Kamis, Maret 31, 2011

Kondisi Jalan Rangkasbitung-Cikande Rusak Parah

BANTEN, M86 - Warga Kabupaten Lebak mendesak perbaikan jalan Rangkasbitung-Cikande sepanjang kurang lebih 26 kilometer karena kondisinya rusak parah dan semakin sulit dilintasi berbagai jenis kendaraan. "Kami minta Pemerintah Provinsi Banten segera memperbaiki ruas jalan itu," kata Haerudin (45) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Ia sangat mengeluh saat melintasi jalan Rangkasbitung-Cikande karena sebagian besar berlubang-lubang dan bergelombang.

Bahkan, aspalnya mengelupas sehingga terlihat bebatuan kerikil yang bisa membahayakan pengendara sepeda motor.
"Kami setiap hari melintasi jalan itu dan sudah beberapa kali terjatuh dari sepeda motor," ujar Haerudin, pengajar di SDN Citeras.

Menurut dia, selama beberapa pekan terakhir kondisi jalan bagaikan kubangan kerbau karena banyak lubang-lubang tergenang air hujan.

Pengendara berbagai angkutan harus berjalan pelan-pelan untuk menghindari jalan berlubang. Warga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas sering terjadi akibat kerusakan jalan tersebut.
"Kami berharap jalan Rangkasbitung-Cikande diperbaiki karena bisa berdampak terhadap ekonomi warga," ujarnya.(jek/*b8)

Lagu "Udin Sedunia" Dinilai Langgar Aturan

MATARAM, M86 - Rapat pleno KPID NTB menyimpulkan lagu "Udin Sedunia" yang diciptakan dan dinyanyikan Sualudin asal Lombok memuat lirik tidak pantas karena berkonotasi negatif terhadap nama seseorang. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sukri Aruman di Mataram, mengatakan beberapa lirik lagu Udin Sedunia itu bisa dijadakan bahan olok-olok atau tertawaan terhadap mereka yang bernama Sarafudin, Sapiudin dan Tahirudin.

Ia mengatakan, tiga lirik lagu Udin Sedunia yang dinilai bermasalah adalah "Udin yang suka ke WC namanya Tahiruddin", "Udin yang stres namanya Sarafudin" dan "Udin yang suka menggembala namanya Sapiudin". "Karena itu disimpulkan lirik lagu dan video klip berjudul Udin Sedunia, baik versi lagu `Cilokaq Sasak Remix` maupun `Reggae Rap` Indonesia, terutama yang menyebut nama Sarafudin, Tahirudin dan Sapiudin, dinilai tidak pantas," kata Sukri.

KPID NTB meminta lembaga penyiaran baik radio maupun televisi melakukan sensor internal yang ketat dan tidak menyiarkan lagu atau video klip Udin Sedunia sebelum menghilangkan tiga kata tersebut, yakni Sarafudin, Sapiudin dan Tahirudin.

"Lirik tersebut bertentangan dengan pasal 7 dan 9 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran tentang Penghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras dan antargolongan serta penghormatan terhadap norma kesopanan," katanya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, kata dia, KPID NTB meminta lembaga penyiaran baik radio maupun televisi melakukan sensor internal yang ketat.

"Pasal tersebut juga menegaskan agar isi siaran dilarang memperolok, merendahkan, melecehkan atau mengabaikan nilai-nilai agama serta martabat manusia Indonesia," katanya.

Menurut dia, kesimpulan tersebut diambil dalam rapat pleno yang melibatkan Ketua MUI Prof H Saiful Muslim MM, budayawan/seniman Mustakim Biawan dan HL Agus Fathurrahman, serta pakar komunikasi dan dosen IAIN Mataram Dr. Kadri, MSi. (jek/*ant)

Menelisik Cara Soeharto dalam Menunjukkan Kedaulatan

BATAM, M86 - Meskipun banyak cacian terhadap kepemimpinan Almarhum Soeharto, saat menjabat sebagai presiden, namun ada yang patut diketahui yaitu dalam hal menunjukkan kedaulatan negara dengan cara unik, memancing di tengah laut yang berbatasan dengan negara lain. Dan itu yang kada tak pernah terlihat dan harus ditiru saat ini. Demikian diungkapkan pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpindang Zamzami A Karim.

"Ketika seorang kepala Negara memancing, radius pengamanan oleh aparat sangat luas dan sekaligus melambangkan kemampuan menjaga keamanan dan kedaulatan atas wilayah laut," kata Zamzami dalam Seminar I Pemberdayaan Wilayah Perbatasan di Universitas Internasional Batam di Kepulauan Riau, baru-baru ini.

Dalam seminar yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Ekonomi Politik Perbatasan itu, Zamzami mengatakan, cara Presiden Soeharto ketika itu sederhana dan sebaiknya ada pejabat pemerintah kini yang meniru di laut perbatasan Kepri.

Kini soal kedaulatan Indonesia dalam hal ini di Kepri yang 96 persen terdiri atas laut, dan 2.408 pulau besar dan kecil, menurut Zamzami, perlu dijaga dengan kekuatan, serta diplomasi, dan manajemen perbatasan yang berperspektif kelautan disertai pendekatan kesejahteraan bagi warga.

Ia menilai selama ini kelemahan dalam mengelola kelautan merupakan titik lemah dan rawan menimbulkan kerugian pada masyarakat di sepanjang pantai dan terjadi pencaplokan pulau-pulau perbatasan, penyelundupan dan penjarahan sumber daya laut oleh kapal-kapal asing.

Padahal Kepri sebagai wilayah penyangga politik perbatasan harus dibangun dengan fokus pada manajemen maritim dan dengan regulasi yang meleluasakan warga masyarakat di perbatasan untuk hidup sejahtera, katanya.

Zamzami menyarankan pemerintah agar mengajak Malaysia membangkitkan kembali komitmen yang dibuat pada April 1972 untuk bersama-sama melindungi kehidupan dan warga masyarakat di pantai-pantai sepanjang Selat Malaka dan terutama di Kepri.

Komitmen April 1972 dapat merawat posisi geostrategis Kepri yang berperanan menyangga stabilitas politik negara-negara sekitar, katanya.

Bagi Indonesia, menurut dia, komitmen dengan Malaysia yang dibuat pada April 1972, bila dibangkitkan akan menjadikan warga di pantai-pantai kedua negara tidak lagi memandang asing satu sama lain hanya karena berbeda wilayah dan kebangsaan.

"Kelak, misalnya tidak lagi terjadi kesalahpahaman tentang batas-batas daerah tangkapan nelayan dari kedua negara," katanya.

Kebangkitan komitmen April 1972 dapat diupayakan dengan memanfaatkan posisi Indonesia yang kini Ketua ASEAN, katanya.

Ia menuturkan, komitmen pada April 1972 merupakan salah satu dari sekian kesepakatan Indonesia dan Malaysia dalam menjaga agar kawasan ini tetap aman sebagai jalur lalu lintas perdagangan banyak negara di Asia, terutama Jepang, dan pada akhir-akhir ini, Korea serta China.

Tonggak sejarah politik perbatasan di kawasan ini telah dimulai ketika pada 17 Maret 1970 ditandatangani perjanjian mengenai batas laut Selat Malaka antara dua negara pantai, Malaysia dan Indonesia yaitu mulai dari Selatan One Fathom Bank yang berada di Kelang sampai ke Selat Durian Singapura.

Posisi geostrategis Indonesia dalam hal ini Kepri di kawasan Selat Malaka sebagai jantung lalu lintas peradaban dunia di Asia, dianggap penting Amerika Serikat sehingga harus mengontrol keseimbangan kekuasaan di kawasan Asia guna memastikan bahwa wilayah ini memiliki hak otonomi yang kuat, inklusif dan tidak bergolak.

Menurut Zamzami, wilayah Kepri yang bersentuhan langsung dengan perbatasan berbagai negara merupakan entitas politik paling majemuk dan paling inklusif serta menjadi kawasan terkaya akan ragam budaya dan dinamika politik karenanya dicermati Singapura, Malaysia bahkan AS dan Australia setiap waktu.

Amerika Serikat, katanya, menganggap Indonesia sebagai pemain kunci, selain Jepang dan China, bagi terwujudnya sistem keamanan yang stabil di Asia Tenggara

Badan Pengelola

Pembicara lain dalam seminar tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kepri Surya Makmur Nasution mengusulkan Gubernur Kepri mempercepat pembentukan Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi Kepri agar pembiayaannya dapat mulai dialokasikan melalui APBD Perubahan Kepri 2011.

BPP Provinsi Kepri, hendaknya dibentuk bukan hanya untuk melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, melainkan hendaknya sebagai kesadaran betapa penting mengelola kawasan perbatasan di Kepri dengan perspektif kelautan dan pendekatan kesejahteraan, katanya.

Pengelolaan perbatasan tidak dapat dilakukan secara parsial BPP provinsi semata, melainkan harus terintegrasi secara konseptual dan bersinergi dalam pelaksanaannya dengan BPP kabupaten-kota.

