata Agus, pedagang singkong.
Tiga orang yang telanjur bugil itu adalah guru olahraga dari SDN di wilayah Kecamatan Mojoanyar, Bangsal, dan Ngoro. Sedangkan lima guru yang selamat berasal dari Kecamatan Gedeg, Pacet, Gondang, Soko, dan Mojosari.

Karena namanya dicatut, Akh Djazuli bersama tiga guru yang selamat pada Selasa (24/11) petang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto.

”Kami ingin agar kasus ini diungkap,” ujar Djazuli. Dia meminta agar masyarakat tidak memercayai telepon dari orang yang mengaku dari Pemda Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Onto Cahyono saat dihubungi pada Selasa malam menyatakan belum mendapat laporan tentang kasus itu. ”Saya sekarang sedang rapat di Jakarta. Tapi, tak mungkin lah bupati memerintahkan seperti itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Samsul Makali juga belum mengetahui peristiwa tersebut. ”Belum tahu. Saya masih melakukan pengembangan kasus di luar kota,” katanya. (red/*wk)

70.000 Warga Solo Potensial Terserang HIV/AIDS

SOLO, MP - Sekitar 70.000 dari 500.000 warga Kota Solo, Jawa Tengah, berpotensi terserang virus HIV/AIDS, penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai sekarang, sehingga masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat.

"Saat ini Solo berada di posisi ketiga di Jawa Tengah dalam jumlah penderita HIV/AIDS," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Siti Wahyuningsih, M Kes, pada sarasehan dalam rangka Hari AIDS se-Dunia di Balai Tawangarum Kompleks Perkantoran Balaikota Surakarta, baru-baru ini.

Ia mengatakan jumlah kasus HIV/AIDS di Solo dari Oktober 2005 sampai Oktober 2009 tercatat 306 kasus, dengan perincian HIV 137 orang, AIDS 169 orang, dan yang meninggal, baik untuk HIV maupun AIDS tercatat sebanyak 82 orang. Sampai saat ini ada 244 penderita HIV/AIDS yang masih hidup.

Penderita penyakit tersebut berdasarkan KTP bukan hanya dari Solo, melainkan juga dari daerah lain. Jumlah penderita dari Solo 46 orang (HIV) dan 40 orang (AIDS), di Boyolali 8 orang (HIV) dan 14 orang (AIDS), serta Sukoharjo 21 orang (HIV) dan 22 orang (AIDS).

Berdasarkan KTP Karanganyar, jumlah HIV 13 orang dan AIDS 21 orang, Wonogiri HIV delapan orang dan AIDS 17 orang, Klaten HIV 10 orang dan AIDS enam orang, Sragen HIV 10 orang dan AIDS 22 orang, serta luar daerah, HIV 21 orang dan penderita AIDS 26 orang.

Sementara itu, penderita HIV/AIDS (ODHA) Heny yang masih hidup, asal Wonogiri, mengatakan bahwa ia sudah empat tahun menderita penyakit tersebut dan sudah kehilangan putra dan suaminya. "Saya yang setiap hari bekerja sebagai guru semula juga tidak percaya ketika divonis menderita penyakit ini," katanya.

Ia mengatakan, pertama kali mengetahui hal itu, ia menjadi kurang bersemangat dalam menjalani hidup. Namun, setelah melewati masa sulit itu, ia kini berusaha memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit itu.

"Dengan sisa hidup saya ini, saya ingin berbuat baik dengan memberikan penyuluhan mengenai penyakit ini kepada masyarakat agar jangan sampai menderita penyakit seperti yang saya alami ini," katanya.

Sarasehan tersebut juga menghadirkan pembicara dari Tim Penanggulangan HIV/AIDS Rumah Sakit dr Moewardi Solo, yaitu dr Dhani Redhono, Sp PD, dan dibuka Sekwilda Kota Surakarta Boedi Soeharto. (red/*kcm)

Oknum PNS Beradegan Mesum di Atas Motor

BANGKALAN, MP - Heboh rekaman video mesum yang dilakukan oleh pelajar belum usai, kini muncul lagi rekaman video adegan mesum yang dilakukan oknum PNS Kabupaten Bangkalan.

Rekaman yang berdurasi 3 menit 59 detik ini diambil secara diam-diam melalui kamera ponsel. Beredarnya rekaman ini sudah menjadi bahan obrolan para PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan sendiri.

Mereka mengaku tidak tahu awalnya dari mana rekaman itu. Namun, jika dilihat dari latarnya, rekaman tersebut berlokasi di area rekreasi Mercusuar. Dari video tersebut, tampak jelas wajah-wajah pasangan pelaku itu.

Dengan santai pria yang ditengarai berinisial RD itu duduk di atas jok sepeda motor Honda Beat warna pink. Pria yang sudah beristri tersebut tidak sadar tindakannya direkam melalui kamera ponsel.

Bahkan, ketika ditelisik ke lingkungan Pemkab Bangkalan yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, salah satu PNS sudah berani memastikan pelakunya setelah melihat rekaman video tersebut. “Itu adalah RD (nama samaran) yang merupakan PNS bagian keuangan. Adapun yang perempuan adalah DL, tenaga honorer lepas yang berada di bagian humas dan protokol,” ungkapnya yang juga salah satu PNS Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bangkalan yang tidak mau disebutkan namanya.

Terkait inisial yang disebutkan sumber tersebut, untuk menggali lebih dalam lagi, Surya belum menemukan persembunyian RD dan DL karena setelah mengetahui adegan yang mereka lakukan di tempat rekreasi Mercusuar, Desa Ujung Piring, Kecamatan Kota, beredar di masyarakat, keduanya menghilang.

“Kalau tanya di mana mereka sekarang, sampeyan enggak mungkin bisa menemukan karena mereka berdua masih diselidiki,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Drs H Moh Syafik Rofii mengaku sudah mengetahui beredarnya video mesum tersebut. Namun, orang nomor dua di Bangkalan ini tampak sangat hati-hati dalam memberikan keterangan terkait tindakan asusila yang mencoreng nama baik Pemkab Bangkalan.

Bahkan, dari keterangannya, Syafik masih belum memastikan apakah pelaku adegan mesum tersebut benar-benar dari kalangan PNS Bangkalan.

“Dari aspek kepegawaian masih dipelajari dulu. Nantinya akan ada pemanggilan untuk dimintai keterangan. Setelah itu, Bupati (RKH Fuad Amin) akan mengutus sekda, BKD, atau inspektorat untuk mengurus permasalahan ini. Setelah itu, Bupati yang akan menentukan langkah apa yang akan diambil,” katanya yang mengaku sudah melihat sepintas rekaman tersebut.

Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan pemkab jika pelakunya benar-benar terbukti berasal dari kalangan PNS dan THL Kabupaten Bangkalan, Syafik kembali menegaskan bahwa pihaknya masih akan meneyelidiki dan memanggil kedua pelaku. “Ya kita tunggu saja hasil rekomendasi dari inspektorat nanti,” pungkasnya.

KH Imam Buchori Cholil, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Dewan Syuro DPC PKNU Bangkalan, menyesalkan peredaran video mesum yang terjadi di wilayah Bangkalan. Menurutnya, Madura pada umumnya dan Bangkalan khususnya tercoreng dengan adanya video mesum tesebut.

“Bangkalan terkenal dengan nuansa agamis, baik dari sisi kultur maupun dari masyarakatnya. Secara moral, kita tidak main-main dengan masalah ini,” tegasnya ketika dihubungi via ponsel.

Dalam pandangannya, masalah ini merupakan ujian atau pertaruhan bagi Pemkab Bangkalan sendiri. “Apalagi, pelakunya ditengarai dari golongan PNS. Dalam hal ini, Pemkab apa benar-benar komitmen dalam menindaklanjuti masalah ini,” tuturnya.

Untuk itu, Ra Imam (begitulah ia dipanggil) berharap agar Pemkab Bangkalan segera bertindak agar masalah asusila ini cepat terkuak. Menurutnya, pelakunya harus ditindak secara hukum ataupun secara struktural. “Biar ada efek jera bagi mereka, dan setidaknya bisa menjadi peringatan bagi PNS yang lain,” katanya. (red/*kcm)

Suami Suka “Jajan”, 12 Isteri Kena HIV

KARAWANG, MP - Dua belas ibu rumah tangga, beberapa diantaranya sedang hamil, di Karawang dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS. Penularannya diduga dari suaminya yang suka “jajan” atau berhubungan dengan Wanita Tuna Susila (WTS).
Data tersebut diungkapkan berdasarkan laporan Yayasan Kita - kita, yang merupakan salah satu yayasan, yang khusus meneliti dan mengawasi dalam penanggulangan HIV/AIDS di Karawang.

Dari 12 ibu rumah tangga yang positif menderita HIV/AIDS, diantaranya beberapa ibu yang sedang hamil, sehingga berpotensi menularkan virus tersebut ke janin yang dikandungnya itu.

