Sponsor

Senin, Agustus 15, 2011

Menyedihkan Demi Mendaptakan Air, Warga Gunung Kidul Jual Kayu

YOGYAKARTA, M86 – Musim kemarau yang berkepanjangan melanda beberapa wilayah di Gunungkidul, DIY, membuat warga sejumlah kecamatan menjual kayu bakar untuk bisa membeli air.

Suratmirah, warga Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk mengatakan, sejumlah warga didesanya menggunakan uang hasil penjualan kayu untuk membeli air bersih dari pihak swasta maupun perorangan yang menjual air secara keliling.

Warga di Dusun Ngoro-oro, Salaran, Soko, dan Jatikuning, katanya, terbiasa menjual kayu yang diambil dari hutan rakyat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Menurut dia, warga terpaksa menjual kayu karena penyaluran air bersih dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi belum mencukupi kebutuhan mereka.

"Selama ini air dari Dinsosnakertrans hanya untuk keperluan air minum, sedangkan untuk memasak dan mandi kami cukupi dengan membeli air dari pihak swasta," katanya, Senin (15/8).

Dia mengatakan, dalam satu bulan setiap keluarga membeli rata-rata sebanyak tujuh tangki air dengan harga per tangki Rp100.000. "Kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp700.000 setiap bulan untuk memenuhi seluruh kebutuhan air bersih sehingga beban kami semakin berat pada musim kemarau ini," katanya.

Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Gunung Kidul Irfan Ratnadi mengatakan, pihaknya hanya menyalurkan air bersih untuk keperluan minum, bukan mandi.

Dia mengatakan, Dinsosnakertrans hanya menyalurkan air bersih untuk kebutuhan minum sebanyak lima liter per hari untuk setiap warga di delapan kecamatan. "Untuk kebutuhan mandi, warga biasanya membeli air dari pihak swasta," kata dia. (dya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

Pengikut