Orang-orang di BPP hendaknya memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni dengan sikap nasionalisme sejati, siap dan sanggup bekerja keras, jujur dan berani mengambil keputusan-keputusan yang berpihak kepada kepentingan kesejahteraan warga Kepri dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengelolaan perbatasan di Kepri, menurut Nasution, perlu didukung kalangan pemangku kepentingan dan menyertakan Program Sarjana Penggerak Perbatasan.

Ia mengemukakan, di Kepri terdapat potensi perikanan yang luyar biasa, serta di Perairan Natuna dan Kepulauan Anambas melimpah potensi migas.

Tetapi, katanya, potensi perikanan laut baru terkelola kurang dari lima persen, sedangkan pengelolaan minyak dan gas hingga kini posisi masih terpinggirkan.

"Hal itu merupakan salah urus akibat dampak dari sentralisasi sistem pemerintahan rezim Orde Baru. Sudah saatnya Kepri bangkit untuk menata diri dengan kayaan maritim," katanya.

Khusus soal pengelolaan minyak dan gas bumi di Natuna dan Kepulauan Anambas, menurut Nasution, Pemprov Kepri harus mampu melakukan upaya-upaya strategis sampai ke tingkat lobi untuk memperkuat posisi tawar sebagai daerah penghasil.

Peningkatan dana bagi hasil minyak sudah saatnya diperjuangkan lebih besar dari sekarang ini yang hanya lebih kurang Rp1,4 triliun per tahun.(red/*ant)

Rabu, Maret 30, 2011

Kereta Jabodetabek akan Dihapus

BOGOR, M86 - Kereta Circle Line (KCL) akhir tahun ini akan menjadi moda angkutan massal. Rencananya KCL inilah yang bakal melanjutkan perjalanan warga dari Manggarai ke Kota.

PT Kereta Api Indonesia (KAI), memperpendek rute Kereta Jabodetabek. PT. KAI akan menyederhanakan rute kereta Jabodetabek. Rute akan dipangkas dari 37 menjadi 5 rute saja.

Corporate Secretary PT KAI Komuter Jabodetabek, Makmur mengatakan, uji coba akan dilakukan tengah tahun ini. Masyarakat akan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman.

"Untuk rute dalam kota akan dilayani kereta circle line. Kereta ini akan melayani rute Manggarai - Tanah Abang - Duri - Kota - Jatinegara. Kereta ini akan berputar terus di rute itu," kata Makmur.

Makmur mengatakan, perubahan lain yang terjadi adalah kereta Serpong akan melayani hingga Tanah Abang, kereta Tangerang akan melayani hingga Duri, Kereta dari Tanjung Priok melayani hingga Kota. "Sedangkan untuk Bekasi akan menuju Jatinegara dan Kota," sambungnya.

Untuk bisa mewujudkan langkah ini PT KA akan terus melakukan penambahan jumlah kereta. Penambahan jumlah kereta ini dilakukan untuk memperpendek waktu tunggu kereta di masing-masing stasiun. Hingga akhir 2011 diperkirakan kita akan memiliki 616 gerbong kereta. (red/*jno)

Sering Lihat Camat Merokok, Warga Tangerang Cuekin Perda Rokok

TANGERANG, M86 - Sosialisasi Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2010 tentang larangan merokok pada tempat tertentu di wilayah Kota Tangerang, Provinsi Banten, diabaikan sejumlah warga termasuk di rumah sakit dan kantor pemerintahan.

"Perda larangan merokok itu hanya imbauan, seharusnya disediakan juga tempat khusus, ini baru namanya adil dan punya solusi," kata Masri (37) warga Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Rabu (30/3)

Masri ditemui sedang merokok di kawasan RSU Tangerang setelah mengantarkan sarapan untuk keluarganya yang menunggu karena ada yang sakit.

Menurut dia, spanduk tentang larangan merokok hanya ditaati oleh petugas RS, sementara banyak tamu yang datang tidak menghiraukan larangan tersebut.

Dia mengatakan, seharusnya Pemkot Tangerang juga menyediakan tempat khusus bagi perokok seperti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, meski ada larangan, tapi ada solusinya.

Warga lainnya, Syahroni (36) warga Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas mengatakan bahwa di kantor kecamatan dan kelurahan malahan aparat pemda yang merokok pada ruang publik.

"Saya sering melihat adanya petugas kecamatan yang merokok dalam ruangan, padahal itu dilarang sesuai Perda," kata Nurahman (30) penduduk Kelurahan Selajapang Jaya, Kecamatan Neglasari. Bahkan katanya ada juga Camat yang merokok di ruangan. (jek/*b8)

Senin, Maret 28, 2011

Penggunan Air Tanah di Bekasi Memprihatinkan

BEKASI, M86 – Penggunaan air tanah di Kota Bekasi, Jawa Barat, segera dibatasi karena kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan. Pembatasan penggunaan air tanah ini tengah dalam pembahasan panitia khusus (Pansus) VII DPRD Kota Bekasi.

Wakil Ketua Pansus VII, Sardi Effendi mengatakan, poin pokok rancangan perda pajak air tanah adalah menjaga kelestarian alam dan ekosistem.”Salah satu penyebabnya adalah penggunaan air tanah yang tinggi baik oleh warga maupun kawasan industri,” katanya.

DPRD Bekasi prihatin dengan adanya temuan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi seperti di Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Utara yang menunjukan kerusakan kualitas maupun kuantitas air tanah. “Kondisi air tanah di dua kecamatan bahkan sudah masuk zona kritis dan mengalami pengurangan jumlah air tanah dengan indikasi penurunan muka tanah,” jelas Sardi.

Menurut Sardi, nantinya perda akan mengatur indeks nilai penggunaan air (NPA) untuk menghitung pajak penggunaan air tanah.”Indeks NPA masing-masing tempat berbeda sesuai dengan kondisi air tanahnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semakin tinggi indeks NPA, semakin tinggi pula pajak air tanah yang dikenakan. “Perda itu juga merupakan amanat Undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang lingkungan hidup,” lanjutnya.

Selain menyelamatkan lingkungan, Sardi mengatakan, perda juga akan memberi keuntungan materi dimana Pemkot Bekasi bisa meraup pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak air tanah sebesar Rp2 miliar per tahun. (red/*pkc)

1.862 Rumah di Rawalumbu akan Dialiri Gas

BEKASI, M86 – Sedikitnya 1.862 rumah di kawasan Kecamatan Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat bakal dialiri gas kota. Rencananya, pengaliran gas ini dilakukan pertengahan tahun ini. Pemasangan infrastruktur telah selesai dilaksanakan, hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk diluncurkan.

Kabid Fisik Bappeda Kota Bekasi, Effendi Arif mengatakan, awal 2010 Kota Bekasi ditunjuk sebagai salah satu kota yang akan menjadi pilot project pembangunan gas kota oleh PT Pertamina. Dari hasil verifikasi yang dilakukan Pemkot Bekasi bersama PT Pertagas, perusahaan milik PT Pertamina direncanakan 4.000 rumah warga di Bojong Rawalumbu akan menjadi pilot project gas kota tersebut.

Pertengahan 2011i rumah warga di Bojong Rawalumbu dapat dialiri gas layaknya supali air bersih yang dilakukan PDAM. “Untuk tahap awal hanya 1.862 rumah warga dari 4.000 rumah warga yang mendapatkan suplai gas tersebut,” katanya.

Sisanya, sebanyak 2.138 rumah warga akan dialiri gas tersebut pada awal 2012 mendatang.

Selain di Rawalumbu, pengaliran gas juga akan dilakukan di Perumahan Seroja, Medan Satria. Namun program pengaliran ga ini melalui Kementerian Energi dan Sumber Saya Mineral (ESDM) dan pemasok gas dilakukan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

”Kami masih melakukan pendataan berapa jumlah warga yang akan mendapatkan program gas dari Kementerian ESDM ini,” kata Effendi. (red/*pkc)

Polri-Dewan Pers Kerja Sama Tangani Sengketa Pemberitaan

PAMEKASAN, M86 - Polri dan Dewan Pers dalam waktu dekat melakukan penandatanganan kontrak kesepahaman tentang penyelesaian sengketa pers. Demikian diungkapkan Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, Agus Sudibyo di Pamekasan, Madura.

"MoU antara Dewan Pers dengan Polisi ini dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan semisal ada sengketa pers antara pihak pers dengan pihak-pihak lain," ucapnya.

Agus Sudibyo mengemukakan hal ini disela-sela acara mediasi sengketa pers antara wartawan Pamekasan dengan pihak Akademi Kebidanan Aifa Husada di aula ruang pertemuan Polres Pamekasan.

Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan jajaran Polres Pamekasan menghadirkan dewan pers guna menyelesaikan sengketa pers ditangani polisi merupakan langkah yang sangat tepat. Sebab, persoalan sengketa pers, memang terlebih dahulu harus diselesaikan melalui dewan pers.

"Kami sangat apresiatif dengan Polres Pamekasan karena memulai duluan, meski kontrak kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri belum ditandatangani," ucap Agus Sudibyo.