Manajer Yayasan Kita kita, H. Iwan Somantri Aminta praja mengatakan, berdasarkan data terakhir bulan Juni 2009, di Karawang terdapat 12 ibu rumah tangga positif mengidap Virus HIV/AIDS, sehingga menjadi bom yang menakutkan, sehingga masalah penyakit berbahaya ini, harus ditangani lebih serius lagi, karena yang mengidap penyakit ini bukan hanya WTS tetapi juga sudah menyebar ke ibu – ibu rumah tangga.
Kemudian Iwan mengungkapkan, ibu rumah tangga yang terjangkit HIV/AIDS, penyebabnya karena tertular dari suaminya yang menjadi pelanggan WTS.

Berdasarkan hasil penelitian, delapan dari 10 pelanggan WTS, ternyata merupakan pria yang sudah beristri.

Sedangkan WTS yang telah dilakukan pemeriksaan HIV/AIDS, sebanyak 2.215 orang di beberapa lokasi prustitusi di Karawang.

Dari jumlah tersebut, 30 persen diantaranya teralah terjangkit HIV/HIDS, untuk itulah kondominasi di kawasan prostitusi sangat penting dilakukan, agar resiko penularan HIV/AIDS bias ditekan, katanya. (red/*pk)

18 Bayi di Bekasi Kena HIV/AIDS

BEKASI, MP - Sebanyak 18 balita di wilayah Bekasi, positif mengidap HIV. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr Retni Yonti, ketika ditanya wartawan di Margajaya, Bekasi, baru-baru ini.

Diungkapkan Retni, data itu diperoleh dari laporan rumah sakit se kota Bekasi. Tanda-tanda pengidap HIV,lanjut dr Retni, pasien buang-buang air tak kunjung sembuh. Namun ketika dilakukan pemeriksaan ternyata pasien mengidap HIV, yang tertular orangtuanya yang mengidap penyakit mematikan itu.

“HIV tidak bisa disembuhkan. Namun bisa virusnya dihambat perkembanganya ke stadium lebih tinggi dengan cara memberi obat,” papar Retni.

Di Kota Bekasi, sedikitnya 579 orang sudah menderita AIDS. Mereka umumnyaa tidak tahu kalau dirinya mengidap virus tersebut, dan tapi tidak tahu hendak berobat ke mana.

“Terbanyak mengidap HIV dari kalangan pemakai narkoba. Orang-orang yang beresiko seharusnya mau memeriksakan diri ke rumah sakit,” tandas Retni.

Mengenai ibu hamil yang mengidap HIV, Retni menyarankan dalam persalinannya melalui operasi sesar, agar sang jabang bayi tak tertular HIV.

Progam penanganan HIV diakui dr Retni belum berjalan dengan semestinya dikarenakan terbatasnya klinik layanan HIV/AIDS di Kota Bekasi.Belum adanya layanan satu atap bagi penderita, meski sudah ada klinik maupun puskesmas, dan rumah sakit yang menangani masalah HIV/AIDS tapi jumlahnya masih sedikit.

Rumah sakit dan klinik atau puskesmas yang bisa menangani HIV/AIDS, yaitu Klinik VCT, RSU Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, Klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya dan Puskesmas Rawa Lumbu.

“Penderita HIV kebanyakan dari golongan tak mampu,” tutur dr Retni didampingi, dr Pusporini, dan Ny. L Setiadi. (cok)

Wartawan Peliput Greenpeace Diintimidasi

SIAK, MP - Puluhan anggota sekuriti PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), perusahaan kertas yang beroperasi di Perawang, Kabupaten Siak, Riau, mengintimidasi wartawawan yang meliput kegiatan aksi Greenpeace di pelabuhan perusahaan tersebut yang berada di pinggir sungai Siak.

Para sekuriti meminta jurnalis yang mengunakan kapal sewaan untuk tidak mengabadikan aksi Greenpeace yang membentang spanduk di atas crane (alat derek) peti kemas di pelabuhan IKPP.

Para sekuriti yang menggunakan tiga kapal, menghalang-halangi jurnalis yang berada di tengah sungai Siak dan berjarak sekitar 200 meter dari pelabuhan. Para sekuriti tersebut menghalau kapal jurnalis dengan berkeliling sehingga sulit mengambil gambar dengan kamera. "Usir mereka, usir mereka," teriak para sekuriti yang lain yang berada di pelabuhan IKPP.

Sebanyak empat orang jurnalis yang berada di dalam kapal yang diusir paksa oleh sekuriti perusahaan yakni dari wartawan kantor berita Indonesia, seorang dari radio nasional dan dua orang jurnalis koran lokal. "Sungai Siak tampaknya juga punya Indah Kiat. wartawan pun tak boleh berada di sungai," ujar Yuki wartawan radio Elshinta.

Walau aksi pengusiran dilakukan para sekuriti, namun kapal kayu yang ditumpangi jurnalis tidak bergeming dan aksi gertak sekuriti baru berakhir setelah Public Affairs Head Sinarmas Forestry, Nazaruddin mendatangi kapal wartawan.

"Tidak ada pengsuiran bagi wartawan. Buktinya boleh saja kalian meliput aktivitas Greenpeace," ujar Nazaruddin saat dikomplain para wartawan perihal sikap sekuriti perusahaan.

Menurut Nazaruddin, aksi kampanye penyelamatan hutan yang dilakukan para aktivis bukanlah ditujukan ke perusahaan tetapi ke pemerintah namun akibat adanya aksi itu menimbulkan gangguan aktivitas pelabuhan.

"Pelabuhan merupakan properti perusahaan. Gangguan aktivitas akibat aksi ini pasti ada dan demi keselamatan para aktivis yang memanjat tiang crane sekuriti dan para polisi membujuk mereka untuk turun," ujar Nazaruddin.

Ia mengatakan, aktivitas pelabuhan di pagi hari masih sepi dan ia belum dapat memastikan berapa kerugiannya

Sementara itu dari empat crane, alat derek peti kemas, yang digelayuti para aktivis, satu crane berhasil dikosongkan dari aktivis dan tiga crane masih disegel para aktivis.(red/*an)

Banjir di Lebak Putuskan Jalan Antardesa

LEBAK, MP - Banjir di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama dua hari terakhir ini ruas jalan yang menghubungkan antardesa terputus akibat genangan air setinggi 1,5 meter.

"Sampai saat ini Warga yang terkena banjir masih dilakukan evakuasi karena curah hujan relatif tinggi," kata Camat Banjarsari Kabupaten Lebak, Pardi, Kamis.

Pardi mengatakan, tim evakuasi hingga saat ini kesulitan untuk menjangkau 11 desa yang terendam banjir sehingga petugas terpaksa menggunakan rakit dari batang pohon pisang.

Ruas jalan yang menghubungkan antardesa terputus karena jembatan gantung roboh akibat diterjang banjir itu.

Saat ini, petugas terus melakukan evakuasi karena ribuan jiwa masih terperangkap bencana musibah banjir.

Banjir yang melanda Kecamatan Banjasari dilaporkan sebanyak 1.081 rumah dan 260 hektare terendam air. "Warga yang rumahnya terkena banjir mengungsi ke rumah tetangga, kerabat, atau sekolah, masjid yang lokasinya aman dari genangan air," katanya.

Menurut dia, banjir di Kecamatan Banjarsari akibat meluapnya sungai Cikeusik setelah diguyur hujan lebat sejak Selasa malam hingga Kamis (26/11) pagi.

Saat ini, curah hujan masih tinggi dan kemungkinan banjir meluas ke desa-desa lainnya.

Ketua Koordinator Penanggulangan Bencana Alam, Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan, hingga saat ini rumah yang tergenang air banjir sekitar 3.500 rumah dan sawah 750 hektare.

Selain itu, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus sungai Cisimeut.

Banjir dua hari melanda Kecamatan Banjarsari, Wanasalam, Leuwidamar, Cimarga, Kalanganyar, Cibadak, Rangkasbitung, dan Cileles.

Hingga saat ini, banjir belum surut karena hujan masih mengguyur wilayah Kabupaten Lebak.

"Saya minta warga agar yang tinggal di sekitar bantaran sungai waspada karena hujan relatif tinggi," katanya.

Sementara itu, warga Rangkasbitung mulai mengungsi karena air sungai Ciujung meluap setelah hujan mengguyur sejak Rabu malam hingga Kamis pagi ini.

"Saya lebih baik mengungsi karena khawatir menjadi korban banjir," kata Nuriah (40) warga Lebak Sambal, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.(red/*an)

Penyelewengan Uang Lauk Pauk Korban Gempa Dilaporkan

PADANG, MP - Masyarakatan Kota Padang melaporkan aparat kelurahan ke pihak Kepolisian terkait adanya dugaan penyelewengan uang lauk pauk (ULP) yang diberikan pemerintah untuk korban gempa.

Masyarakat yang melaporkan tersebut terdiri atas tiga kelurahan yakni Keluarahan Air Pacah, Kecamatan Kota Tangah, Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, serta Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Zulkifli, warga Batu Gadang, di Padang, Rabu, mengatakan bahwa beberapa pemuka masyarakat memperoleh bantuan dari kelurahan berupa uang lelah, namun kenyataan setelah dilihat ternyata ULP

"Pemuka masyarakat tidak menerima uang yang diberikan dari kelurahan tersebut," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat masih banyak yang belum menerima ULP, dan itu pun sudah ada yang melaporkan.

"Untuk di RT 004 RW 001 Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang ada sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang belum meneriman ULP," kata Zulkifli.

Dia menambahkan, masyarakat ada yang menerima ULP sekali saja, padahal warga sudah tahu bantuan tersebut tiga tahap dicairkan.

Di tempat terpisah Wati, warga Sungai Sapih, di Padang, Rabu, mengatakan, penyaluran bantuan uang lauk pauk (ULP) yang dibagi banyak tidak tepat sasaran.

"Ada masyarakat yang rumahnya rusak berat tidak mendapatkan bantuan ULP, sedangkan rumah rusak ringan mendapatkan ULP," katanya.

Dia menambahkan, anehnya rumah warga yang dikategorikan rusak sedang mendapatkan bantuan.

"Kami sudah menanyakan pada petugas kelurahan setempat, dengan jawaban rumah warga sudah didata mana yang rusak berat dan rusak sedang," katanya.(red/*an)

Rabu, November 25, 2009

Tangsel Siapkan Sistim Pembuatan KTP Online

TANGERANG, MP - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyiapkan perangkat sistem informasi administrasi kependudukan online. Dengan sistem itu, wilayah baru tersebut menargetkan, penerapan kartu tanda penduduk secara online bisa diterapkan 2011 mendatang. "Masalah kependudukan di Tangerang Selatan sudah online," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tangerang Selatan, Zainil Aminin, Rabu (25/11).

Sistem online, kata Zainal, merupakan program pemerintah untuk merapikan dan menertibkan administrasi kependudukan secara nasional. Di Tangerang Selatan, kata dia, masalah administrasi belum tertib.

Masih banyak warga yang memiliki KTP ganda. Instansi itu mencatat, saat ini 4.100 warga Tangerang Selatan memiliki identitas ganda.

Data tersebut, kata Zainal, berdasarkan data validasi kependudukan Tangerang Selatan bulan Juni lalu. "Kebanyakan warga memiliki KTP Jakarta," katanya.

KTP ganda merupakan salah satu permasalahan administrasi kependudukan di Tangerang Selatan. Selain KTP ganda, lanjutnya, administrasi kependudukan lainnya seperti akte kelahiran, akte kematian dan akte ubah nama juga belum tertib.

Dengan sistem online, Zainal menjelaskan, tidak akan ada lagi KTP ganda. Sebab, nantinya pembuatan KTP akan berdasarkan data dari RT,RW, Kelurahan dan Kecamatan yang terhubung secara online. "Selain itu, KTP hanya ditandatangani kepala dinas Kependudukan, tidak lagi camat," katanya.

Saat ini, kata dia, sedang dilakukan pembangunan tower jangkauan sistim online di tujuh kecamatan. Langkah validitas dan pemutakhiran data penduduk Tangerang Selatan juga dilakukan melalui operasi yustisi.

Sekedar untuk diketahui Kota Tangerang Selatan merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Terbentuk pada November 2008 setelah Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui tujuh kecamatan yang mencakup kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren dan Setu sebagai kota baru. (red/*tif)

Senin, November 23, 2009

KM Dumai Express 10 Tenggelam

KARIMUN, MP - Kapal penumpang KM Dumai Express 10 tujuan Batam-Dumai, Minggu (22/11) kemarin sekitar pukul 08.30 tenggelam di Perairan Tukong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

"Biasanya kapal tersebut singgah di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, tapi kali ini tidak, padahal saat ini gelombang cukup besar," ucap Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Karimun, Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun.

Cendra Nawazir menjelaskan terkait kejadian itu, dirinya langsung memerintahkan satu unit speed boat milik Dinas Perhubungan untuk membantu tindakan evakuasi.

"Secara pasti belum diketahui jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tersebut, yang jelas peristiwa itu terjadi di Perairan Tukong Iyu, sebelah Utara Pulau Karimun Besar," katanya.

Pantauan di lapangan, jajaran TNI AL Tanjung Balai Karimun dan personil Administrator Pelabuhan TBK berserta dua kapal penumpang lainnya yang ada di Pelabuhan TBK langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Sekupang, Batam tujuan Dumai sekitar pukul 07.30 dengan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 213 orang.

Hingga kini secara resmi institusi terkait belum memberikan keterangan resmi tentang penyebab dan kronologi kejadian tersebut.

Menurut mantan pelaut, Basri Muhammad, diduga kapal itu tenggelam dihantam gelombang besar. "Saat ini sedang musim angin Barat Laut, dari Batam ke Karimun kapal langsung menghadang angin, apalagi di Utara Pulau Karimun gelombang laut lebih besar," katanya. (red/*wk)

Minggu, November 22, 2009

Dewan Pers: Pemanggilan Media Tak Tepat

SEMARANG, MP - Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara mengatakan, pemanggilan dua pimpinan media massa terkait pengaduan Anggodo Widjojo tidak tepat, karena media hanya bersifat menyampaikan informasi, termasuk dalam kasus itu.

"Dua media, yakni Koran Seputar Indonesia dan Harian Kompas justru dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan, karena pengaduan dari Anggodo, ini hal menyedihkan," katanya usai seminar "Evaluasi Peran Media dalam Pemilu 2009" di Hotel Metro Semarang.

Menurut dia, media selama ini hanya berperan sebagai panggung atau cermin yang menyampaikan fakta yang ada, sehingga ketika fakta yang disampaikan tidak sesuai yang diharapkan oleh pihak yang terlihat dalam cermin (media), jangan menyalahkan cerminnya.

Terlebih lagi, kata dia, sebenarnya tidak hanya dua media massa itu yang memuat atau menyiarkan rekaman percakapan telepon yang dilakukan oleh Anggodo dengan beberapa pihak, dan rekaman itu sebelumnya juga telah diputar di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Di tubuh kepolisian sendiri sebenarnya juga ada pergulatan berkaitan dengan pemanggilan dua media itu, terbukti dengan sempat dibatalkannya pemanggilan itu, namun beberapa waktu kemudian pemanggilan kembali dilakukan," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Novel Ali juga menyesalkan tindakan kepolisian terkait pemanggilan dua media tersebut, sebab hal itu justru mengakibatkan kesenjangan hubungan antara kepolisian dengan kalangan media.

"Dalam konteks apa pemanggilan itu, kalau mereka (media, red.) melakukan kesalahan, seperti delik pidana maka pemanggilan itu tepat, namun kalau berkaitan dengan pemberitaan biarlah diselesaikan secara internal, kan ada juga Dewan Pers," katanya.

Ia mengatakan, pemanggilan dua media tersebut juga tidak tepat dilakukan dalam situasi seperti saat ini, sebab opini publik yang berkembang di masyarakat menginginkan agar Anggodo secepatnya diproses, dan dalam situasi seperti ini tidak boleh ada penekanan-penekanan.

"Polri harus pro-aktif mendengarkan opini masyarakat melalui media, jangan bersikap defensif, sebab citra kepolisian tetap bergantung pada media, sehingga antara kepolisian dan media harus sinergis," katanya.

Berkaitan dengan pemanggilan dua media tersebut, kepolisian memang memiliki wewenang seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, sehingga pemanggilan itu sebenarnya sudah sesuai peraturan.

"Akan tetapi, kepolisian juga harus mempertimbangkan tindakan yang dilakukan, sebab pemanggilan dua media itu sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena yang rugi adalah Polri sendiri," kata Novel.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Inspektorat Jenderal (Irjen) Nanan Soekarna mengatakan pemanggilan pimpinan media cetak bukan untuk kepentingan laporan Anggodo Widjojo.

"Saya tegaskan pemanggilan pimpinan media itu tidak ada kaitannya dengan laporan Anggodo," kata Nanan di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Nanan menuturkan pemanggilan pimpinan media cetak justru untuk memformulasikan unsur pidana terhadap Anggodo Widjojo terkait dengan rekaman percakapannya dengan sejumlah aparat penegak hukum.

Nanan menyatakan keterangan dari pimpinan media akan memperkuat sangkaan terhadap Anggodo agar menjadi tersangka.

Penyidik polisi melayangkan surat pemanggilan kepada perusahaan media Harian Kompas dan Seputar Indonesia, Jumat (20/11) lalu, untuk menjelaskan pemberitaan pemutaran rekaman percakapan Anggodo dengan sejumlah penegak hukum dari hasil penyadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jenderal bintang dua itu menjelaskan penyidik kepolisian berupaya memformulasikan proses hukum terhadap Anggodo melalui unsur pasal pidana dan alat bukti, salah satunya keterangan saksi dari pimpinan media.

"Jadi pemanggilan ini bukan untuk mengkriminalisasi atau mengintimidasi pers," kata Nanan.(red/*an)

Wartawan Sumsel Tolak Kriminalisasi Pers

PALEMBANG, MP - Wartawan Sumatra Selatan (Sumsel) menggalang solidaritas jurnalis dan masyarakat di daerah tersebut untuk menyikapi pemanggilan wartawan Kompas dan Sindo oleh Polri.