Gagasan kontak kesepahaman antara Dewan Pers dengan pihak kepolisian ini, sambung dia, sebagai upaya untuk menyelesaikan sengketa pers sesuai dengan jalur yang semestinya, yakni persoalan sengketa pers harus diselesaikan melalui undang-undang pers.

Sebab selama ini masih ada kasus sengketa pers yang diselesaikan melalui hukum pidana, bukan menggunakan undang-undang pers yang memang menjadi payung hukum profesi pers.

"MoU yang akan dilakukan oleh Dewan Pers dengan Polri ini nantinya kerja samanya hingga di tingkat daerah," katanya menjelaskan.

Jika ada sengketa pers yang dilaporkan ke polisi, maka sambung Agus Sudibyo, polisi di daerah hendaknya bisa mengkomunikasikan lebih dahulu dengan Dewan Pers sebelum akhirnya menempuh jalur hukum.(red/*ant)

Minggu, Maret 27, 2011

Kota Bogor Tak Mampu Bendung Pelarangan Merokok

BOGOR, M86 - "Kota Bogor masih tidak bebas dari rokok," ujar Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa Bogor Raya, Hidayatul Mustafid, saat menghadiri pertemuan "No Tobacco Community (NoTC)", di sekretariatnya di Jalan Flamboyan No 12 Cikaret.

Menurut Hidayatul, penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dinilai masih jauh dari harapan. Sanksi berupa hukuman tindak pidana ringan (tipiring) pun, tak membuat perokok jera.

"Menurut saya, tipiring bagi pelanggar Perda KTR sama sekali tidak efektif dan tak menimbulkan efek jera. Karena tak bisa menjamin bahwa pelanggar tersebut tak mengulangi hal yang sama," ungkapnya.

Para pelanggarnya pun bukan hanya warga umum saja, tetapi para anggota dewan juga acap tak mengindahkan Perda tersebut. Semua kembali pada komitmen perintah dan masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indoneia (IAKMI) Kota Bogor, Yusniar. Menurut dia, kesulitan menerapkan KTR salah satunya karena merokok bukan hanya kebiasaan tapi sudah menjadi perilaku.

"Mengubah perilaku itulah yang sulit. Bahkan, jika ada yang sudah berhasil menerapkan KTR seperti kawasan percontohan, ternyata tak pernah ada sistem reward sehingga kawasan lain termotivasi," jelas Yusniar.

Sementara itu, Ketua NoTC, Acep Suhaimi menuturkan, pihaknya ingin menjaring lebih banyak lagi anggota dari berbagai elemen masyarakat yang mendukung diberlakukannya KTR. (jek/*jno)

Pilkada Banten Memanas, Spanduk Wahidin Dicopot

BANTEN, M86 - Spanduk dengan gambar Wahidin Halim yang terpasang di bendungan Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, dicopot warga karena bernuansa politik.

"Saya sudah minta warga termasuk ketua RT dan RW mencopot spanduk tersebut, karena bernuansa politik," kata Lurah Cirendeu, di Situ Gintung, Minggu (27/3).

Dikatakan Chaerul, meski Wahidin Halim tidak mengatasnamakan wali kota Tangerang, namun warga menilainya bila pemasangan tersebut bertujuan sebagai bentuk sosialisasi dalam menyambut pemilihan Gubernur.

"Di sini tidak boleh ada politik. Nanti, warga menilainya bila bendungan dibangun oleh Wahidin karena ada gambarnya," katanya.

Chaerul juga menambahkan, bila pihaknya tidak mengetahui adanya pemasangan spanduk tersebut. Karena, sehari jelang peringatan dua tahun jebolnya tanggul situ gintung, pihaknya tidak melihatnya.

Namun, saat pelaksanaan pagi hari, spanduk tersebut kemudian muncul dan dipasang tepat di atas bendungan. Sehingga, warga yang melihat bendungan, akan ikut melihat spanduk tersebut.

"Kalau memang nanti sudah masuk dalam massa kampanye, maka silakan saja dipasangan spanduk dengan berbagai ukuran. Tetapi, kalau sekarang, jangan terlebih dahulu," katanya.

Spanduk berukuran 7 x 2 meter, terpasang di bendungan gintung. Dalam spanduk tersebut, terdapat gambar Wahidin Halim dengan tulisan di sampingnya yakni "Semangat Perubahan".(red/*b8)

April, Biker Wajib Nyalakan Lampu di Bogor

BOGOR, M86 - Kota Bogor akan menerapkan kewajiban menyalakan lampu bagi pengendara sepeda motor (biker) di siang hari. Penegakan ini dilakukan untuk menerapkan Undang-Undang Lalu-Lintas No 22 Tahun 2009 Pasal 107 ayat 2, yang menyatakan sepeda motor wajib menyalakan lampu di siang hari.

Kasatlantas Polres Bogor Kota, AKP Zainal Abidin mengatakan, peraturan ini lahir guna mengurangi angka kecelakaan karena lampu sepeda motor pada siang hari berfungsi sebagai eye catching.
"Sebelumnya kami sudah melampaui masa sosialisasi selama satu tahun. Dan sekarang saatnya harus ditegakkan Undang-Undang tersebut," kata AKP Zainal.

Rencananya, penindakan berupa penilangan akan diberlakukan mulai 1 April nanti. "Sesuai Undang-Undang, sanksinya maksimal 15 hari kurungan dan denda sebesar Rp 100 Ribu," tegas AKP Zainal Abidin.

Untuk mengabarkan pada masyarakat, Polres Bogor telah memasang spanduk peringatan di beberapa titik strategis di Kota Bogor. Harapannya agar masyarakat mengetahui penegakan hukum yang dilakukan saat ini.

Ia menyadari, masyarakat akan sering lupa menyalakan lampu di siang hari. Karena itu, ia menyarankan agar pemilik sepeda motor memasang lampu otomatis yang akan menyala ketika mesin motor dinyalakan. (dya)

Tak Sanggup Menganggur, Gantung Diri di Pohon Rambutan

LAMPUNG, M86 - Tidak sanggup kasih makan anak dan istri karena nganggur usai di PHK, Sarjono (35), warga Pekon Way Nipa, Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon rambutan, kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.

Mayat korban diketahui Husaini (40), warga setempat saat sedang memeriksa kebunnya. Husaini melihat seorang lelaki yang ternyata Sarjono, tergantung di pohon rambutan dengan seutas nilon di kebunnya. Husaini langsung berteriak. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Way Nipa.

"Saat ditemukan, kondisi mayat Sarjono sudah membiru," kata Husa.

Menurut istrinya, Parti (30), kenekatan suaminya sering kelihatan merenung sejak diberhentikan dari perusahaan karena gulung tikar.

"Suami saya depresi karena himpitan ekonomi dan selalu merasa salah karena nggak bisa kasih makan anak-anak," kata Parti.

Kapolres Tanggamus, AKBP. Shobarmen, membenarkan adanya laporan warga yang bunuh diri. "Kami masih melakukan penyidikan," kata Kapolres. (red/*jno)

Mobil Pengiring Jenazah Pecah Ban, 3 Tewas, 7 Luka Parah

LAMPUNG, M86 - Niat hati mau membawa pulang jenazah ke kampung halaman, saat arah pulang, mobil pengiring jenazah mengalami kecelakaan karena ban depan pecah, 3 tewas dan 7 lainnya luka-luka setelah Toyota Kijang (B 1063 MC) menabrak truk (BE 4527 DM) di jalan lintas pantai timur, Dusun Bunut Selatan, Desa Bandar Agung, Sragi, Lampung Selatan, sekitar pukul 05.40 WIB.

Korban tewas penumpang Toyota Kijang, Andi (35), sopir, warga Tangerang. Sedangkan dua lainnya, ibu Kusnawati (65) dan anaknya Retno (40), keduanya warga Palembang, Sumatera Selatan. Tujuh penumpang lainnya dilarikan ke RSUD Kalianda.

Sopir truk Suhendi (31), warga Desa Kedawung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan mengalami patah kaki di kedua kakinya. Suhendi dirawat di Klinik Griya Husada, Desa Pematang Pasir, Ketapang, Lampung Selatan dan kernet truk, Sukendar (30), warga Desa Bhakti Rasa, Sragi, Lampung Selatan hanya mengalami luka memar.

Mobil Toyota Kijang yang ditumpangi satu keluarga menjemput saudara yang meninggal dunia di Tangerang untuk dimakamkan di kampung halaman di Palembang, Sumatera Selatan. Mobil jenazah ambulan dan Toyota Kijang secara beriringan berangkat dari Tangerang menuju Pelembang.

Tiba di lokasi kejadian, Toyota yang ditumpangi 10 orang, dua diantaranya bocah, mengalami pecah ban. Mobil yang melaju kencang itu pun hilang keseimbangan dan menghantam truk bermuatan sawit dari arah berlawanan. Bagian depan truk rusak parah, sedangkan Toyota Kijang rusak parah pada bodi sebelah kanan.

Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP. Sarpani, membenarkan adanya laporan warga yang mengalami kecelakaan. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Kalianda dan Rumah Sakit Griya Husada.

Korban tewas 3 orang dan 7 luka parah. Mobil Toyota Kijang yang jalan beriringan dengan mobil ambulan mengalami pecah ban.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan kedua kendaraan sudah kami amankan," kata Kasatlantas. (red/*jno)

Kemacetan di Merak, Truk Masih Mengular

JAKARTA, M86 - Ribuan truk ekspedisi yang hendak menyeberang ke sejumlah kota di Pulau Sumatera masih tertahan di dalam Tol Merak, Kota Cilegon akibat cuaca buruk melanda perairan Selat Sunda.

"Antrean truk sekarang di KM 95, dan kebanyakan mereka membawa sejumlah barang, seperti sembako dan pakan ternak," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Ajun Komisaris Fredya Imamehza, Minggu (27/03).

Ia menjelasakan, petugas lalu lintas hingga kini bekerja keras untuk mengatasi kemacetan hingga mencapai delapan kilometer. Kemacetan angkutan kendaraan terjadi sejak sore hingga malam ini belum bisa diatasi karena cuaca buruk sehingga kapal yang beroperasi terbatas.

Polisi bekerja sama dengan petugas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan terus mengatur arus lalu lintas.

"Polisi yang ada di dalam pelabuhan sebanyak 15 orang terus bekerja agar kendaraan tertib," katanya.(jek/*b8)

Jumat, Maret 25, 2011

Syamsul Arifin Dicopot Sebagai Gubernur Sumut

MEDAN, M86 - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin resmi diberhentikan sementara dari jabatannya karena telah berstatus sebagai terdakwa terkait dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Langkat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Reydonnyzar Moenek mengatakan, di Jakarta, kemarin, surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian sementara Gubernur Sumut tersebut telah diterima Kemdagri pada Selasa (22/3) lalu.

"Saat ini sedang disiapkan surat pengantar untuk menyampaikan keppres tersebut pada pemerintah provinsi. Keppres tersebut menyatakan memberhentikan sementara Syamsul Arifin sampai kasusnya memiliki kekuatan hukum tetap," katanya, Jumat (25/3).

Keppres tersebut juga menetapkan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk melaksanakan tugas sebagai gubernur. Kapuspen mengatakan Kemdagri dalam waktu dekat akan memanggil Gatot guna memberikan pengarahan dan pemantapan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Selama menjalankan tugasnya, Gatot harus menjaga stabilitas dan efektivitas jalannya pemerintahan daerah, menjaga iklim ekonomi agar tetap kondusif dan investasi dasar, serta tidak mengambil langkah strategis terkait dengan jabatan, seperti melakukan mutasi pegawai.

"Jika harus ada mutasi maka hanya untuk mengisi kekosongn jabatan dan itu juga harus tetap dikonsultasikan pada Mendagri," katanya.

Sementara itu, Syamsul Arifin diancam dengan dakwaan primair Pasal 2 Ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Politisi dari Partai Golkar ini terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun atas penyelewengan APBD Kabupaten Langkat 2000-2007.

Sementara dari dakwaan subsidair, Syamsul Arifin didakwa dengan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 seperti yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, Jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Diperkirakan kerugian negara atas penyelewengan uang negara yang berasal dari uang rakyat tersebut mencapai Rp98,71 miliar lebih.(jek)

64 Warga Tangsel Terjangkit HIV/AIDS

TANGERANG, M86 – Penyebaran atau penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sangat memprihatinkan dan perlu ditangani secara berkesinambungan serta bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi penyebaran penyakit tersebut.

“Saya sudah minta keseluruh jajaran kesehatan dan puskesmas maupun Dinas Kesehatan di Tangsel untuk melakukan dengan gencar atau rutin penyuluhan terhadap bahaya penyebaran penyakit AIDS tersebut di seluruh lapisana masyarakat mulai dari sekolah hingga lainnya,” kata Plh Walikota Tangsel Djohari Hidayat didampingi Kepala Seksi Pemberantasan dan penanggulang Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Tangsel Alwan dan Kabag Humas Alpahnaja.

Remaja atau anak baru gede (ABG), tambah dia, sangat rentan dengan penyebaran penyakit tersebut terlebih jika mereka sudah terkena atau menjadi pencandu Narkoba dan seks bebas. “Narkoba yang paling berbahaya karena juga sering menggunakan jarum suntik untuk narkoba,” ujarnya.

Ditambahkan Kasie P2PM Dinkes Kota Tangsel Alwan, rentannya penggunaan jarum suntik dikalangan pencandu narkoba memang sangat mendominasi bagi penyebaran atau terkena penyakit AIDS tersebut karena jarum suntik yang dipakai tidak seteril dan sering diprgunakan bergantian.

Data yang ada sekitar 64 orang warga Kota Tangsel terjangkit penyakit AIDS atau HIV ini yang diketahui dari sejumlah informasi dari rumah sakit maupun puskesmas di wilayah ini. Antisipasinya memang perlu adanya penyuluhan yang terus menerus dikalangan remaja atau ABG.

Penyuluhan HIV/AIDS tidak bisa dilepaskan dengan penyuluhan narkoba. “Untuk menurunkan angka penderita kami melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan seks bebas,” tambahnya. Pihaknya juga siap membantu warga atau masyarakat yang terkena penyakit tersebut dengan klinik methadone yang kini sudah ada di Puskesmas. (red/*pkc)

Pilkada Banten Mulai Memanas

TANGERANG, M86 - Para pekerja di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, akan memilih calon gubernur pada Pilkada 2011 yang peduli terhadap nasib kaum buruh serta penetapan upah minimum secara adil tidak memihak pengusaha.

"Jika hanya untuk membantu dan membela pengusaha dengan alasan investasi, mengapa harus dipilih calon gubernur seperti itu karena mengabaikan kesejahteraan diantaranya berupa upah minimum," kata Warsino (37) seorang pekerja pabrik di Tangerang.

Menurut buruh pabrik PT Rmu di Desa Pasir Talaga, Kecamatan Cikupa itu bahwa bila ada calon gubernur yang berpihak ke pengusaha tentu mendapatkan tantangan dari buruh.

Dia menambahkan, hal utama yang harus diperhatikan adalah keberpihakan calon terhadap nasib pekerja, apalagi ketika sebelumnya dalam penetapan upah minimum yang dianggap tidak adil.

Pendapat serupa juga diutarakan Kainan (39) buruh PT Jld di Cikupa. Sanusi (29) pekerja pabrik kayu, Susanti (30) buruh pabrik pakaian jadi, serta Ibrahim (44) pekerja di kawasan industri Cikupa.

Para buruh mengharapkan calon dari independen dari kalangan pekerja karena akan lebih fokus terhadap kesejahteraan.

Pekerja pabrik di Kabupaten Tangerang diperkirakan lebih dari 280.000 orang yang tersebar pada 1.760 pabrik berupa Penanaman Modal Asing (PMA) serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Namun begitu para buruh memiliki calon gubernur yakni Ketua Umum DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten, Dwi Jatmiko melalui jalur independen.

Walau begitu, terkait rencana Pilkada Provinsi Banten 2011, hasil pleno KPU Banten, Selasa (22/3) memutuskan bahwa pemungutan suara ditetapkan pada hari Sabtu Tanggal 22 Oktober.

Sedangkan KPU Banten sudah menetapkan tahapan pelaksanaan Pilkada Banten akan dimulai pada 25 Mei 2011.

Tahapan Pilkada itu dimulai dengan pembentukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) pada 10-25 Mei 2011 oleh KPU kabupaten dan kota.

Selanjutnya, pemutakhiran data dan daftar pemilih yang dilakukan oleh panitia pemungutan suara (PPS) dilakukan pada 26 hingga 27 Juli 2011.

Pendaftaran pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur dibuka pada 8 hingga 14 Juli. Kemudian pengumuman pasangan bakal calon yang memenuhi persyaratan dan berhak mengikuti Pilkada Banten disampaikan pada 24 Agustus 2011.

Dalam Pilkada Banten, sejumlah nama sudah mencuat untuk dicalonkan seperti H. Wahidin Halim (Wali Kota Tangerang), Mulyadi Jayabaya (Bupati Lebak), Taufik Nuriman (Bupati Serang) dan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah serta mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Suhaemi.(red/*b8)

Kamis, Maret 24, 2011

Warga Depok Segel Masjid Ahmaddiyah, Polisi Siaga

DEPOK, M86 - Masjid Ahmadiyah, Al-Hidayah dijaga ketat polisi, setelah warga Kamis tadi menyegel tempat mereka. Penyegelan masjid Ahmadiyah itu setelah Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat resmi melakukan pelarangan peribadatan masjid milik Ahmadiyah, Al-Hidayah tersebut.

Penutupan masjid ini menyusul dikeluarkannya Peraturan Gubernur Jawa Barat dan Peraturan Walikota Depok tentang Larangan Aktiitas Ahmadiyah. Untuk antisipasi massa yang membludak, Anggota Polres Depok diterjunkan untuk pengamanan. Warga mengaku, masjid itu kerab dilakukan kegiatan mereka, padahal sudah disosialisikan tapi tak di gubris. Warga pun akhirnya menutupnya.