"Pemanggilan dua wartawan media nasional tersebut merupakan bentuk kriminalisasi pers yang harus disikapi jurnalis dan masyarakat Indonesia," kata Koordinator aksi solidaritas tolak kriminalisasi pers, Retno Palupi, di Palembang.

Dia mengungkapkan, bersama puluhan wartawan lain yang bertugas di Kota Palembang akan melakukan aksi bersama menolak kriminalisasi pers di Bundaran Air Mancur (BAM) Kota Palembang, Senin (23/11).

"Puluhan wartawan akan turun ke jalan menyikapai pembatasan kebebasan pers yang dilakukan sejumlah pihak," tambahnya.

Ia mengatakan, pemanggilan itu hanya menunjukkan Polri telah melemahkan kebebasan pers dan independensi media massa, padahal transkrip tersebut secara umum telah diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi.

"Jangan sampai media massa Indonesia diintervensi dalam penerbitan berita yang disampaikan untuk bangsa sesuai dengan bukti dan fakta yang didapat di lapangan," ujarnya.

Retno menambahkan, wartawan Sumsel sepakat untuk melawan siapapun mengkerdilkan media dan menghalangi kebebasan pers yang telah diatur undang-undang.

"Pers Indonesia melandaskan perjuangan pada prinsip hukum yang adil, bukan pada kekuasaan melawan intimidasi mengingkari kebebasan berpendapat dan hak warga negara untuk memperoleh informasi," tegasnya. (red/*an)

Facebook Digunakan untuk Transaksi Ganja

KEDIRI, MP - Kepolisian Wilayah (Polwil) Kediri, Jawa Timur, menahan Muhammad Roni (35), warga Desa Ketawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri karena diduga melakukan transaksi ganja.

Ia tertangkap usai melakukan transaksi dengan memanfaatkan jejaring sosial "facebook" dengan seseorang bernama Iwan, warga Surabaya.

Kepala Sub Bagian Reserse dan Kriminal, Polwil Kediri, Kompol Andri S Wewengkang, Senin mengemukakan, pihaknya menahan tersangka saat akan melakukan transaksi, tepatnya di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri.

"Dari tangannya, kami berhasil mengamankan 1 gram daun ganja kering, serta tiga linting ganja siap isap yang disimpan di dalam tas," katanya mengungkapkan.

Kepada petugas, Roni mengaku, mendapatkan barang terlarang tersebut dari seseorang yang mengaku bernama Iwan, asal Surabaya. Ia Imengenal Iwan lewat "facebook", dan melakukan transaksi juga memanfaatkan situs tersebut.

Andri juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kemungkinan pelaku teriveksi virus HIV/AIDS, mengingat ia diperkirakan sudah lama menjadi target operasi kepolisian.

Roni sendiri mengaku, ia membeli barang terlarang tersebut senilai Rp100 ribu, dengan memanfaatkan jejaring sosial tersebut.Uang dia transfer langsung ke rekening Iwan sedangkan barang diterima melalui jasa penitipan barang.

"Saya mentrasnfer uang tersebut, dan barang saya terima lewat jasa penitipan barang," katanya.

Polisi mengemukakan Roni akan dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. (red/*an)

Selasa, November 17, 2009

Produk Suplemen Timbulkan Risiko Ginjal Kronik

YOGYAKARTA, MP - Berbagai produk suplemen yang beredar disinyalir mengandung satu atau lebih bahan yang dapat menimbulkan risiko penyakit ginjal kronik pada pengonsumsinya, kata ahli penyakit ginjal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Djarwoto SpPD.

"Satu produk suplemen mengandung vitamin, mineral, bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan, asam amino, dan bahan yang digunakan untuk meningkatkan kecukupan gizi seperti konsentrat, metabolit, konstituen, ekstrak, dan beberapa bahan kombinasi," katanya di Yogyakarta, Senin.

Pada seminar penggunaan "food supplement" yang rasional, ia mengatakan, minuman suplemen engeri mengandung multivitamin, kafein, taurin, mineral, dan glukosa. Taurin hingga kini masih diragukan keamanannya, apalagi jika dikonsumsi setiap hari.

"Uji coba pada binatang, dengan memberikan minuman yang mengandung dosis taurin 462 miligram (mg) per kilogram berat badan (kgbb) per hari pada babi dapat menimbulkan infiltrasi lemak pada hepar," katanya.

Terdapat keterkaitan kebiasaan mengonsumsi produk suplemen termasuk minuman suplemen energi dengan kejadian cuci darah akibat penyakit gagal ginjal kronik.

"Produk suplemen bersifat dose-dependence, yakni semakin banyak dikonsumsi, risiko untuk mengalami gagal ginjal kronik juga semakin tinggi," kata dosen Fakultas Kedokteran UGM ini.

Menurut dia, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) tidak menggolongkan berbagai produk suplemen sebagai obat. Oleh karena itu, terkait dengan aspek perizinan untuk produksi dan pengontrolan peredarannya tidak seketat obat.

Dalam hal ini diperlukan sikap kehati-hatian masyarakat dalam mengonsumsi produk suplemen secara bebas. Masyarakat juga perlu mencermati komposisi dan daftar bahan-bahan yang terkandung.

Sehubungan dengan hal itu, masyarakat diharapkan mempertimbangkan kembali kebiasaan mengonsumsi produk suplemen.

"Masyarakat jangan hanya merasa gengsi, terbawa tren atau memenuhi faktor sugesti. Masyarakat juga perlu melihat kondisi tubuh, manfaat yang diinginkan, dan daya beli," katanya. (red/*an)

Minggu, November 15, 2009

Ketua DPRD Jatim ke "Meja Hijau"

SURABAYA, MP - Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2004-2009, Fathorrasjid, segera diseret ke "meja hijau" dalam kasus penyelewengan dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai Rp 14,5 miliar.

"Kami perkirakan sidang kasus P2SEM dengan terdakwa Fathorrasjid sudah bisa disidangkan pekan depan," kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Berlin Damanik, di Surabaya, Minggu (15/11).

Menurut dia, kepastian menggelar sidang itu sudah bisa dilihat dari pelimpahan berkas perkara tersebut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kepada PN Surabaya.

Namun sayangnya, sampai saat ini Berlin belum bisa memastikan, siapa saja nama-nama ketua dan anggota majelis hakim yang akan menyidangkan perkara itu.

Sementara itu, beberapa jaksa yang akan menyidangkan kasus itu, di antaranya Ade Tajuddin Sutiawarman, Pipuk Firman Priyadi, Edi Winarko, Arif Djatmiko, dan Mohammad Abbas. Tim jaksa penuntut umum (JPU) itu merupakan gabungan jaksa dari Kejari Surabaya dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Tim JPU sudah mengumpulkan saksi yang jumlahnya mencapai 70 orang. Menurut Ketua Tim JPU, Ade Tajuddin Sutiawarman, saksi tersebut salah satunya dari kalangan lembaga penerima hibah yang tersebar di 11 kabupaten dan satu kota di Jatim.

"Jumlah saksinya puluhan orang, karena pemotongan uang program itu diduga terjadi di 119 lembaga," katanya, menjelaskan.

Selain itu, ada juga saksi dari kalangan pejabat Pemprov Jatim yang terlibat dalam pencairan dana tersebut, di antaranya pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang menjadi unit induk pelaksanaan P2SEM.

Hal yang mendasar dari keterangan beberapa saksi bahwa mereka diperintah untuk memotong dana yang cair kepada 119 lembaga penerima hibah. Salah satu buktinya berasal saksi kunci bernama Pudjiarto, sekretaris pribadi Fathorrasjid.

"Pudjiarto ditugaskan menjadi koordinator dalam menghimpun dana potongan dari lembaga-lembaga," kata Ade mengungkapkan.

Hal itu dikuatkan dengan adanya bukti transfer uang ke sejumlah rekening milik Fathorrasjid, termasuk kuitansi pembelian beberapa aset, seperti perabotan rumah tangga dan renovasi rumah terdakwa di Jalan Raya Gayung Kebonsari Elveka, Surabaya.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menghitung nilai kerugian negara akibat perbuatan Fathorrasjid sebesar Rp 14,5 miliar. Namun, Fathorrasjid hanya menanggung Rp 8,9 miliar, sisanya ditanggung oleh Pudjiarto.

"Perbuatan itu dilakukan secara bersama-sama. BPKP sudah menghitung berapa yang digunakan masing-masing terdakwa," katanya.

Sayangnya, pengusutan dugaan penyimpangan dana P2SEM itu berhenti pada mantan ketua DPRD Jatim sebagai pemberi rekomendasi pencairan.

Padahal, hampir semua anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 turut mengeluarkan surat rekomendasi penerima dana hibah itu kepada Pemprov Jatim. (red/*wk)

Tabung Elpiji Meledak, Dua Orang Terluka

JEMBER, MP - Sepasang suami istri, Suwarno (45) dan Suwariah (35), warga Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami luka bakar serius akibat ledakan tabung elpiji 3 kilogram di rumahnya, Minggu.