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Somad mengatakan masjid itu selanjutnya akan dipakai untuk kegiatan ibadah umat Islam dengan imam dari Majelis Ulama Indonesia.

Akibat penutupan itu jalan Sawangan H. Wahab macet total, namun kini sudah kembali normal. Penutupan dan penyegelan sebenarnya sejak Rabu kemarin, namun warga masih memantau perkembangan Ahmadiyayah yang menggunakan masjid ini.

Sulman, warga Sawangan mengaku akan terus memantau kegiatan masjid Al Hidayah itu, apa digunakan Ahmaddiyah atau umat islam dan MUI. Bila Ahmaddiyah masih melanggar Peraturan Gubernur Jawa Barat, warga kembali menutupnya.

Sementara itu Pemkot Depok berjanji akan menjamin dan melindungi keamanan fisik warga Ahmadiyah dari ancaman kekerasan. Karenanya Pemkot Depok meminta pihak keamanan di Depok turut mengawasi aktivitas Ahmaddiyah, agar tidak memancing emosi. (jek/*jno)

13 Situ di Kabupaten Bogor Rusak

BOGOR, M86 - Sebanyak 13 situ di Kabupaten Bogor saat ini kondisinya memprihatikan karena mengalami kerusakan cukup parah.Kondisi ini menyebabkan banjir saat musim hujan dan mengering saat kemarau.

Ke 13 situ tersebut diantaranya situ Cibolang dan Cijantungeun Ilir Kecamatan Jasinga, situ Wadana dan Cijapar Kecamatan Parung Panjang, situ Cimanggis Kecamatan Bojonggede, situ Cogreg Kecamatan Ciseeng, situ Curug Serpong Kecamatan Gunung Sindur, situ Cicau Cigadung Kecamatan Klapanunggal, situ Rawa Jaler Kecamatan Cileungsi, situ Cijantung Kecamatan Cibinong, situ Cipambuan Hilir Kecamatan Babakan Madang, situ Cijujung Kecamatan Sukaraja, dan situ Leuwi Nutug Kecamatan Citeureup.

Kepala seksi pemeliharaan irigasi dan sumber daya air pada Dinas Bina Marga dan pengairan Kabupaten Bogor, Agus Rejeki Nusantara mengetahui kondisi tersebut namun tidak bisa mengambil tindakan apapun karena terganjal kewenangan pengelolaan situ.

"Kewenangan pengelolaan situ ada di Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU, sesuai dengan Undang-Undang nomor 17/2004 yang menyebutkan kewenangan pengelolaan situ ada di pusat," katanya di Cibinong, Kamis.

Dikatakannya, ke 13 situ tersebut mengalami kebocoran, kerusakan bendungan dan pedangkalan. Akibatnya, situ tidak lagi bisa menampung air bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi cekungan kering karena tidak lagi berisi air.

"Kita bisa mengambil langkah-langkah konkrit untuk menjaga kelestarian situ, seperti melakukan pembersihan gulma dan merenovasi badan situ. Namun itu tidak bisa karena pengelolaan ada di tingkat pusat," katanya. (red/*ant)

Selasa, Maret 22, 2011

Geger, Tujuh Rumah Hancur Disambar Petir

KUNINGAN, M86 - Tujuh rumah di Desa Lengkong Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, rusak disambar petir pada Senin (21/3) kemarin. Petir tersebut menghancurkan kaca jendela rumah dan seluruh barang-barang elektronik yang masih tersabung listrik terbakar.

Kerusakan terparah menimpa rumah Kiking Tarking (40) warga Dusun Manis, Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, yang hampir seluruh plafon rumahnya ambruk.

Kiking ditemui Selasa (22/3) mengatakan, saat itu hujan deras, tiba-tiba petir menyambar disertai ledakan sangat keras dan seluruh plafon ambruk.

Saat diperiksa, kata Kiking, meteran listrik di depan rumahnya hangus terbakar dan atap rumah pun hancur berantakan. Selain itu barang-barang elektronik yang masih terhubung juga ikut terbakar seperti telivisi dan kulkas.

Kondisi rumah Kiking saat ini sangat memprihatinkan karena hampir seluruh bagian rumahnya seperti kaca jendela, plafon dan gentengnya ambrol serta seluruh jaringan listriknya hangus terbakar.

Rumah Kiking untuk sementara tidak bisa ditempati dan ia bersama seluruh anggota keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

Berdasarkan pantauan, hingga selasa pagi warga masih bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat sambaran petir tersebut. (jek/*b8)

Jumat, Maret 18, 2011

Wapres Datang Mendadak, Jalan Rusak Parah Langsung Diperbaiki

LAMPUNG, M86 - Jalan yang semula rusak dan amburadul dengan kondisi berlubang dimana-mana disulap dalam satu hari menjelang kedatangan Wakil Presiden Boediono, pada Sabtu (19/3) besok.

Tampak para pekerja sibuk mengaspal jalan yang akan dilalui Wapres. Hampir seluruh jalan di kota Bandarlampung rusak parah hingga banyak terjadi kecelakaan.

Walau berulang kali dimuat di media cetak tapi tidak ada respon dari Pemprov dengan alasan keterbatasan dana. Anehnya saat Wapres mau datang jalan rusak disulap dalam sehari.

Beberapa ruas jalan provinsi yang rusak mendadak diperbaiki.Ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan yang rencananya akan dilewati Boediono dari Bandara Radin Inten II menuju Gedung Balai Keratun Kompleks Kantor Pemprov Lampung.

Adapun, acara yang akan diisi Boediono adalah Seminar Nasional Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) dalam rangka Hut IKAL ke-33. (jek/*jno)

Rabu, Maret 16, 2011

Alamat Pengirim Bom Tidak Ditemukan

JAKARTA, M86 - Alamat pengirim paket bom yang meledak di Kantor Berita 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, diduga fiktif. Petugas Polsek Ciomas Bogor yang melakukan penyisiran tidak menemukan alamat tersebut.

Dalam paket bom yang dikirimkan untuk aktivis Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla, tertulis nama pengirim Drs Sulaiman Azhar, Jl Bahagia, Gg Panser No 29 Ciomas, Bogor.

Anggota Polsek Ciomas, Bripka Dedi Kusnadi mengatakan, saat ini anggota Polsek Ciomas masih disebar untuk mencari keberadaan alamat yang dimaksud. "Kami belum menemukan alamat itu," kata Dedi di Bogor.

Daerah yang dimaksud merupakan kawasan padat penduduk, dan berdekatan dengan Ibu Kota Bogor.

Sementara salah satu warga Ciomas, Supriadi mengatakan ia tidak mengetahui keberadaan Jalan Bahagia. "Di sekitar Ciomas tidak ada nama Jalan Bahagia, apalagi Gang Panser," kata Supriadi yang sudah 30 tahun tinggal di Ciomas.

Sementara Kapolsek Ciomas Kompol Wijayanti mengatakan alamat itu masih diverifikasi, dan saat ini ia masih menyebar anggotanya untuk mencari keberadaan alamat tersebut. (jek/*vnc)

Selasa, Maret 15, 2011

Cari Kerja di Tangerang Lewat Online

TANGERANG, M86 – Untuk memudahkan belasan ribu angkatan kerja memperoleh informasi lowongan pekerjaan, Pemkot Tangerang segera memberi layanan Lowongan Kerja Online.

”Masyarakat yang ingin cari kerja nantinya bisa melihat lowongan kerja yang ada cukup melalui website Kota Tangerang,” kata Wakil Walikota Tangerang H. Arief RW saat Kunjungan Kerja di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan.

Diharapkan dengan diterapkannya lowongan pekerjaan melalui sistim online masyarakat bisa dengan mudah menempati lowongan pekerjaan yang telah disediakan. ”Mudah-mudahan cara ini dapat menekan angka pengangguran di Kota Tangerang,” katanya.

Seperti dilansir situs berita perkotaan terkemuka di Jakarta menginformasikan angka pengangguran di Kota Tangerang memang masih relatif tinggi mencapai belasan ribu angkatan kerja. Mereka ini, selain berasal dari lulusan perguruan tinggi dan sekolah lanjutan atas, juga berasal dari urbanisasi.

Sejak beberapa tahun ini, Pemkot Tangerang menggelar Bursa Tenaga Kerja dengan peserta mencapai belasan ribu orang. Sebagian angkatan itu melalui bursa tenaga kerja telah diterima bekerja, sebagian lagi masih mencari lowongan. Mereka ini nantinya akan dimudahkan dengan program Lowongan Kerja Online. (jek/*pkc)

Warga Cileungsi Ancam Hadang Truk Sampah Pemprov DKI

BOGOR, M86 – Belasan truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta yang saban hari melintas di Jl. Raya Tranyogi (alternative Cibubur-red) dan Jl. Raya Narogong, Cileungsi membuat kesal warga sekitar lantaran menimbulkan bau tak sedap. Mereka mengancam akan menghadang truk-truk sampah itu jika tak ada respon dari pemerintah. “Jika tak ada respons dari pemerintah, kita bakal menghadang truk-truk itu,” ancam Rusli, Sekretaris Forum Masyarakat Cileungsi (Formasi), Selasa (15/3).