Saksi mata yang juga keluarga korban, Miskar (54), mengatakan, awalnya Suwariah hendak memasak dengan menggunakan kompor gas dan tabung elpiji ukuran 3 kg, tiba-tiba tercium bau gas yang menyengat di dapur sehingga membangunkan suaminya yang sedang tidur.

"Suwariah membangunkan suaminya Suwarno karena mencium bau gas yang menyengat, kemudian keduanya menuju ke dapur untuk memperbaiki regulator tabung gas," kata Miskar.

Belum sempat memperbaiki, lanjut dia, tiba-tiba tabung elpiji meledak dan mengakibatkan tubuh kedua korban terbakar karena jarak kedua korban dengan tabung elpiji yang meledak cukup dekat.

"Suwariah mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya, sedangkan Suwarno mengalami luka bakar sebagian tubuh bagian atas," katanya.

Sejumlah tetangga, lanjut dia, membawa pekerja Pabrik Gula Semboro itu ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat, namun pihak puskesmas tidak sanggup untuk mengobati korban luka bakar yang cukup parah.

"Tetangga kami yang bernama Hariono langsung membawa salah satu korban dengan menggunakan sepeda motor supaya ditangani oleh tim medis secepatnya," katanya.

Kedua korban ledakan tabung elpiji tersebut akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Djatiroto di Lumajang untuk mendapat perawatan medis.

"Mudah-mudahan nyawa kerabat kami bisa tertolong karena Suwariah menderita luka bakar yang cukup serius di seluruh tubuhnya," katanya berharap.

Akibat kejadian itu, kata Miskar, warga di Kecamatan Semboro lebih berhati-hati menggunakan paket konversi tabung elpiji dan kompor gas bantuan pemerintah.

"Beberapa warga enggan menggunakan lagi paket bantuan itu karena khawatir meledak seperti yang dialami oleh keluarga kami, Suwarno dan Suwariah," kata Miskar.(red/*an)

2010, Penderita HIV/AIDS 130.000 Orang

LAMPUNG, MP - Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu sampai 130 ribu orang. Menurut "National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS", dr Ronald Jonathan MSc, pada seminar dua hari "Global Diseases 2nd Continuing Professional Development" di Bandarlampung, Sabtu dan Minggu, angka itu diperoleh berdasarkan perkiraan pengaduan penderita terinfeksi HIV/AIDS ke sejumlah rumah sakit, yang berjumlah tidak lebih dari sepersepuluh korban terinfeksi keseluruhan.

"Perkiraan saya, jumlah kasus terinfeksi HIV/AIDS hingga 2010 akan mencapai antara 93 ribu hingga 130 ribu kasus, dan prinsip fenomena gunung es yang berlaku mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tampak hanyalah 5-10 persen dari jumlah keseluruhan," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia sejak 1980-an hingga September 2009 yang terdata oleh Departemen Kesehatan mencapai 18.442 penderita, dengan perbandingan jumlah penderita laki-laki dan perempuan sebesar tiga berbanding satu.

"Sudah ada pergeseran pola penyebaran, kini penyeberan terbesar terjadi lewat hubungan seks, bukan lagi penggunaan jarum suntik," ujarnya.

Dia menerangkan, hampir 50 persen dari penyebaran virus HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual,dan melalui jarum suntik (pada pengguna narkoba) mencapai 40,7 persen berdasarkan riset terhadap jumlah total penderita.

Sementara itu, penyebaran virus HIV/AIDS pada gay, waria dan transgender hanya mencapai 3-4 persen dari jumlah total penderita.

Rentan usia tertinggi penderita HIV/AIDS hingga saat ini masih tetap berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun.

Khusus untuk Provinsi Lampung, jumlah penderita HIV/AIDS di provinsi itu mencapai 188 penderita, dengan 42 orang penderita yang meninggal.

"Untuk jumlah penderita HIV/AIDS, Lampung berada pada posisi 17 dari 33 provinsi, artinya jumlah penderita di provinsi itu masih cukup banyak," kata dia.

Dia mengingatkan, penyadaran dan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan, agar jumlah mereka dapat diminimalkan.

"Minimal kita dapat memberikan konseling dan bimbingan terhadap mereka tentang pentingnya kesadaran untuk mau berobat secara teratur, dan menyebarkan hal itu kepada penderita lainnya," kata dia.

Khusus untuk konseling, dia mengingatkan kepada pendamping agar membicarakan langsung hal-hal tersebut dengan penderita, bukan dengan keluarganya.

"Saya ingatkan ada pola konseling yang salah, yaitu mengajak bicara keluarga penderita, karena nanti urusannya akan lebih repot, lebih baik anda langsung berbicara dengan penderita," katanya.(red/*an)

Jumat, November 13, 2009

Densus 88 Rekonstruksi Noordin M Top

TANGERANG, MP - Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror, Jumat, menggelar rekonstruksi pertemuan almarhum gembong teroris Noordin Mohd Top dengan beberapa anak buahnya di Masjid Raya Bintaro Jalan Maleo Sektor XI, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Dalam rekonstruksi itu, sekitar 10 orang anggota Densus 88 berseragam hitam bersenjata lengkap menjaga ketat rekonstruksi pertemuan Noordin Mohd Top dengan Saefuddin Zuhri serta dua teroris lainnya yakni Dayat dan Amir Abdillah yang diperankan anggota kepolisian.

Tiga orang polisi berpakaian bebas yang berperan sebagai Noordin, Saefuddin, dan Amir itu berkumpul di halaman Masjid Raya Bintaro, kemudian mereka masuk ke dalam sebuah mobil Daihatsu berwarna hitam bernopol B8442MO yang disopiri Dayat.

Dalam kendaraan itu, empat orang teroris yang diperankan aparat kepolisian membahas rencana peledakan bom, sehingga rekonstruksi itu berlangsung sekitar dua jam.

Densus 88 dan aparat kepolisian menolak memberikan keterangan dalam rekonstruksi kepada sejumlah wartawan.

Puluhan warga yang tidak mengetahui adanya rekonstruksi tiba-tiba mendatangi lokasi masjid untuk mengamati apa yang sedang berlangsung, namun mereka dilarang petugas mendekati lokasi rekonstruksi.

Pengurus Masjid Raya Bintaro Samsul mengaku terkejut ketika tim Densus 88 dan beberapa petugas kepolisian mendatangi Masjid Raya Bintaro untuk mengelar rekonstruksi.

"Saya kaget karena secara tiba-tiba pasukan berseragam hitam dengan senjata laras panjang datang melakukan rekonstruksi," katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui bila di halaman Masjid Raya Bintaro pernah terjadi pertemuan antara Noordin Mohd Top, Saefuddin Zuhri, Dayat, dan Amir.

"Masjid ini biasanya didatangi siapa saja, jadi sah-sah saja siapapun shalat di sini," katanya.

Sementara itu, petugas keamanan Masjid Raya Bintaro Cahyo Suharto mengatakan sebelum rekonstruksi tidak ada pemberitahuan dari kepolisian bahwa di Masjid Raya Bintaro akan digelar rekonstruksi pertemuan Noordin Mohd Top dengan sejumlah anak buahnya.(red/*an)

Bayi Tanpa Anus Dibawa Pulang dari RSUD

CIANJUR, MP - Himdan (28 hari), pasien bayi yang tidak memeiliki lubang anus, terpaksa dibawa pulang orang tuanya dari RSUD Cianjur, Jawa Barat, karena tidak dapat membayar biaya rumah sakit.

Himdan, yang tidak memiliki lubang anus itu, tidak bisa buang air kecil dan besar, hingga saat ini, sehingga lambungnya terus membesar layaknya balita penderita gizi buruk.

Infomasi berhasil dihimpun, Jumat, pada tanggal 16 Oktober lalu, tepatnya hari Jumat. Cicah (26), melahirkan putra keduanya Himdan buah pernikahnya dengan Endin (29).

Kelahiran itu dilakukan di rumahnya dan berjalan normal tidak ada kendala atau kejanggalan. Bahkan setelah melahirkan layaknya bayi lainnya, perawatan dan perlakuan sama diberikan.

Namun memasuki usia 6 hari, kondisi sang bayi mulai nampak ada kejanggalan, dimana ia tidak bisa buang air besar dan kecil.

Merasa khawatir dengan kondisi bayinya itu, kedua orangtuanya, berupaya dengan berbagai cara yang disarankan tetanga.

Meskipun keingginan membawa anaknya ke rumah sakit, cukup besar. Namun kedua orang tuanya terbentur biaya. Uang yang didapat Endin sebagai buruh tani, dinilai tidak cukup.

Sementara itu, kondisi sang bayi terus memburuk, perutnya terus membuncit karena ampas dari pasokan makanan yang masuk ke lambungnya tidak dapat keluar.

Khawatir dengan kondisi bayinya itu, akhirnya Cicah dan Endin, nekad membawanya ke RSUD Cianjur, tanpa biaya sepeserpun, dengan harapan anaknya sembuh.

Pihak RSUD Cianjur, sempat memeriksa kondisi Himdan dan memberikan hasil diagnosa. Namun petugas kesehatan meminta orang tua Himdan menyediakan uang sebesar 20 juta.

"Kami tidak mengerti apa hasilnya. Namun kami mengerti dan sangat terkejut ketika petugas mengharuskan kami menyiapkan uang 20 juta dengan jaminan Himdan sembuh," tutur Cicah

Mendengar perkataan petugas yang dengan mudah menyebutkan nominal sebesar itu, membuat jantung Cicah dan Endin sangat kaget.

Jangankan uang sebesar itu, untuk makan sehari-hari saja, mereka sudah kesulitan.

"Kami tidak punya apa-apa yang bisa di jual. Pilihan terakhir kami terpaksa membawa bayi kami pulang," katanya dengan linangan air mata.

Harapan kedua orang tua itu, ada pihak yang mau mengulurkan tangannya demi kesembuhan Himdan .

"Kami hanya bisa berdoa dan berharap ada yang mau membantu kami, demi kesembuhan anak kami," ucap keduanya hampir bersamaan. (red/*an)

Warga Gembira Penahanan Dimyati

SERANG, MP - Penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terhadap mantan Bupati Pandeglang dan anggota Komisi III DPR RI Dimyati Natakusumah disambut gembira ratusan warga Pandeglang.

Hal itu terungkap dalam aksi damai ratusan orang dari Pandeglang yang terdiri atas unsur LSM dan mahasiswa di halaman kantor Kejati Banten.

Dalam aksi yang antara lain diikuti oleh massa Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM), selain berorasi dengan menggunakan pengeras suara, mereka juga membagikan selebaran yang berisikan ungkapan syukur atas ditahannya Dimyati.

"Kami datang ke Kejati Banten untuk menyatakan ucapan terima kasih, karena Dimyati telah ditahan," kata Tb Nuruzzaman, ketua GP Anshor Pandeglang, di sela aksi.

Menurutnya, penahanan Dimyati sudah sepantasnya, dikarenakan semua unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Bupati Pandeglang tersebut, berdasarkan penyidikan Kejati Banten sudah memenuhi syarat untuk ditahan.

"Penahanan ini adalah sebuah keharusan hukum dan telah memenuhi rasa keadilan," kata Nuruzaman.

Sementara dalam aksi yang melibatkan ratusan warga Pandeglang tersebut, ratusan petugas Dalmas dari Polres Serang dan Brimob terlihat siaga mengawal aksi tersebut.

Suasana di lokasi aksi sempat terjadi kemacetan beberapa saat, sebab para pengunjuk rasa membagikan selebaran hingga ke tengah jalan.

Meski demikian tidak ada tindakan anarkis dalam aksi itu, baik dari pihak aparat maupun pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa sebenarnya ingin ditemui langsung oleh Kajati Banten Abdul Wahab Hasibuan, namun karena Kajati sedang disibukkan dengan tugasnya, maka mereka gagal menemui Abdul Wahab.

Aksi itu sendiri akhirnya berakhir, setelah salah pembacaan doa, mereka membubarkan diri dengan tertib.

Sedangkan suasana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Serang nampak selalu didatangi pengunjung yang berasal dari keluarga dan teman sejawat Dimyati secara bergantian. Hal itu diduga untuk menghindari kejaran media jika datang secara berombongan.

Dimyati ditahan oleh Kejati Banten pukul 19.00 WIB, setelah sebelumnya ia didampingi penasihat hukumnya datang ke Kejati Banten pukul 16.00 WIB.

Dengan ditahannya Dimyati, berarti sudah lima tersangka kasus suap ditahan.

Empat tersangka lainnya yang sudah ditahan yakni pimpinan DPRD Pandeglang periode 2004-2009, M Acang dan Wadudi Nurhasan; mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Abdul Munaf; dan Kepala Seksi Perkreditan Bank Jabar-Banten Cabang Pandeglang Dendy Darmawan. Mereka mulai diadili pada akhir Desember 2008. (red/*an)

Warga Gembira Penahanan Anggota Komisi III DPR RI

SERANG, MP - Penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terhadap mantan Bupati Pandeglang dan anggota Komisi III DPR RI Dimyati Natakusumah disambut gembira ratusan warga Pandeglang.

Hal itu terungkap dalam aksi damai ratusan orang dari Pandeglang yang terdiri atas unsur LSM dan mahasiswa di halaman kantor Kejati Banten.

Dalam aksi yang antara lain diikuti oleh massa Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM), selain berorasi dengan menggunakan pengeras suara, mereka juga membagikan selebaran yang berisikan ungkapan syukur atas ditahannya Dimyati.

"Kami datang ke Kejati Banten untuk menyatakan ucapan terima kasih, karena Dimyati telah ditahan," kata Tb Nuruzzaman, ketua GP Anshor Pandeglang, di sela aksi.

Menurutnya, penahanan Dimyati sudah sepantasnya, dikarenakan semua unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Bupati Pandeglang tersebut, berdasarkan penyidikan Kejati Banten sudah memenuhi syarat untuk ditahan.

"Penahanan ini adalah sebuah keharusan hukum dan telah memenuhi rasa keadilan," kata Nuruzaman.

Sementara dalam aksi yang melibatkan ratusan warga Pandeglang tersebut, ratusan petugas Dalmas dari Polres Serang dan Brimob terlihat siaga mengawal aksi tersebut.

Suasana di lokasi aksi sempat terjadi kemacetan beberapa saat, sebab para pengunjuk rasa membagikan selebaran hingga ke tengah jalan.

Meski demikian tidak ada tindakan anarkis dalam aksi itu, baik dari pihak aparat maupun pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa sebenarnya ingin ditemui langsung oleh Kajati Banten Abdul Wahab Hasibuan, namun karena Kajati sedang disibukkan dengan tugasnya, maka mereka gagal menemui Abdul Wahab.

Aksi itu sendiri akhirnya berakhir, setelah salah pembacaan doa, mereka membubarkan diri dengan tertib.

Sedangkan suasana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Serang nampak selalu didatangi pengunjung yang berasal dari keluarga dan teman sejawat Dimyati secara bergantian. Hal itu diduga untuk menghindari kejaran media jika datang secara berombongan.

Dimyati ditahan oleh Kejati Banten pukul 19.00 WIB, setelah sebelumnya ia didampingi penasihat hukumnya datang ke Kejati Banten pukul 16.00 WIB.

Dengan ditahannya Dimyati, berarti sudah lima tersangka kasus suap ditahan.

Empat tersangka lainnya yang sudah ditahan yakni pimpinan DPRD Pandeglang periode 2004-2009, M Acang dan Wadudi Nurhasan; mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Abdul Munaf; dan Kepala Seksi Perkreditan Bank Jabar-Banten Cabang Pandeglang Dendy Darmawan. Mereka mulai diadili pada akhir Desember 2008. (red/*an)

3 Pengusaha Lakukan "Class Action" Terhadap PLN

LAMPUNG, MP - Tiga pengusaha mewakili 990 ribu-an pelanggan PLN di Provinsi Lampung, melakukan gugatan class action terhadap PT PLN atas ketidakprofesionalan dalam menyediakan listrik selama tiga bulan terakhir.

Ketiga pengusaha tersebut masing-masing Asmarani (warga Lampung Timur), Indah Srihartati (warga Bandarlampung) dan Sri Suharni ( warga Tanggamus) memasukkan gugatan mereka di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis, dengan nomor register perkara 111/Pdt.G/2009/PN.TK tanggal 12 November 2009.

Mereka memasukkan gugatan dengan didampingi enam pengacara.Gugatan itu ditujukan kepada PLN pusat sebagai tergugat satu dan PLN Wilayah Lampung sebagai tergugat dua.

Dalam gugatan itu termuat, akibat pemadaman listrik yang telah dilakukan PLN selama hampir tiga bulan terakhir di Lampung, dengan durasi pemadaman yang lebih dari tiga jam, dianggap telah menimbulkan kerugian materil bagi mereka senilai Rp82,7 miliar.

"PLN telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan telah mengakibatkan terjadinya kerugian materil dan imateril bagi para pelanggannya di wilayah Lampung," kata salah satu pengacara mereka, Dedy Mawardi.

Dalam surat gugatan tersebut tertulis PLN dengan sengaja melakukan pemutusan atau pemadaman aliran listrik untuk wilayah Lampung dalam beberapa bulan terakhir ini (Agustus s/d Oktober 2009), yang pada akhirnya berakibat terjadinya kerugian materil dan kerugian imateril bagi para penggugat.

Kemudian, juga tertulis bahwa ketiganya tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan juga mewakili seluruh pelanggan listrik di Provinsi Lampung, yang memiliki kesamaan fakta dan dasar hukum untuk mengajukan gugatan terhadap PLN.

Hukum yang dilanggar PLN adalah Pasal 2 UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yang berbunyi pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Berdasarkan Undang-undang trersebut, PLN tidak mampu menjamin ketersediaan listrik dalam jumlah yang cukup untuk kepentungan rakyat, khususnya para pelanggan di wilayah Provinsi Lampung," katanya.