Kekesalan warga itu bukan hanya bau sampah, tapi juga air atau limbah sampah dari truk seringkali menetes ke badan jalan. Alhasil, bau busuk kian menjadi. “Kami tak melarang. Kami inginkan bau sampah tak sampai keluar truk,” ucapnya

Sejumlah spanduk dan poster mereka pasang di sudut di dua jalan itu. Di antaranya berbunyi, “Tolak truk sampah melintas. Jangan kami dikirim bau!”

Sebelumnya warga yang tergabung dalam Formasi ini mendatangi Kantor Kecamatan Cileungsi. Mereka menyampaikan penolakan wilayahnya dilintasi truk sampah DKI sebelum dibuang ke Bantargebang, Bekasi.
Warga menuntut transparansi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait kompensasi yang diterima pemkab. Sehingga, masyarakat sekitar dapat mengetahui kerjasama yang dijalin.

”Kita ingin tahu apakah ada dana buat perbaikan lingkungan? Kami tahunya cuma bau dan jalan rusak,” timpal warga lainnya. (jek/*pkc)

Eks Wakapolri Dikabarkan Bakal Jadi Cagub

MAMUJU, M86 - Putra daerah terbaik dan juga mantan Wakapolri. Komjen Pol Jusuf Manggabarani pun dikabarkan bakal diorbitkan untuk menjadi Gubernur Sulbar 2011. Adalah PKB Sulbar yang mendukung Jusuf Manggabarani sebagai calon gubernur. “PKB Sulbar mendukung Jusuf Manggabarani untuk maju menjadi calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sulbar 2011,” kata Ketua DPW PKB Sulbar Usman Sadikin di Mamuju, baru-baru ini.

Ia mengatakan, PKB Sulbar mendukung Jusuf Manggabarani menjadi Cagub Provinsi Sulbar, karena ia adalah putra daerah terbaik yang dimiliki Sulbar. “Jusuf Manggabarani adalah putra daerah, sehingga wajar jika PKB mendukungnya, apalagi beliau dikenal bersih, serta merupakan tokoh yang cukup disegani banyak kalangan,” katanya.

Ia mengatakan, Sulbar membutuhkan pemimpin yang lebih bersih seperti sosok Jusuf Manggabarani, agar Sulbar ke depan dapat lebih cepat maju seperti daerah lainnya.

“Kami ingin Jusuf Manggabarani sebagai putra daerah Sulbar kembali ke daerahnya membangun agar lebih maju dan berkembang, karena kami yakni di tangan Jusuf Manggabarani sebagai putra daerah pasti Sulbar akan lebih baik, karena beliau akan serius membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Menurut Usman, dukungan partainya kepada Jusuf Manggabarani untuk menjadi Cagub Sulbar telah mendapat restu dari DPP PKB.

Ia mengatakan, PKB juga telah mempersiapkan dukungan kepada sejumlah figur yang dianggap layak dan pantas untuk berpasangan dengan Jusuf Manggabarani maju bersama bertarung di Pilkada Gubernur Sulbar.

Usman mengungkapkan figur itu antara lain Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Sulbar Sahabuddin Kasim, kemudian anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Asri Anas, serta ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai PAN Jawas Gani.

“Mereka layak mendampingi Jusuf Manggabarani maju di Pilkada Sulbar, dan diyakini akan dapat memenangkan Jusuf Manggabarani di Pilkada Sulbar dengan meraup suara terbanyak, karena merupakan tokoh terbaik Sulbar,” katanya. (dya/*mtn)

Senin, Maret 14, 2011

Tertangkap Berjudi, Kader PKS Gorontalo Dipecat

GORONTALO, M86 - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mentolerir anggota yang tertangkap polisi saat sedang berjudi. Tak pelak,pemecatan secara tidak hormat langsung diberikan kepada Darmawan Duming yang juga merupakan anggota DPRD Kota Gorontalo, karena kedapatan sedang main judi.

"Dia diberhentikan diantaranya karena telah melakukan perbuatan menodai dan mencemarkan martabat partai," ungkap Wakil Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskan Adnan, surat pemberhentian terhadap Darmawan sudah dikeluarkan oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) pada tanggal 4 Maret 2011.

Selain dipecat, BPOD juga merekomendasikan Pergantian Antar Waktu (PAW), karena Darmawan tak berhak lagi menjadi anggota DPRD Kota Gorontalo.

"Untuk PAW, kami akan melayangkan surat ke DPRD minggu depan. Kami yakin proses PAW tak akan menemui kendala," tambahnya.

Darmawan tertangkap basah sedang berjudi, bersama sejumlah warga di salah satu rumah di Kota Gorontalo.

Namun, ia bersikeras tidak ikut berjudi dan tidak sengaja singgah ke rumah tersebut untuk mengatarkan baju. PKS membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri kasus tersebut.(jek/*b8)

Minggu, Maret 13, 2011

2012 Diprediksi Bakal Terjadi Krisis Ekonomi

BALI, M86 - Krisis ekonomi global diprediksikan bakal terjadi kembali pada 2012. Hal ini sesuai dengan siklus krisis 15 tahunan salah satu tandanya adanya capital inflow.

Demikian diungkap Harpel Professor of Capital Formation and Growth Harvard University Jeffrey Frankel dalam acara acara IMF-BI-BKPM Joint Conference Coping with Asia's Large Capital Inflows in A Multi-Speed Global Economy, di Bali.

"Kalau saya perhatikan, siklus (krisis) terjadi dalam periode 15 tahun sekali. Dan bila berdasarkan itu, kita akan menghadapi krisis kembali pada 2012," ungkapnya.

Ia menekankan agar negara-negara emerging market mewaspadai adanya potensi hal tersebut. Pasalnya, kecenderungan krisis ekonomi terjadi kerap berhubungan dengan derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke negara berkembang.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, kiris pertama kali terjadi pada tahun 1982 akibat capital inflow yang terjadi selama 6 tahun (1975-1981) sedangkan krisis kedua terjadi di Asia pada tahun 1997, dengan capital inflow yang juga terjadi selama 6 tahun (1990-1996).

Karenanya jika melihat data tersebut dia mengkhawatirkan akan adanya krisis global di 2012, mengingat arus modal asing tersebut sudah mulai masuk sejak 2003.

Selain itu, ia melihat bahwa laju inflasi pada sebagian besar negara-negara berkembang mulai memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi masing-masing negara. "India, China, Indonesia, dan Singapura terancam overheating," ujarnya.

Dengan demikian, ia menghimbau agar negara-negara emerging market termasuk Indonesia untuk tetap mewaspadai kemungkinan adanya potensi tersebut. "Caution selalu menjadu pilihan yang tepat," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasar data Institute of International Finance (IIF) yang disampaikan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, besar capital inflows yang akan masuk ke emerging market Asia mencapai sekitar US$400 miliar, yang diantaranya sekitar US$13-15 miliar akan masuk ke Indonesia. (jek/*inc)

Sabtu, Maret 12, 2011

Tsunami Rusak Rumah dan Jembatan di Jayapura

JAYAPURA, M86 - Tsunami kiriman gempa di Jepang merusak beberapa bangunan rumah dan jembatan yang ada di kampung Tobati, yang berlokasi di tengah teluk Youtefa, Papua. Seperti diwartakan Antara, Sabtu (13/3), tsunami menerjang Tobati sekitar pukul 21.30 WIT. Belum ada laporan korban jiwa hingga tulisan ini disusun.

"Beberapa rumah dan jembatan di kampung Tobati rusak parah, bahkan ada beberapa yang hancur total akibat gelombang tsunami semalam. Yang paling parah terkena terjangan tsunami adalah pemukiman dan jembatan di jalur laut," kata Sekretaris Jemaat gereja kampung Tobati, Marcelino Hababuk.

Ia juga mengatakan, saat mendengar akan ada tsunami menuju Jayapura, warga kampung Tobati langsung bergegas menuju gereja setempat, yang berlokasi di atas perbukitan pulau itu. "Tiga kali kami melihat air naik turun, dimulai sekitar pukul 20.30 WIT, puncaknya hingga akhirnya menghancurkan rumah dan jembatan kampung," ujarnya.

Menurutnya, ada sebuah rumah di kampung Enggros--letaknya bersebelahan dengan Tobati--yang tak berbekas karena disapu tsunami. Kini, warga Tobati sedang berusaha memperbaiki rumah dan jembatan yang rusak.

Sebelumnyam pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan terjadinya tsunami di wilayah perairan Papua bagian utara yang mencakup Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya [baca: Warga Pesisir Jayapura Mulai Mengungsi. (jek/*yhc)

Diperingati Tsunami, Warga Gorontalo Malah Setel Musik Disko

GORONTALO, M86 - Peringatan Tsunami di kawasan Indonesia Timur, pasca Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter di Jepang yang juga diperkirakan berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo Utara, justru direspon sebagian warga dengan memutar musik keras-keras dan berjoget di beranda rumah.