Dia meneruskan, wilayah Provinsi Lampung membutuhkan tenaga listrik sebesar 442 MW, namun PLN Wilayah Lampung hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga listrik 305 MW, sehingga terpaksa melakukan pemadaman aliran listrik pada siang dan malam hari secara bergilir kepada pelanggannya selama tiga hingga dua belas jam, selama Agustus hingga Oktober 2009.(red/*an)

Kamis, November 12, 2009

Mahasiswa Deklarasikan Jihad Melawan Korupsi

TANGERANG, MP - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendeklarasikan jihad melawan korupsi sebagai bentuk kekuatan besar mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap para koruptor.

"Penyakit kekuasaan membuat korupsi menjalar hingga jantung kehidupan masyarakat. Untuk melindungi negara dan rakyat Indonesia, jihad melawan korupsi menjadi tujuan utama kita," kata Ketua Umum HMI, Arip Musthopa bersama puluhan mahasiswa ketika bersumpah di makam proklamator kemerdekaan RI Muhammad Hatta di Tanah Kusir, Jakarta.

Menurut Arip, budaya korupsi di Indonesia semakin berkembang seiring sulitnya pemerintah memberantas korupsi, sebaliknya aktor koruptor terus memperdaya petinggi kepolisian serta aparat hukum di negara ini.

Ditangkapnya dua petinggi KPK Bibit dan Chandra oleh Kepolisian Republik Indonesia mengindikasikan kuatnya lembaga hukum di negara ini melindungi para koruptor.

"Apapun yang terjadi kita tetap mendukung KPK, negara ini harus bebas korupsi. Korupsi sama saja dengan menjual harga diri negara," ucap Arip.

Gerakan sosial antikorupsi dewasa ini menjadi sangat penting keberadaannya, mahasiswa dan rakyat merupakan kekuatan yang tidak bisa dikalahkan.

"Rakyat dan mahasiswa adalah people power jadi jangan dianggap enteng. Mahasiswa dan rakyat satu suara yang akan turun kejalan mendukung KPK untuk memberantas korupsi," kata Arip.

Di makam Bung Hatta, puluhan mahasiswa mendesak pemerintah untuk menyatakan darurat korupsi nasional dan bersungguh-sungguh perangi korupsi diberbagai lembaga negara serta birokrasi pemerintahan.

Mereformasi institusi penegak hukum dan memerangi mafia peradilan yang telah mencederai rasa keadilan masyarakat.

Mengajak semua elemen masyarakat untuk mewaspadai adanya indikasi persekongkolan antara Polri, Komisi III DPR RI dan Kejaksaan yang menghambat penyelesaian kasus-kasus korupsi.

"Adili semua pihak yang terlibat terkait kriminalisasi pimpinan KPK dan penjarakan koruptor Bank Century serta kasus korupsi lainnya," tegas Arip.(red/*an)

Rabu, November 11, 2009

Menag: Ratusan Biro Travel Haji Ilegal

SURABAYA, MP - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa dari 220 biro perjalanan haji hanya 120 yang memenuhi persyaratan, sedangkan sisanya adalah ilegal.

"Hanya 120 biro travel haji yang memenuhi syarat sebagaimana ditentukan Departemen Agama," katanya setelah menghadiri pengukuhan KH Ali Maschan Moesa sebagai guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Ia menduga banyaknya biro travel haji yang tidak memenuhi syarat itu menyebabkan banyak jamaah calon haji Indonesia yang terkatung-katung nasibnya.

"Itu karena mereka tetap menerima pendaftaran masyarakat yang menunaikan ibadah haji, padahal kuotanya sudah habis, sehingga banyak jamaah haji nonkuota yang tidak jelas nasibnya," katanya.

Menurut dia, pihaknya mencatat ada 191.000 jamaah haji reguler yang mendapatkan visa dan 17.240 jamaah haji khusus yang juga memegang visa.

"Kalau jumlahnya di luar itu maka perlu dipertanyakan kepada Pemerintah Arab Saudi, kenapa bisa membengkak jumlahnya," katanya.

Ia mengatakan para jamaah haji nonkuota itu bisa saja melakukan ibadah haji, namun tidak ada jaminan dalam hal pemondokan, transportasi, dan makan.

"Namun, pemerintah Indonesia tetap akan bertanggungjawab terhadap nasib para jamaah haji itu, mengingat mereka merupakan warga negara Indonesia yang akan tetap kita perhatikan," katanya.(red/*an)

Iklan Pendidikan Gratis Harus Ditiadakan

PADANG, MP - Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Azis Qahar Mudzakkar, akan mengingatkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang baru untuk meniadakan iklan tentang pendidikan gratis.

"Sosialisasi pendidikan gratis jangan lagi melalui iklan karena masyarakat tidak semuanya mengetahui secara persis konsepnya, dampaknya bisa menimbulkan masalah," kata anggota DPD asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, disela kunjungan kerja ke Asrama Haji Padang, Rabu.

Anggota Komite III DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Sumbar, sejak Senin-Kamis pekan ini, menjemput aspirasi soal pendidikan, kesehatan dan keagamaan di provinsi itu.

Apalagi, kata Azis, dijadikan sebagai jargon kampanye calon bupati/wali kota dan gubernur, bahkan Mendiknasnya juga beriklan begitu.

Jadi, masyarakat tak mengerti dan menimbulkan pertanyaan siapa yang sebenarnya yang punya pekerjaan, karena semua beriklan pendidikan gratis.

"Pendidikan gratis pun juga tak semua item, tingkat SMA tidak gratis. Sementara masyarakat tahunya sekolah sudah gratis sekarang," katanya sembari menyatakan akan mengingatkan kembali Mendiknas tak usah ada iklan-iklan.

Terkait, dampak iklan gratis semakin membuat susah guru atau pihak sekolah karena orangtua murid atau masyarakat tak lagi mau membayar iyuran di minta sekolah.

Sebelumnya, katanya, rombongan anggota Komite III DPD RI berdialog dengan kepala dinas dan kepala sekolah dari sejumlah kab/kota di Sumbar.

Jadi, ada keluharan dari para kepala sekolah dan komite sekolah, bahkan dampak iklan pendidikan gratis yang memicu menurunnya partisipasi masyarakat untuk peduli ke sekolah.

Istilah pendidikan gratis, kata Azis, semestinya tak perlu ada tetapi konsep dan pelaksanaa program pemerintah untuk pendidikan murah dan gratis penting.

Bahkan, tambahnya, ada provinsi yang sudah melauncing pendidikan gratis, itu sangatlah tidak tepat karena dalam pelaksanaanya sangat sedikit peran pemerintah daerah. (red/*an)

Pemerintah Bantu Rp15 Juta untuk Rumah Rusak Berat

PADANG, MP - Pemerintah akan memberikan bantuan Rp15 juta bagi setiap warga Sumatra Barat (Sumbar) yang rumahnya rusak berat atau roboh rata dengan tanah akibat guncangan gempa 7,9 SR dan tanah longsor yang melanda daerah ini 30 September 2009.

Sedangkan warga yang rumahnya rusak sedang akan diberi bantuan Rp10 juta, kata Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman di Padang.

Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, pemerintah akan membantu Rp1 juta, tambahnya.

Ia menjelaskan, bantuan untuk warga yang rumahnya rusak berat dan sedang akan dibiayai dana stimulan dari APBN 2010. Sedang bantuan untuk rumah rusak ringan dari APBD 2010 kabupaten/kota di wilayah rumah itu.

Pelaksanaan pembangunan kembali rumah warga itu akan dilakukan secara berkelompok dengan didampingi fasilitator atau klinik konstruski yang disediakan pemerintah, katanya.

Sementara itu, jumlah rumah warga yang rusak dan akan mendapat bantuan berdasarkan hasil verifikasi tim dibentuk pemerintah sebanyak 249.833 unit.

Kategori kerusakan yang akan dibantu terdiri dari 114.797 unit rumah rusak berat atau roboh rata dengan tanah, 67.198 unit rusak sedang dan 67.838 unit rusak ringan.

Karena dana berasal dari APBN dan APBD 2010, maka penyaluran bantuan tersebut baru dapat dilakukan pada tahun depan (2010).

Sehubungan itu, Marlis mengatakan, pemerintah belum bisa secepatnya memberikan bantuan rekonstruksi kembali rumah-rumah warga yang rusak tersebut dan karena harus menunggu disahkannya alokasi anggaran dalam APBN dan APBD 2010.

Selain di 2010 pemerintah juga akan menambah anggaran untuk rekonstruksi kembali Sumbar pascagempa dan tanah longsor pada APBN 2011, tambahnya.

Untuk menyikapi hal ini, pemerintah daerah Sumbar sangat berharap adanya bantuan dana dari dompet-dompet peduli, LSM nasional dan internasional, perusahaan dan donatur-donatur lain, katanya.

Selain itu, masyarakat bisa membangun kembali rumahnya dengan dana simpanan atau bantuan langsung yang diterimanya dari berbagai pihak di luar bantuan pemerintah, tambahnya.

Ia menyebutkan, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Sumbar juga terus berupaya mencarikan para donator untuk membantu masyarakat korban gempa untuk membangun kembali rumahnya.