Pemandangan ini terlihat Jumat malam (11/3) lalu di sekitar kawasan pelabuhan Kwandang, Desa Katialada, salah satu titik yang dianggap rawan dan diawasi oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dari hasil pemantauan, arena joget diiringi dentuman musik disko ini, berlangsung di sejumlah rumah, dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan.

Rizal Modanggu (22), salah seorang warga setempat mengaku hal ini dilakukan untuk menenangkan suasana di desa itu, yang pada sore tadi terlihat panik karena isu tsunami itu.

"Kami sengaja meramaikan desa ini biar aman, karena banyak warga yang sudah pergi mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, terutama kaum perempuan, orang tua dan anak-anak," kata dia

Rominto mosi (28), warga lainnya mengatakan, pada umumnya yang memilih bertahan menjaga dea adalah kaum lelaki, dia membenarkan alunan musik yang berdentum-dentum itu cukup membantu warga lainnya untuk tidak panik.(jek/*inc)

21 Jenazah Ditemukan Paska Banjir di Aceh

ACEH, M86 - Tim SAR dibantu masyarakat berhasil menemukan dan mengevakuasi 21 jenazah korban banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Kamis (10/3) malam.

Salah seorang relawan Nasional Demokrat Zulfikar saat dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu (12/3), menyatakan, 21 jenazah tersebut ditemukan di empat desa yakni Rantau Panjang (11), Blang Dalam (4), Peunalon dan Layan masing-masing tiga jenazah.

Ia menyatakan, tim SAR dan masyarakat hingga kini terus mencari korban yang diperkirakan masih ada terbawa aru banjir bandang yang terjadi pukul 21.30 WIB.

Tangse berada sekitar 50 km dari Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, atau 170 km dari Banda Aceh.

Banjir bandang terseut juga mengakibatkan 102 rumah warga hancur, rusak bera, dan ringan. Sementara seribuan warga terpaksa mengungsi yang dipusatkan di tiga titik.

Zulfikar menyatakan, para relawan menghadapi kendala untuk mencari korban, khususnya di Desa Rantau Panjang, karena jembatan yang menghubungkan daerah itu putus.

Banjir akibat hujan deras selama dua hari di daerah pegunungan itu juga merusak berbagai fasilitas publik.

Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh Makmur Ibrahim menyebutkan Gubernur Irwandi Yusuf dan pejabat terkait serta relwan menuju lakosi sambil membawa bantuan logistik.
"Kami telah kerahkan bantuan dan obat-obatan ke lokasi banjir. Gubernur Irwandi Yusuf juga akan berkunjung ke Tangse petang ini," katanya menjelaskan. (jek)

Selasa, Maret 08, 2011

Sekolah di Jateng Lupa Lagu Kebangsan

SEMARANG, M86 - Sekolah di Jawa Tengah kini sedang mendapatkan sorotan terkait lagu kebangsaan, hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

"Saya heran kenapa sekolah belum melaksanakan. Apa susahnya bagi sekolah untuk memutar lagu-lagu kebangsaan setiap hari sebelum masuk kelas," kata Bibit di Semarang, Selasa (08/03).

Saat ini diklaim, sekolah sudah diberi kaset berisi lagu kebangsaan sehingga sekolah tinggal menyetel kaset itu secara rutin setiap hari. "Kepala sekolah kan tidak perlu repot, cukup meminta bantuan penjaga sekolah untuk memutar kasetnya," ungkapnya.

Dengan membiasakan siswa mendengarkan lagu-lagu kebangsaan, lanjut dia, maka semangat dan jiwa nasionalisme siswa akan terpupuk sejak dini.(jek)

Warga Gempar, Bayi Miliki 23 Jari

DEPOK, M86 - Muhammad Raditya Adha Maulana, berusia 3 bulan, mempunyai jumlah jari tangan dan kaki 23, tidak 20 seperti kebanyakan orang. "Jari tangan anak saya berjumlah 11 jari (6 jari kanan dan 5 jari kiri), sedangkan jari kaki berjumlah 12 (6 jari kanan dan 6 jari kiri)," kata Ibunda Raditya, Gusri, di kediamannya Jalan Samudra, RT 04/02 Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (08/03).

Menurut dia, saat lahir anaknya sehat dan normal, walaupun jumlah jarinya tidak normal tapi semuanya berfungsi dengan baik. "Ini semua pemberian dari Allah, harus disyukuri," katanya.

Dikatakannya hingga saat ini bayinya hanya mengkonsumsi air susu ibu (ASI) eksklusif, tak ada makanan tambahan lainnya. Saat berusia dua bulan, berat bayinya memiliki berat 7 kg, dan saat ini diperkirakan beratnya mencapai 10 kg.

Lebih lanjut ia menjelaskan saat mengandung 4 bulan dirinya melihat seorang laki-laki muda berambut panjang yang selalu memperhatikan gerak-geriknya. "Memang ada perasaan takut, karena saya sendiri yang melihatnya, namun setelah melahirkan, saya sudah tidak pernah melihatnya lagi," jelasnya.

Ketika melahirkan, katanya, bidan yang menolongnya menyarankan jika ingin dioperasi maka menunggu setelah berusia enam bulan. Namun hingga kini katanya belum berniat melakukan operasi bagi bayinya.

Selama ini katanya Raditya merupakan bayi yang tidak rewel dan tidak merepotkan orang tuanya. Mengenai kelahiran yang sudah dalam disunat, ia mengaku sudah dalam keadaan sempurna dan tidak perlu lagi menyunatinya.

Menurutnya, dengan kelahiran putra keempatnya tersebut membawa berkah tersendiri, suaminya yang bekerja pada sebuah production house (rumah produksi) sering mendapatkan panggilan pekerjaan.

Sementara itu, Ketua RT 04 Amiruddin mengaku sangat senang dengan kehadiran Raditya di kampungnya. Dirinya mengartikan jari yang dimiliki Raditya dengan mengingatkan adanya rukun Iman dan rukun Islam.

"Kalau jari tangan kanan yang berjumlah 6, itu artinya rukun Iman, dan 5 jari pada tangan kiri itu bisa diartikan sebagai rukun Islam," ungkapnya.(jek/*b8)

Tangerang Masuk Daerah Paling Rawan Kejahatan

TANGERANG, M86 - Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi daerah rawan kejahatan di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya selama Februari 2011, sebanyak 272 kasus.
"Berdasarkan evaluasi tingkat kerawanan Kabupaten Tangerang menempati posisi teratas, meskipun mengalami penurunan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Selasa (08/03).

Baharudin mengatakan terdapat jenis kejahatan yang menonjol, antara lain pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, pencurian, kebakaran, narkotika, perjudian dan kenakalan remaja.

Baharudin menyebutkan jumlah kasus kejahatan selama Januari 2011 di wilayah hukum Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Tangerang Kabupaten mencapai 285 kasus atau menurun 13 kasus dibanding Februari.

Polrestro Jakarta Timur menduduki posisi kedua dengan 217 kasus pada Februari yang menunjukkan penurunan sebanyak 55 kasus dibanding Januari.

Polrestro Jakarta Barat menempati posisi ketiga tingkat kejahatan tertinggi dengan 158 kasus pada Februari atau menurun 122 kasus dibanding Januari.

Polda Metro Jaya juga mengklasifikasikan tingkat kerawanan kejahatan pada tingkat kepolisian sektor metropolitan (polsektro) selama bulan Februari 2011.

Polsektro Pondok Aren (Kabupaten Tangerang) mencapai 48 kasus dengan mayoritas jenis kejahatan pencurian dan pemberatan.

Polsektro Cakung (Jakarta Timur) sebanyak 39 kasus, Polsektro Kelapa Gading (Jakarta Utara) mencapai 28 kasus, Polsektro Tamansari (Jakarta Barat) sekitar 28 kasus, Polsektro Cimanggis (Depok) sebanyak 26 kasus dan Polsektro Kemayoran (Jakarta Pusat) mencapai 21 kasus.

Selanjutnya, Polsektro Bekasi Utara (Kota Bekasi) sekitar 18 kasus sama dengan Polsektro Babelan (Kabupaten Bekasi), Polsektro Setiabudi (Jakarta Selatan) mencapai 15 kasus, Polsektro Jatiuwung (Kota Tangerang) sebanyak 12 kasus, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta ada enam kasus dan Kepulauan Seribu mencapai satu kasus.

Terkait dengan jenis kejahatan yang marak terjadi, antara lain 550 kasus pencurian dengan pemberatan, 309 kasus pencurian kendaraan bermotor dan 285 kasus narkoba. (jek)

Tak Mampu Bayar Persalinan, Ibu dan Bayi Disekap

MEDAN, M86 - Karena tidak mampu membayar biaya persalinan, ibu dan bayinya yang baru berumur tujuh hari diduga disekap pihak Rumah Sakit Bahagia, Jalan Bahagia By Pass, Medan, Selasa (08/03) siang.