Bagi masyarakat yang ingin membangun atau memperbaiki rumahnya, ia meminta, agar sepengetahuan pemerintahan setempat, agar bangunan yang dibuat dapat disesuai dengan standar kontruksi yang layak dan ramah akan gempa.

Terkait dana bantuan pemerintah yang akan dianggarkan dalam APBN 2010 dan 2011, akan salurkan secara bergulir dan rumah yang dibangun dengan dana itu sesuai dengan standar yang layak dan masuk dalam kategori yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pemerintah juga akan membagikan bentuk standar bangunan yang layak pada lokasi-lokasi rawan bencana gempa yang akan difasilitasi instansi terkait yakni Bappeda dan Tarkim, tambahnya. (red/*an)

Selasa, November 10, 2009

Amien Rais Ingatkan Mahasiswa Kawal Reformasi

KUPANG, MP - Tokoh Reformasi Nasional, Amien Rais, mengingatkan mahasiswa terus mengawal nilai-nilai dan semangat reformasi 1998, agar tetap hidup dan berkembang di tengah maraknya praktek mafioso yang melibatkan aparat penegak hukum di tanah air.

"Perjalanan reformasi bangsa Indonesia 10 tahun belakangan ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan, karena itu perlu dikawal dengan menggnyang habis praktek-praktek mafioso dari siapapun orangnya atau apapun lermbaganya, sehingga semangat dan nilai-nilai luhur dari reforamsi itu tetap hidup dan berkembang seiring dengna perkembangan bangsa," katanya ketika memberi kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), di Kupang, Selasa (10/11).

Dalam kuliah umum dengan topik "Refleksi Perjalanan Bangsa Tuntaskan Agenda Reformasi" itu, Amien mengatakan, salah satu gerakan reformasi pada saat itu adalah penegakaan hukum dari berbagai praktek mafioso yang belakangan ini kembali marak.

Mantan Ketua MPR pasca reformasi ini mengatakan, lembaga peradilan belum bisa direformasi sesuai dengan tujuan reformasi itu sendiri.

"Masih ada oknum aparat penegak hukum baik di Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan dan KPK yang menjadi mafia dan makelar kasus sehingga tujuan reformasi di bidang penegakan hukum belum tercapai," katanya.

Yang terbaru, kata Amien, adalah kasus perseteruan antara KPK dan Polri terkait proses hukum terhadap mantan pimpinan KPK.

"Kasus itu sangat tidak etis dipertontonkan oleh aparat penegak hukum, dimana aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pilar utama memberi contah kepada masyarakat dalam hal penegakan supremasi hukum, bukan malah sebaliknya menjadi sponsor atau penunjukkan jalan lewat saling bertikai kepentingan pribadinya," katanya.

Ia mengatakan, kasus KPK dan Polri ini sangat mencoreng wajah bangsa Indonesia, khususnya dalam hal penegakan supremasi hukum. Amien juga meminta kedua lembaga penegak hukum tersebut untuk mewanti-wanti jangan sampai ada peran pihak lain, terutama pihak asing yang hanya ingin melemahkan bangsa Indonesia.

"Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik karena bergerak di atas lima persen. Apalagi belum lama ini saat krisis global Indonesia mampu bertahan. Bisa saja ada pihak lain yang tidak puas dengan perkembangan Indonesia tersebut dengan melakukan skenario melemahkan Indonesia dari dalam," katanya.

Kepada para mahasiswa UMK, Amien Rais juga mengharapkan untuk terus mengawal reformasi dan terus mempersiapkan diri agar kelak dapat melanjutkan estafet pembangunan.

Ia mengatakan, bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang kaya karena sumber daya alam, namun selama ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran masyarakat. "Lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak asing," katanya.

Karena itu, Amien mengharapkan para mahasiswa yang merupakan kader penerus pembangunan untuk peka terhadap setiap permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan kelak menjadi agen yang mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.(red/*an)

Sulut Diguncang Gempa 5,3 SR

MANADO, MP - Sulawesi Utara (Sulut) diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR), pada Selasa, sekitar pukul 17:23:40 wita.

"Lokasi gempa berada di 3.10 Lintang Utara dan 127.58 Bujur Timur," kata staf Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado, Edward, Selasa.

Sementara pusat gempa berada pada 142 km tenggara Melonguane, Kabupaten Talaud, sehingga masyarakat tidak perlu panik gelombang tsunami karena tidak akan terjadi.

Gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami, namun bisa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah kepulauan di Sulut, seperti Talaud, Sangihe dan Sitaro,

Kedalaman gempa bumi berada pada posisi 57 km pada pusat gempa itu, dengan intensitas III-VI MMI di perairan Sulut.

Sementara itu, sejumlah warga yang dihubungi melalui telepon seluler mengaku sempat merasakan gempa dengan kekuatan 5,3 SR itu, namun tidak terasa lama.

"Getaran sangat singkat namun sempat membuat kecemasan warga," kata Ronal, salah satu warga Melonguane, Talaud.

Menurutnya, hampir setiap saat selalu terjadi gempa bumi di Melongaune, sejak peristiwa gempa besar pada awal tahun 2009 lalu sekitar 7 SR lebih.(red/*an)

Panglima Batur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

MUARA TEWEH, MP - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah tahun 2010 akan mengusulkan seorang pejuang perang Barito bernama Panglima Batur asal daerah setempat menjadi pahlawan nasional.

"Tahun depan pejuang rakyat pedalaman Sungai Barito itu kami usulkan menjadi pahlawan nasional," kata Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah di Muara Teweh, Selasa (10/11).

Menurut Yuliansyah, usulan menjadi pahlawan nasional kepada pemerintah pusat terhadap pejuang perang Barito yang terjadi tahun 1865 - 1905 silam itu sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang, apalagi Panglima Batur kelahiran Kabupaten Barito Utara.

Panglima Batur kelahiran tahun 1852 silam di desa Buntok Baru Kecamatan Teweh Tengah,Barito Utara meninggal di usia 53 atau pada tanggal 5 Oktober 1905 dan dimakamkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Sebagai bahan pendukung rencana pengusulan itu, paling lambat akhir November nanti kami akan menggelar seminar tentang perjuangan Panglima Batur di Muara Teweh," katanya.

Yuliansyah menjelaskan, seminar dengan mengundang sejumlah tokoh dan keturunan pejuangan itu digelar setelah peresmian monumen Panglima Batur setinggi empat meter terbuat dari tembaga (perunggu) dengan berat 800 kilogram pada pertengahan November ini direncanakan oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

Monumen yang sudah berdiri itu, kata dia, dibuat secara khusus oleh pematung I Nyoman Alim Mustapha dari Dusun Batikan Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah di taman Seribu Riam yang terletak di depan rumah dinas bupati setempat di Muara Teweh.

"Jadi monumen sudah berdiri di lokasi tersebut, tinggal diresmikan," kata dia.

Ia mengatakan Pemerintah di kabupaten pedalaman Kalteng itu juga telah menyusun buku sejarah tentang perjuangan Panglima Batur bersama rakyat Barito lainnya melawan Belanda.

"Data pendukung juga sebagian dihimpun langsung dari ahli waris beliau, saat ini ada yang masih hidup," katanya.

Dalam buku itu diceritakan sejarah tentang terbunuhnya Panglima Batur dengan cara diduga digantung oleh Belanda tahun 1905 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Seorang tentara Belanda yang menghukum gantung pejuang rakyat pedalaman Barito ini juga merupakan pelaku yang mengeksekusi pejuang rakyat Aceh yang juga pahlawan Nasional bernama Teuku Umar.

Pejuang di Daerah Aliran Sungai Barito itu merupakan tangan kanan pejuang lainnya yaitu Sultan Muhammad Seman (anak Pangeran Antasari-Pahlawan Nasional Kalimantan Selatan) ini bersama pasukannya hanya dilengkapi alat sederhana melawan Belanda yang menggunakan persenjataan lengkap.

Kawasan yang menjadi tempat pertempuran itu berada di sekitar Desa Buntok Baru, Butong, Lete, Mantehep (dekat Muara Teweh) bahkan sampai ke wilayah Manawing dan Beras Kuning wilayah hulu Barito.

Pejuangan Barito dari rakyat biasa ini ditangkap Belanda di Muara Teweh pada 24 Agustus 1905 dan dibawa ke Banjarmasin kemudian dihukum gantung dengan tuduhan makar, namun saat mau dieksekusi ditiang gantung salah satu alatnya tidak berfungsi dan saat itu rencana hukum gantung ditunda.

Setelah tertunda sepekan, pejuang yang dicari-cari Belanda dengan hadiah 1.000 gulden apabila tertangkap itu kembali akan dihukum gantung, namun saat itu Belanda terkejut karena Panglima Batur sudah meninggal dunia.

Jasad pejuang itu tetap dibawa ke tiang gantungan untuk diperlihatkan kepada masyarakat bahwa Panglima Batur benar-benar dihukum gantung dan jenazahnya dikubur di Kuin Banjarmasin, selanjutnya pada tanggal 21 Aril 1958 makamnya dipindahkan ke belakang Masjid Jami, Sungai Jingah, Banjarmasin. (red/*an)
Related Posts with Thumbnails

Pengikut