Ibu dan bayinya kini berada di dalam kamar ruang inap bayi, sebelum dapat membayar adminitrasi sebesar Rp 3.500.000. Berdasarkan keterangan yang diperoleh Javanewsonline dari rumah sakit, pihak rumah sakit tidak memperbolehkan Eva Hailani dan bayinya untuk meninggalkan rumah sakit, sebelum membayar administrasi.

Padahal, pasangan Eva dan suaminya Rusli sudah berulang kali memohon agar pembayaran uang persalinannya secara bertahap, namun tetap saja pihak rumah sakit tidak mengabulkan permohonan mereka, hingga Eva dan anaknya harus ditahan selama tujuh hari untuk tidak meninggalkan rumah sakit.

Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, pihak rumah sakit memasang besi di depan pintu ruang rawat inap tempat Eva dan anaknya dirawat dengan maksud agar mereka tidak bisa melarikan diri.

Pasangan Eva Hailani dan Rusli, warga Jalan Air Bersih Medan, masuk ke rumah sakit tersebut atas rujukan oleh bidan tanggal 24 Februari lalu di Rumah Sakit Bahagia Medan ini Eva terpaksa harus melakukan persalinan melalui operasi cesar 27 Februari 2011 yang mengakibatkan besarnya biaya persalinannya.

Menurut Eva pada wartawan, biaya persalinan sangat besar, dimana kehidupan mereka sendiri pas-pasan. Mereka sudah memohon pada pihak rumah sakit dengan melakukan pembayaran cicil, itupun tidak direspon dari pihak rumah sakit, sambil menggendong anaknya.

Petugas Kepolisian Polsekta Medan Kota yang tiba di rumah sakit tersebut, langsung melakukan penyelidikan, guna mengetahui duduk permasalahan terhadap ibu dan bayi tersebut.

Sementara itu, dari pihak rumah sakit sendiri enggan memberi keterangan seputar dugaan adanya pnyekapan ibu dan bayinya di rumah sakit ini. Salah seorang perawat yang tidak bersedia namanya disebutkan, meminta masalah ini jangan dimuat, dimana pemilik rumah sakit saat ini keberadaannya di Jakarta. (dya)

Seorang Pelajar Diduga Terinfeksi Flu Burung

MEDAN, M86 - Seorang remaja asal Nanggroe Aceh Darusalam, Senin (07/03) siang, terpaksa mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, karena diduga terinfeksi flu burung. Meski suhu tubuh telah menurun, namun pihak rumah sakit merawatnya secara intensif di ruang khusus.

Dengan pengawasan tim medis masih menunggu hasil tes laboratorium untuk memastikan pasien tersebut positif terjangkit virus mematikan.

Korban diketahui bernama Muhamad Hidayat (15), warga Desa Kuta Cepu Simpang Kere Kabupaten Subussalam, Aceh Singkil, masih dirawat intensif di ruang khusus RSUPAM.

Kondisi kesehatan pasangan Ajman dan Nursiah disinyalir terjangkit flu burung, masih dalam keadaan kritis meski suhu tubuhnya turun mencapai 36 derajat Celsius.

Dimana, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan, suhu tubuh pelajar ini melebihi batas normal hingga mencapai 40 derajat Celsius, hingga mengalami sesak nafas dan demam tinggi.

Orang tua mengaku sangat khawatir dengan kondisi putranya yang diduga terjangkit virus flu burung, sebelumnya tetangga mereka juga sempat mengalami gelaja mirip flu burung dan ternak ayam warga sekitar juga mendadak mati dengan kondisi mulut mengeluarkan buih.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit H Adam Malik Medan, Sari Saragih mengatakan, pihak medis hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap remaja 15 tahun asal NAD Aceh Singkil tersebut dan telah mengambil sample darah untuk diperiksa ke laboratorium.

"Meski gejala yang dialami Hidayat mirip dengan pasien penderita flu burung, namun dokter belum dapat memastikan pasien tersebut terjangkit penyakit yang ditularkan dari unggas tersebut," ujarnya. (jek)

Jumat, Maret 04, 2011

KTP Palsu Banyak Beredar di Kota Depok

DEPOK, M86 - Depok Jumat tadi siang masih melakukan razia dan penyitaan terhadap Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Kartu Tanda Penduduk palsu ini banyak beredar di Kota Depok.

Tujuan KTP palsu ini adalah memperdaya aparat penegakan hukum untuk administrasi, misalnya untuk perpanjangan kendaraan, dan mengurus akta. Setidaknya sebanyak 60 KTP disita di kantor Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Depok.

Kasubsi Samsat Depok, AKP Argo Wiyono menjelaskan, anggotanya telah meyita beberapa KTP palsu. Mereka tidak bisa melakukan perpanjangan surat-surat kendaraannya terkait KTP mereka yang palsu.

"Penyitaan ini dilakukan hampir setiap hari. Karena setiap hari ada saja wajib pajak yang menggunakan KTP palsu. Bahkan sudah delapan bulan ini sekitar 60 KTP palsu disita," kata Argo.

Polres Kota Depok kini sudah memiliki alat deteksi terhadap KTP palsu, yang peredarannya banyak di Kota Depok. Setidaknya masyarakat bisa lebih berhati-hati atas KTP palsu tersebut.

Perwira Urusan (Paur) STNK Samsat Depok, Iptu Robiin menjelaskan, alat deteksi ultraviolet ini sudah diletakkan pada setiap loket pelayanan untuk mengantisipasi KTP palsu dan uang palsu.

KTP, lanjutnya, merupakan persyaratan mutlak pengurusan surat-surat kendaraan bermotor di Samsat baik perpanjangan dan pengesahan STNK, maupun mutasi atau balik nama dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). (jek/*jno)

Rabu, Maret 02, 2011

6 PSK Muda Kalang Kabut Dirazia

LAMPUNG, M86 - Lagi asyik bercinta dengan PSK, 6 pasangan ini digaruk sebelum dibayar konsumen bahkan para penjaja seks dan si hidung belangnya kalang kabut mencari pakaian mereka masing-masing bahkan ada yang tertukar pakaiannya saat digerebek dalam Operasi Pekat Krakatau I jajaran Polresta Bandar Lampung, Selasa (1/3) malam, di salah satu hotel di Jl. Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, sekitar pukul 22.00 WIB.

Selain itu, 68 preman yang biasa memalak para pedagang, sopir dan para pembeli beberapa pasar dan terminal ikut dirazia dalam operasi ini hingga mereka diamankan ke Polresta Bandar Lampung.

Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung, AKP. Denie Andreas mengatakan, 6 pasangan mesum yang sedang menjajakan seksnya ditangkap di lokasi yang sama dan 86 orang yang terjaring adalah para preman yang meresahkan warga Bandar Lampung.

Mereka para PSK tertangkap saat sedang melayani pria hidung belang di dalam hotel yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung.

"Kami menangkap orang yang kami curigai sebagai preman, kami juga menangkap beberapa orang yang tidak dilengkapi dengan kartu identitas dan juga ada beberapa anak komunitas punk yang terlihat di jalan-jalan," kata Denie.

Sementara itu tampak dari para PSK yang terbilang masih muda ini berusaha menutupi wajah mereka dengan kedua telapak tangan mereka. Sedangkan para pria hidung belang langsung menutupi wajah mereka dengan topi dan koran. (jek)

Sakit Jantung Dirazia, Pedagang Tuak Langsung Tewas

LAMPUNG, M86 - Diduga sakit jantung, pedagang tuak ditangkap langsung tewas di belakang Polsek Ketibung Lampung Selatan, Joner Sinaga (48), ditemukan tubuhnya di selokan, pada Rabu (2/3), sekitar pukul 10.00 WIB.

Diduga Joner warga Desa Tarahan itu sebelumnya dibawa ke Polsekta Katibung untuk dimintai keterangan, setelah tertangkap memiliki 40 liter tuak di kedainya saat Polsek setempat menggelar razia penyakit masyarakat.

Saat diperiksa, Joner izin mau menelpon seseorang sampai ketika keluarganya datang dan mencari ditemukan ada di selokan tak jauh dari kantor Polsek Katibung dengan kondisi sudah jadi mayat.

Kapolsek Katibung, AKP. Setiawan Eko mengatakan, "Setibanya di kantor Polsekta Katibung, Joner berpamitan pada petugas hendak menelepon. Tetapi sejak itu dia tidak kembali lagi ke Polsek," kata Kapolsek.

Karena Joner tidak kembali, keluarganya mencari, termasuk mengecek keberadaan Joner di kedainya tapi malah ditemukan di belakang Polsek. "Petugas mengatakan Joner masih dalam proses pencarian karena sempat menghilang," kata Lamsiar Sinaga.

Pihak keluarga yang ingin mengetahui penyebab kematiannya, jenazah Joner dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk dilakukan visum. "Kami ingin tahu penyebab kematian almarhum. Hasil visumnya belum selesai," kata Setiawan.

Sementara itu, dari pihak istri, Joner Veronika (40) mengatakan bahwa suaminya punya sakit jantung. (jek/*jno)
Related Posts with Thumbnails

Pengikut